SUAMI TAK DI ANGGAP

SUAMI TAK DI ANGGAP
TERNYATA NGIDAM


__ADS_3

"Aku gak mau ke dokter! Aku pokoknya hanya mau kamu, mas! Aku mau kamu!" ucap Amira. Darius yang mendengar teriakan istrinya hanya terkekeh dan menahan tawanya di dalam kamar mandi.


"Ada apa sih dengan Amira? Lebih baik aku memanggil dokter keluarga saja setelah aku mandi. Bahaya kalau Amira ngambek. Bisa-bisa nanti malam senjata rudal ku ini bisa nganggur karena tidak bekerja keras," gumam Darius yang kini sudah di dalam kamar mandi membersihkan badannya di bawah shower.


Namun belum tuntas Darius menyelesaikan mandinya, pintu kamar mandi terdengar diketuk Amira ditambah dengan suara panggilan Amira yang membuat Darius melongo saja. Ini benar-benar sulit dimengerti. Tidak biasanya Amira bersikap kekanak-kanakan dan sangat manja kepada Darius.


Darius serta merta membuka handle pintu kamar mandi itu tanpa menutupi bagian yang seperti belalai yang masih lemas.


"Ada apa sayang? Aku kan lagi mandi, Amira sayang!" ucap Darius lembut. Amira menatap bagian-bagian tubuh Darius yang sangat seksi apalagi dalam keadaan basah. Amira melihat nya dengan penuh kekaguman. Darius semakin takut dengan pandangan nakal istrinya.


"Hai, sudah ya! Aku harus cepat-cepat menyelesaikan mandi ku supaya tidak terlambat datang ke toko," kata Darius yang hendak menutup kembali pintu kamar mandi itu. Namun dengan cepat Amira masuk ke dalam sana. Hal itu membuat Darius melebarkan bola matanya.


"Aku juga mau mandi bareng kamu! Mandiin!" rengek Amira. Darius menyipit matanya.

__ADS_1


"Ya sudah, aku mandiin kamu!" sahut Darius pasrah. Amira tersenyum penuh kemenangan. Kini satu persatu semua yang tersisa di badan Amira ditinggalkan nya. Kedua suami istri itu yang sudah lama belum mendapatkan momongan akhirnya sama-sama polos. Darius dengan penuh kelembutan membersihkan punggung Amira. Amira pasrah diberi sabun dan digosok badannya oleh Darius. Amira sesaat benar-benar seperti anak kecil yang sedang dimandikan oleh bapaknya. Betapa ini penyiksaan bagi Darius. Junior nya tentu saja kembali menegang dan keras ketika Amira membalikkan badannya ke arah nya. Tentu saja dua benda yang menggantung itu terlihat semakin indah dan menantang. Siapapun yang melihat nya pasti akan tertantang untuk memainkan bahkan menyentuhnya. Tapi tidak dengan Darius. Sekuat tenaga dia menahan nya karena ini bukan waktu nya untuk melakukan aktivitas yang enak-enak itu. Tentu saja Amira di dalam hatinya tertawa senang telah berhasil mengerjai suami nya dan membuat suaminya kembali resah.


"Itu kamu seperti nya sudah mulai membengkak, mas," ucap Amira tanpa filter. Darius tentu saja terkekeh saja.


"Semua gara-gara kamu sayang! Awas saja nanti sepulang dari toko, aku akan membalasnya," ancam Darius sambil menyambar handuk lebar lalu mengeringkan badan Amira lalu membelit kan di tubuh Amira. Amira tersenyum nakal.


"Tidak mau sekarang saja?" goda Amira.


"Oh, no darling! Aku harus bekerja! Oke, pagi ini ikut bersama denganku ke toko sekaligus kita mampir ke dokter yah untuk memeriksa kamu," ajak Darius. Amira mengernyitkan dahinya.


"Walaupun kamu gak sakit, tapi kita coba periksa ke dokter. Oke? Sudah sana pakai pakaian kamu dan dandan yang cantik," ucap Darius. Amira menuruti apa kata suaminya itu. Sedangkan Darius segera mengguyur Kepala nya supaya lebih jernih dan junior nya kembali lemas dan tidak menuntut.


"Sabar yah, dik! Nanti malam kamu akan bersarang kembali ke goa yang penuh kenikmatan. Ini belum waktu nya untuk bermain odong-odong," ucap Darius sambil membersihkan bagian-bagian tubuh nya dengan sabun.

__ADS_1


🦋🦋🦋🦋🦋


Saat Darius memaksakan diri mengajak Amira ke dokter untuk memeriksakan diri. Dokter itu salah satu teman Darius sewaktu sekolah menengah atas dulu sebut saja Rumiati. Dokter Rumiati telah memeriksa Amira, bahkan dokter Rumiati mengajak Amira ke ruangan di mana di sana ada alat USG. Darius ikut masuk melihat hasilnya.


"Wah, selamat Darius! Istri kamu benar-benar hamil. sesuai perkiraan kita tadi. Selamat mbak Amira! Mbak Amira saat ini telah mengandung dan usia janinnya lima minggu. Nah ini bisa dilihat, kan Darius, mbak Amira," kata dokter Rumiati. Darius dan Amira saling pandang lalu tersenyum bahagia.


"Mas, aku hamil mas!" ucap Amira dengan tersenyum senang. Darius tidak kalah senangnya mengetahui bahwasanya istrinya benar-benar mengandung sesuai sangkaan nya.


"Sayang! Penantian kita selama ini akhirnya tiba. Kita akan memiliki baby, sayang," sahut Darius sambil memegang pergelangan tangan Amira. Dokter Rumiati tentu saja ikut senang melihat pasangan suami istri tersebut yang terlihat bahagia karena akan mendapatkan momongan.


"Darius, karena usia kehamilan istri kamu masih di awal bulan, kamu harus berhati-hati jika mengajak bertempur yah," bisik dokter Rumiati. Darius tersenyum miring.


"Sepertinya anda salah dokter Rumiati! Istriku ini sepertinya ngidam aku. Dia tidak mau jauh dari aku. Dan kayaknya selalu ingin minta terus setiap saat dengan aku," balas Darius dengan pelan kepada dokter Rumiati. Dokter Rumiati menahan tawanya karena ucapan Darius yang absurd.

__ADS_1


"Ya sudah, tidak apa-apa! Asal kamu hati-hati dalam melakukannya dan jangan kasar," kata dokter Rumiati sambil tersenyum menatap Amira.


__ADS_2