SUAMI TAK DI ANGGAP

SUAMI TAK DI ANGGAP
MEMBAHAGIAKAN KAMU


__ADS_3

Di kantor Krisna, tepatnya di ruangan kerjanya Krisna sudah menyiapkan buket bunga dengan satu kotak kecil berwarna merah yang isinya cincin. Tentu saja buket dan cincin itu akan diberikan nya kepada Desti. Krisna sudah mempersiapkan itu setelah pagi tadi meminta ijin kepada kedua orang tuanya untuk menikah dengan Desti. Walaupun pagi tadi terjadi perdebatan yang cukup membuat emosi lantaran kedua orang tua dan juga adik-adiknya tidak setuju jika Krisna menikah dengan seorang janda.


Desti masuk ke ruangan kerja Krisna setelah mengetuk pintu itu beberapa kali.


"Halo sayang!" ucap Krisna seraya berdiri menyambut kedatangan Desti. Serta merta memeluk pinggang Desti. Desti sedikit menjaga jarak diantara tubuh nya dengan tubuh Krisna. Aroma maskulin yang ada pada baju Krisna benar-benar membuat Desti teringat kembali akan pergumulan yang pernah terjadi diantara keduanya di malam itu. Krisna tersenyum seraya makin menarik tubuh langsung itu masuk dalam pelukan nya.


"Kamu tahu Desti? Aku tadi pagi sudah menyampaikan kepada papa mamaku, Kalau aku akan menikahi kamu, sayang! Kita akan menikah secepatnya. Aku tidak mau menunda-nundanya lagi," ucap Krisna. Kini Desti pasrah dalam pelukan Krisna.

__ADS_1


"Tapi Krisna! Aku tidak mau cepat-cepat menikah! Kita tunda yah? Hem, enam bulan lagi yah!" tawar Desti. Krisna mencoba bernegosiasi.


"Oh tidak! Satu minggu lagi dari sekarang," sahut Krisna. Desti melebar matanya dengan sempurna.


"Krisna! Harus secepat itu yah?" kata Desti. Krisna tersenyum lebar.


"Krisna! Apakah kamu benar-benar mencintai aku?" tanya Desti.

__ADS_1


"Tentu dong, sayang! Oh iya, aku ada sesuatu untuk kamu," kata Krisna akhirnya. Krisna kini mengambil buket yang sedari tadi disimpan nya di atas meja. Krisna memberikan buket indah itu untuk Desti.


"Menikah lah dengan aku, Desti sayang! Aku mencintaimu lebih besar dari cinta kamu kepada ku," ucap Krisna. Bunga itu diterima oleh Desti dengan senyuman nya yang lebar. Mata Desti mulai berkaca-kaca. Dia tidak pernah merasakan hal romantis seperti itu ketika bersama dengan Yaman, mantan suaminya dahulu. Krisna mulai mengeluarkan kotak berwarna merah itu dari kantong celananya. Lalu membuka kotak itu dan terlihat lah cincin indah di dalamnya. Desti menatap takjub dengan benda yang ditunjukkan oleh Krisna. Krisna mulai memasangkan cincin permata itu di jari tangan Desti. Buket indah itu diletakkan sementara di atas meja kerja milik Krisna.


"Krisna! Aku juga menyayangi kamu," sahut Desti. Kini keduanya kembali berpelukan mengikis jarak.


"Yakin kepada ku! Aku akan membahagiakan kamu, Desti sayang!" ucap Krisna sambil mempererat pelukan itu.

__ADS_1


"Setelah pulang kantor, kita cari gaun untuk kamu. Kita akan dinner bersama dan juga bertemu dengan keluarga ku, sayang," kata Krisna. Desti mengangguk dan tidak ada penolakan lagi di sana.


__ADS_2