
Darius mengajak Yaman melihat- lihat proses toko kue yang sebentar lagi akan segera diresmikan nya. Tinggal tiga puluh persen lagi toko kue itu selesai dan siap untuk diresmikan dan dibuka.
"Benar-benar keren! Usaha seperti ini sangat menjanjikan sekali, bro!" ucap Yaman mulai terinspirasi dengan usaha kuliner.
"Ini ide papa mama ku! Bagaimana keras nya mereka, mereka tidak akan tega melihat aku nganggur di rumah. Akhirnya mereka juga yang kasih jalan untuk usaha bisnis ini untuk aku." cerita Darius. Yaman tersenyum senang mendengar nya.
"Aku pikir, istri kamu yang kasih modal ini semuanya," sahut Yaman.
"Seperti istrimu Desti yah?" ujar Darius. Seketika Yaman dan Darius saling pandang dan pada akhirnya tertawa terbahak-bahak. Keduanya teringat sewaktu berbincang dan masih ada Desti di rumah Yaman.. Betapa Yaman serius hendak membuka bisnis baru dengan jalan istrinya Desti yang akan membantu bisnisnya. Ternyata hal itu omong kosong dan kebohongan Yaman saja.
"Oh iya, Yaman! Bagaimana kabar adiknya Desti, Aina!" tanya Darius. Yaman mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Aina? Adik Desti?" sahut Yaman.
"Benar! Yang datang ke rumah kamu saat aku hendak pulang ke rumah," kata Darius.
"Aina kan masih tinggal bersama kedua orang tua Desti! Kalau Desti sendiri, mungkin saja tinggal di apartemen nya sendiri. Ini supaya Desti bisa leluasa dan bebas memasukkan pria itu ke apartemen nya. Tanpa diketahui oleh kedua orang tua serta adiknya kalau kelakuan Desti sudah tidak terkontrol lagi," ucap Yaman penuh sangka buruk.
"Ini hanya sangkaan kamu saja atau kamu memang mengetahui dengan jelas? Kamu ini begitu-begitu adalah wanita yang sudah pernah kamu cintai dan memberikan kenikmatan surga dunia kepada mu saat dulu. Jangan suka membuka aibnya atau bahkan menjelekkan mantan istri kamu kalau kamu tidak tahu pasti kalau dia melakukan hal itu. Ini timbulnya suatu fitnah," kata Darius. Yaman menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Yaman seolah-olah sedang dimarahi oleh kedua orang tuanya.
"Wah, Aina buka tipe aku, Yaman!" sahut Darius.
"Tipe kamu wanita mandiri dan bisa mencari duit sendiri yah?" kata Yaman. Darius terkekeh saja.
__ADS_1
"Lebih tepatnya seperti Amira. Selain cantik dan seksi, Amira tipe agresif. Aku suka wanita yang agresif dan penuh tantangan. Aku harap walaupun Amira tipe wanita yang keras kepala, dia adalah tipe wanita yang setia dan juga tidak menghina suaminya di depan teman-temannya," kata Darius. Yaman kini menutup kedua telinga nya. Darius makin keras suaranya.
"Kita ngopi dulu di Starbucks yuk!" ajak Darius. Yaman menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari tersenyum. Darius paham kalau Yaman saat ini belum mendapatkan penghasilan karena lama menganggur.
"Jangan khawatir! Aku akan mentraktir kamu, Yaman!" tambah Darius. Yaman tersenyum lebar.
"Nah, kamu selalu paham kondisi aku saat ini. Dahulu pun kamu juga selalu mengerti kalau aku saat bokek," ujar Yaman.
"Benar! Namun kamu selalu menjauh saat sukses kan? Saat banyak duit kamu seperti melupakan aku," sahut Darius dengan memainkan matanya jengah. Yaman memukul Darius pelan.
"Yaelah, aku tidak seperti itu! Semua lantaran aku sibuk kalau sukses dan jadwal perjalanan bisnis ku padat. Maaf yah, Bro!" kata Yaman. Darius terkekeh saja.
__ADS_1
"Serius amat sih! Aku bercanda sobat! Ayo kita berangkat!" ajak Darius seraya memeluk lengan Yaman seperti sahabat dekatnya.