SUAMI TAK DI ANGGAP

SUAMI TAK DI ANGGAP
WAH KEBERUNTUNGAN DARIUS


__ADS_3

Amira semakin akrab dengan teman-teman Kusno. Namun ada teman Kusno yang bernama Fairuz dengan pacarnya, Ratna ingin mengerjai Kusno. Ratna dan Fairuz saling membisikkan sesuatu ke telinga mereka. Mereka merencanakan sesuatu untuk mengerjai Kusno dengan teman wanita nya yaitu Amira. Kini Ratna berjalan ke dapur untuk membuatkan minuman. Namun dia memasukkan obat perangsang dalam dua gelas dan dua gelas itu sudah ditandai. Sasaran pertama, gelas satu akan diberikan ke Susilo. Dan gelas ke dua akan diberikan kepada Amira.


Ratna dan Fairuz hanya ingin melihat kedua pasangan itu bisa bersenang-senang. Susilo dikenal mereka seorang laki-laki yang bertanggungjawab dan tidak aneh-aneh. Susilo selalu menjaga kehormatan kekasihnya yang sebentar lagi akan dia nikahi olehnya. Sedangkan kenapa memilih Amira, lantaran Ratna dan Fairuz sangat tahu kalau sedari dulu Kusno sangat tergila-gila dengan Amira namun Amira selalu menolaknya lantaran sudah memiliki kekasih dan pada akhirnya menikah dengan kekasihnya. Ratna dan Fairuz ingin Kusno dan Amira bersatu walaupun dengan melalui jalan itu.


Ratna meletakkan beberapa gelas minuman sirup yang berwarna merah itu ke Masing-masing orang di sana. Sengaja gelas yang diberikan obat itu diberikan kepada Susilo dan Amira. Tidak ada kecurigaan diantara mereka. Minuman itu mereka minum habis tak bersisa. Mereka masih mengobrol seputar bisnis dan lain-lain nya.


"Oh iya, aku cabut duluan yah! Mau antar Amira kembali pulang ke rumahnya. Kalau aku tidak mengantarkan nya bisa-bisa aku di gorok oleh suaminya dikira melarikan istrinya," ucap Kusno. Amira tersenyum mendengar nya.


"Oke, asal benar-benar mengantarkan Amira pulang ke rumah nya yah, Kusno. Nanti kamu membawa pulang ke apartemen kamu sendiri. Ini namanya melarikan istri orang," sahut Fairuz sambil mengedipkan mata kepada Ratna kekasihnya.


"Tidak akan! Amira tidak mau aku ajak selingkuh. Walaupun sebenarnya aku mengharapkan itu, Hahaha," ucap Kusno. Spontan mata Amira melebar sempurna seolah-olah hendak lepas dari sana.


"Eh, maaf Amira! Aku hanya bercanda loh!" kata Kusno akhirnya. Kusno dan Amira keluar dari rumah Fairuz dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir di luar.

__ADS_1


"Aku juga pamit yah! Tiba-tiba saja aku merasakan tidak nyaman dan gerah," sahut Susilo. Susilo segera menyambar kunci mobilnya dan keluar begitu saja meninggalkan Nirmala kekasihnya.


"Loh, Susilo! Kenapa dia jadi meninggalkan aku?" tanya Nirmala. Lalu dengan cepat menyusul langkah Susilo yang sudah keluar dari pintu rumah Fairuz. Fairuz dan Ratna saling pandang lalu tersenyum simpul.


"Semoga mereka bisa bersenang-senang," bisik Fairuz kepada Ratna.


"Semoga saja! Tapi kamu tadi benar-benar sudah kasih sedikit obat dari minuman mereka kan?"tanya Fairuz.


" Iya, hanya sedikit saja dari gelas Amira dan juga gelas Susilo. Aku ingin Kusno mendapatkan sesuatu yang sangat dia nantikan pada Amira. Walaupun saat ini status Amira masih istri orang. Aku berharap Kusno bisa berjodoh dengan Amira," kata Ratna.


"Sebenarnya ini salah, tapi aku hanya sangat kasihan dengan Kusno yang dari dulu menyukai Amira namun tidak bisa menggapai nya lantaran Amira sudah menjadi istri orang. Namun jika sesuatu terjadi diantara Amira dengan Kusno, aku berharap mereka bisa berhubungan lebih dari teman. Dan Amira bisa menentukan jalannya. Mau terus berlanjut dengan suami nya atau memilih Kusno," pikir Ratna.


"Jika mereka keterusan dan hanya menjalani hubungan terlarang saja gimana?" tanya Fairuz.

__ADS_1


"Itu keputusan mereka. Kita lihat saja besok! Apakah Kusno dan Amira akan terjadi sesuatu dengan mereka berdua," sahut Ratna.


🍀🍀🍀🍀🍀


Sementara di dalam mobil Amira sudah merasakan badannya tidak nyaman. Kusno semakin mempercepat laju mobilnya saat Amira memintanya untuk ngebut supaya bisa cepat sampai di rumahnya.


"Kusno, tolong aku! Cepat lebih ngebut lagi laju mobil kamu," ucap Amira. Amira seperti menahan sesuatu yang membuat dirinya semakin tidak nyaman dan memberontak. Kusno mulai menyadari kalau sudah tidak beres terjadi pada Amira. Kusno pun mulai mempercepat laju mobilnya. Beruntung jalanan sudah mulai melenggang dan sepi. Hingga setengah jam akhirnya mobil Kusno berhenti di depan gerbang rumah Amira. Amira segera berlari masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan lagi Kusno yang menatapnya aneh.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Amira! Apakah Ratna tadi memberikan obat itu dan memasukkan nya ke dalam minuman Amira? Wah Fairuz dan Amira benar-benar kelewatan. Aku tahu ini ulah Ratna. Dia selalu mengerjai kita, Teman-teman nya. Padahal seharusnya mereka tahu kalau aku tidak mungkin merebut Amira dari tangan suaminya. Aku mencintai Amira, namun aku tidak ingin merusaknya dengan cara seperti ini. Bersyukur Amira bisa menahannya. Dan aku tidak memanfaatkan situasi ini," gumam Kusno yang masih di depan gerbang rumah Amira dan masih di dalam mobilnya menatap pintu utama rumah Amira.


Amira sudah disambut dengan hangat oleh suaminya, Darius. Kini Kusno mulai menjalankan laju mobilnya meninggalkan rumah besar bak istana milik Darius.


"Mas Darius! Aku... aku ingin!" ucap lirih Amira dengan mata yang mulai redup. Darius tersenyum lalu dengan serta merta mengangkat tubuh Amira menuju kamar tamu yang letaknya di lantai bawah. Jika harus ke kamar utama mereka, Darius akan menaiki anak tangga. Darius ingin segera meluapkan segala sesuatu yang membuncah. Demikian juga dengan Amira. Kali ini Darius pasrah dan menerima semua serangan dari Amira. Darius tersenyum lebar saat mendapati istrinya sangat liar menguasai dirinya.

__ADS_1


"Coba setiap hari seperti ini, sayang! Ini akan menjadi ladang pahala bagi kamu," ucap Darius sambil menikmati segala perlakuan Amira terhadap dirinya.


__ADS_2