
Sementara di Starbucks kafe, di sana ada Amira duduk mendampingi papa nya menjumpai klien-klien nya. Di sana mereka mulai membicarakan masalah bisnis dan bentuk kerja sama diantara mereka. Mereka adalah Pak Warno bersama dengan putranya Kusno. Sedangkan Amira saat ini bersama dengan papa nya yang bernama Pak Amirul.
Mereka masih membicarakan hal-hal penting mengenai kontrak kerja sama diantara kedua perusahaan besar mereka. Namun ketika mereka masih fokus berbincang-bincang, kini Darius masuk bersama dengan Yaman di sana. Mata Darius langsung bisa menangkap istrinya, Amira dan juga mertuanya ada di kafe itu. Namun Darius tetap duduk di sana dengan cuek saja tanpa menyapa dan menggangu mereka. Namun saat bersamaan Amira melihat ada suami nya juga di kafe itu yang datang bersama dengan teman nya.
"Ada apa Amira?" tanya Pak Amirul dengan berbisik..
"Ada mas Darius di kafe ini, pa!" jawab Amira dengan berbisik juga.
"Oh, biarkan saja!" sahut Pak Amirul masih menunjukkan rasa tidak sukanya dengan menantu nya itu.
__ADS_1
"Oh iya, nak Kusno! Kalau boleh saya meminta tolong kepada nak Kusno! Tolong ajak putri saya jalan-jalan sebentar untuk berbelanja. Saya dan pak Warno, papa nak Kusno akan membicarakan masalah serius terlebih dahulu," kata Pak Amirul yang sengaja ingin membuat Darius panas dan cemburu. Amira yang mendengar ucapan dan permintaan papanya terhadap Kusno menjadi menyipitkan matanya kurang suka.
"Papa!" protes Amira.
"Ayolah, kamu sana berbelanja dulu! Bukannya tadi kamu bilang akan membeli tas baru limited edition? Biar nak Kusno yang menemani kamu berbelanja mencari tas itu," ucap Pak Amirul sedikit memaksa.
"Ayolah Amira! Aku akan menemani kamu!" kata Kusno lalu melangkah keluar dari kafe itu dan dengan langkah malas akhirnya Amira mengikuti langkah lebar Kusno. Bukan tidak melihat Darius, Amira yang keluar bersama laki-laki muda dan tampan. Namun Darius memilih menghabiskan minuman dan rotinya terlebih dahulu bersama Yaman di sana. Sambil menyalakan rokoknya serta menikmati setiap tarikan nya.
Yaman mengamati seseorang yang dimaksudkan oleh Darius.
__ADS_1
"Aku pikir ini karena mertua kamu kalah dalam bersaing soal ketampanan saja, Darius," sahut Yaman asal. Darius menepuk jidat Yaman dengan pelan.
"Aku dan mertua ku beda generasi, Yaman! Apa yang perlu disaingi? Ini masalahnya aku menikah dengan anaknya bukan dengan istrinya loh," sahut Darius. Yaman terkekeh saja.
"Hem, aku pikir sebenarnya mertua kamu itu ada calon suami untuk Amira yang lebih pantas dari pada kamu, namun terlanjur Amira menyukai kamu. Itulah yang menjadi masalah nya. Sebenarnya dia ingin menikahkan dengan laki-laki yang dia sukai itu dengan anaknya," kata Yaman.
"Kalau dia menyukai laki-laki itu, kenapa tidak dia sendiri yang menikahinya?" sahut Darius dengan tersenyum sinis.
"Makin kesini kamu semakin gak jelas!" kata Yaman.
__ADS_1
"Ya sudah! Yang penting anak perempuan nya tergila-gila dengan aku dan mau menikah dengan aku. Itu saja! Ayo Yaman! Aku akan mengejar Amira! Amira saat ini sedang dengan laki-laki kesayangan mertua ku itu. Aku tidak akan membiarkan Amira di rayu oleh pria itu," ajak Darius sambil berdiri dari tempat duduknya, lalu melangkah keluar dari kafe itu.