SUAMI TAK DI ANGGAP

SUAMI TAK DI ANGGAP
MEMASAK


__ADS_3

Amira menunggu Darius kembali pulang dari toko kue yang didirikan nya. Setelah kembali ke kantor di perusahaan papa nya, Amira mampir ke supermarket dan berbelanja beberapa bahan masakan. Amira ingin memasakkan makanan untuk suaminya, Darius.


Saat ini Amira telah sibuk berkutat di dapur. Satu pembantu di rumah itu hanya membantu menyiapkan bahan-bahan untuk masakan Amira. Dengan membuka layar ponsel nya, Amira melihat video tentang tata cara mengolah bahan makanan yang sudah disediakan untuk di sulap menjadi masakan yang spesial.


"Non Amira mau memasak semua bahan-bahan ini menjadi apa, non?" tanya pembantu di rumah itu yang dari tadi ikut membantu menyiapkan bahan-bahan masakan.


"Kamu lihat saja nanti, yah Sofa! Aku akan memasak makanan apa dari bahan-bahan yang sudah disiapkan ini," sahut Amira. Pembantu rumah tangga yang baru bekerja di rumah itu selama satu bulan hanya tersenyum sinis melihat Amira yang memulai belajar memasak. Amira tentu saja hanya fokus dengan apa yang akan dimasaknya tanpa memperhatikan Sofa, asisten rumah tangganya itu yang sukanya berpakaian seksi dan ketat.


Amira fokus memasak dengan mengikuti instruksi dari video memasak yang telah di putarnya. Hingga kurang lebih satu jam lamanya, akhirnya Amira selesai dengan menghasilkan beberapa masakan. Dengan tersenyum lega dan penuh kepuasan, Amira menyajikannya di atas meja. Kini tinggal menunggu kedatangan Darius kembali dari toko kue nya yang saat ini semakin hari semakin ramai akan pesanan maupun pembeli di toko tersebut.





"Wah, non Amira diam-diam ternyata pandai memasak juga yah?" puji Sofa yang kini sedang mengenakan kaos ketat hingga terlihat dua pepaya nya yang bergelantungan di dada nya. Amira tersenyum mendengar pujian dari asisten rumah tangganya itu.

__ADS_1


"Semoga, mas Darius akan menyukai masakan ku," sahut Amira. Sofa tersenyum lebar mendengar ucapan nona majikan nya.


"Pasti itu non! Masakan istri pasti dinantikan oleh suaminya. Apalagi membuatnya dengan penuh kasih sayang," kata Sofa. Amira mengerutkan dahinya.


"Tapi kenapa mas Darius belum pulang yah? Kalau begitu aku mandi dulu lah, mbak! Makanan sudah aku tutupi dengan tudung saja. Gak akan ada lalat yang masuk kan, mbak?" ucap Amira.


"Di rumah ini super bersih, non! Tidak ada lalat yang berani masuk ke rumah. Kalau berani masuk, apa mereka tidak takut kepleset di lantai ini?" sahut Sofa sambil cekikikan.


"Ya sudah, mbak Sofa! Aku mau naik ke atas dulu. Mau mandi, sambil nunggu mas Darius kembali ke rumah,"kata Amira sambil berjalan menaiki anak tangga menuju lantai atas ke kamarnya.


Amira segera melepaskan pakaiannya dan berendam di bathtub dengan air hangat dicampur aroma wangi di air nya. Sedangkan di luar rumah, satu buah unit mobil masuk ke pekarangan rumah dan langsung masuk ke garasi mobil rumah itu untuk memarkirkan di sana. Dia adalah Darius, suami Amira yang sejak tadi telah ditunggu oleh Amira.


"Amira mana, Sofa?" tanya Darius.


"Ada di atas, tuan muda! Sedang mandi katanya. Tapi non Amira sudah menyiapkan makanan buat tuan muda Darius loh," jawab Sofa. Darius tersenyum lebar.


"Wah kesempatan nih!" batin Darius. Langkah Darius semakin lebar naik ke anak tangga menuju kamarnya. Sedangkan Sofa menatap punggung lebar kekar milik tuan mudanya hanya bisa menelan saliva nya.

__ADS_1


"Kapan aku punya suami seperti tuan muda Darius yang tampan, kejar dan maco serta tajir yah?" pikir Sofa sambil mengkhayal.


🦋🦋🦋🦋🦋


"Amira, sayang!" panggil Darius seraya masuk ke kamar utamanya. Kini senyuman nakal tersungging dari sudut bibir Darius. Darius segera mendekati kamar mandi di ruangan kamarnya. Beruntung, pintu kamar mandi tidak dikunci oleh Amira. Darius segera bergabung dengan Amira di bathtub yang sama.


"Tumben hari ini kamu telat pulang, mas?" ucap Amira seraya menggosok badan Darius dengan sabun. Darius tersenyum menatap wajah Amira yang terlihat seksi dengan basah karena berendam.


"Mas, aku sudah memasak makanan untuk kamu loh, mas! Nanti kamu harus makan yang banyak hasil masakan aku," kata Amira lagi.


"Kamu memasak untuk aku sayang? Wah, terimakasih sayang!" sahut Darius sambil mengecup dahi Amira.


"Tadi aku jalan dulu dengan Yaman. Sepertinya Yaman masih saja suntuk setelah bercerai dengan Desti. Yaman baru merasakan kehilangan dan kesepian," terang Darius menjelaskan kenapa dirinya terlambat pulang.


"Oke, ayo cepat mandi lalu kita makan bersama. Oke!" sahut Amira. Namun Darius memainkan matanya nakal. Amira melebarkan bola matanya dengan sempurna.


"No, jangan sekarang! Nanti malam saja, mas! Kita makan bersama baru mengerjakan tugas kantor lalu... lalu setelah nya.... baru kita... " kata Amira.

__ADS_1


"Bikin anak yah, sayang! Baiklah! Aku sabar dulu deh. Walaupun saat ini pusaka ku sudah memberontak minta masuk ke sarungnya," ucap Darius. Amira dengan cepat mencubit lengan Darius yang nakal kata-katanya.


__ADS_2