SUAMI TAK DI ANGGAP

SUAMI TAK DI ANGGAP
SINGA BANGUN


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Amira diam tanpa banyak bicara. Saat Darius bertanya, Amira hanya menjawabnya dengan singkat dan seperlunya saja. Tentu saja Darius paham dengan sikap Amira.


"Sayang! Maafkan mama papa, aku! Terlepas dari semua kata-kata yang membuat kamu sakit hati dan menjadi bersedih. Kamu tahu dan paham betul bukan? Kalau kedua orang tua kita sama-sama tidak menyukai kita. Demikian juga halnya aku ketika masuk di keluarga kamu, sayang! Mama papa kamu juga tidak menyukai aku, bukan. Sekarang kita konsentrasi saja dengan rumah tangga kita dan hubungan kita. Boleh segala nasihat baik dari mereka tetap kita dengar dan kita ambil. Namun jangan ada sakit hati, jika mereka berucap kata yang menyebabkan kita sakit hati. Oke?" kata Darius. Amira kini menengok ke arah Darius yang saat ini masih fokus menyetir.


"Iya, mas! Maafkan jika aku yang sudah menjadi istri kamu ini banyak kekurangan. Aku belum bisa menjadi istri yang sempurna di mata keluarga kamu, mas!" ucap Amira.


"Hai! Aku mencintai kamu dengan semua kelebihan dan kekurangan kamu, sayang! Kita tidak bisa mengikuti setiap kemauan orang lain yang kita sendiri tidak bisa menjadi orang yang mereka inginkan." kata Darius.


"Iya mas! Aku pun mencintai kamu dengan segala kebaikan dan ketulusan kamu, mas! Selain kamu juga memiliki ketampanan dan tubuh yang maco itu," ucap Amira. Darius yang mendengarnya menjadi terkekeh dibuat nya.

__ADS_1


"Hah? Akhirnya secara langsung kamu mengakui kalau aku ini tampan dan bisa membuat kamu tergoda. Hah, aku juga menyukai kamu dengan bodi kamu yang seksi dan membuat aku semakin gairah," ujar Darius berusaha mengimbangi kata-kata yang diucapkan Amira. Akhirnya keduanya tertawa terbahak-bahak.


"Jadi, sampai di rumah kita langsung saja menjalankan program ibu hamil kan, sayang? Mama papa kita sudah tidak sabar menginginkan cucu dari anak-anak kita, loh!" kata Darius sambil memainkan matanya. Amira spontan mencubit pinggang Darius. Darius hanya meringis saja. Mata Amira sudah sangat liar menatap suami nya dengan nakal.


"Sabar sayang! Saat ini aku masih menyetir. Sebentar lagi kita sampai kok, sayang! Atau apa kamu ingin merasakan sensasi lain ketika di dalam mobil?" ucap Darius menggoda. Amira menjulurkan lidahnya.


"Sayang! Aku sedang menyetir loh! Haduh! Awas saja yah, kalau sudah tiba di rumah," ancam Darius.


Benar saja saat setengah jam sudah berlalu dan mobil itu sudah masuk di garasi mobil. Darius tanpa ampun lagi menahan Amira di tempat duduknya. Darius mulai menjelajahi setiap inci bagian-bagian sensitif milik Amira. Amira tak bisa menahannya. Suaranya mengerang lolos begitu saja. Rupanya memang istrinya sudah ingin menikmati saat-saat intim itu.

__ADS_1


Di dalam mobil dan masih di dalam garasi dengan panas dan pengap, akhirnya Darius tetap menyalakan AC mobilnya. Suara deru mobilnya mengiringi irama pergerakan tangan nakalnya menyusup kebagian terdalam milik Amira. Sampai akhirnya sesuatu yang sudah mengeras dan sejak tadi ditahannya kini mulai dibuka nya. Laju dengan gerakan maju menyesak masuk ke dalam bagian inti yang paling dalam. Sontak Amira memekik dan suaranya nikmat tak lagi dia tahan. Kini Amira pasrah dalam kungkungan Darius yang sudah memanas.


"Inilah akibatnya mengganggu singa yang sudah tidur, sayang!" bisik Darius.


"Aku tidak akan takut dengan singa itu! Aku akan menantangnya setiap waktu," balas Amira yang tidak mau kalah dengan keganasan Darius kalau sudah menunjukkan kejantanan nya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Suara langkah kaki membuat keduanya menahan suara erotis nya. Walaupun kini keduanya masih melakukan penyatuan yang kedua kalinya. Bahkan Amira kini mendominasi permainan. Mobil yang sebenarnya sempit itu bisa disulap nya menjadi lebih lebar. Hanya mereka berdua yang paling tahu caranya. Dengan gaya apapun tetap dibuat senikmat mungkin. Ah, ... surga dunia saat ini milik mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2