
Di toko Amira Bakery.
"Yaman, hari ini tolong bagi-bagi kue ke yayasan yatim piatu seratus box. Dan kasih diskon lima puluh persen khusus hari ini untuk 100 pembeli pertama yang berkunjung di toko Amira Bakery," perintah Darius yang saat ini duduk di kursi kerjanya. Sedangkan duduk di kursi sudut, nyonya besarnya, Amira sedang menikmati kue basah produk dari toko kue Amira Bakery milik Darius.
"Hem, apakah hari ini ulang tahun kamu, bos? Tumben berbagi," sahut Yaman.
"Ih kamu ini kepo banget yah! Kerjakan saja apa yang sudah aku perintahkan. Mengerti?" kata Darius jahil. Yaman melotot bola matanya.
"Siap dimengerti, bos!" ucap Yaman tidak kalah menjahili bos nya. Darius menyipitkan bola matanya lalu hanya tersenyum lebar. Sedangkan Amira terlihat cuek bebek menikmati kue-kue yang sudah tersaji di atas meja.
"Baiklah, aku turun ke bawah dulu!" sahut Yaman akhirnya.
🦋🦋🦋🦋🦋
Pak Djarot dan bu maya tiba-tiba berkunjung di toko Amira bakery. Di depan toko tiga karyawan toko sedang sibuk membagi-bagi kue bagi pengunjung. Pak Djarot dan Bu Maya tentu saja menjadi heran, dalam rangka apa Darius memerintahkan karyawan nya untuk berbagi-bagi kue dari produk toko Amira bakery. Bu Maya mendekati salah satu karyawan yang sedang memberikan bingkisan kue kepada pengunjung toko.
__ADS_1
"Hem, kamu tau tidak dalam rangka apa kok hari ini ada acara bagi-bagi bingkisan?" tanya bu Maya pelan. Karyawan toko kue bakery yang ditanya oleh bu Maya kini malah balik bertanya pada temannya.
"Hem, tidak tahu bu! Kami hanya menjalankan perintah saja kalau hari ini toko bakery akan memberikan bingkisan kue ke yayasan yatim piatu seratus box. Dan memberikan diskon lima puluh persen khusus hari ini untuk 100 pembeli pertama yang berkunjung di toko Amira Bakery. Ini perintah pak Darius, bu," terang salah satu karyawan toko yang sejak tadi sibuk membagikan bingkisan kue di depan toko. Bu Maya manggut-manggut mengerti.
"Mereka tidak tahu alasan Darius menugaskan mereka untuk membagi bingkisan, pa!" ucap bu Maya kepada Pak Djarot yang sejak tadi mematung di depan toko.
"Ya sudah, ayo kita ke atas menemui Darius. Pasti ada berita yang menggembirakan sehingga Darius ingin bersedekah untuk kesuksesan dan kelancaran toko Amira bakery nya," sahut Pak Djarot seraya menggandeng pinggang istrinya masuk ke dalam toko Amira bakery. Pak Djarot dan bu Maya kini menaiki tangga menuju ruang kerja Darius.
Tok.
Tok.
Pintu terbuka, pak Djarot dan bu Maya segera masuk ke dalam ruangan itu.
"Mama, papa! Selamat pagi!" sapa Darius ramah sambil berdiri dan menyambut hangat mama papa nya dengan menyalami kedua nya. Amira pun yang sejak tadi duduk santai di sofa sudut itu menyambut dengan ramah dan hangat mertuanya.
__ADS_1
"Mama, papa!" ucap Amira seraya mencium punggung tangan mertua nya. Bu Maya masih terlihat tidak suka dengan adanya Amira di ruangan itu. Pak Djarot dan bu Maya duduk di sofa itu. Darius pun juga ikut bergabung duduk di sana.
"Oh iya, Darius! Dalam rangka apa toko Amira bakery membagi bingkisan kue?" tanya pak Djarot. Darius dan juga Amira saling pandang lalu tersenyum lebar.
"Papa, mama, itu sebagai bentuk rasa syukur kami lantaran Amira positif hamil. Sebentar lagi aku dan Amira akan mendapatkan bayi mungil," terang Darius penuh semangat. Pak Djarot dan juga bu Maya saling pandang lalu menegaskan kembali apa yang sudah dibilang oleh Darius.
"Benarkah? Amira hamil? Kamu hamil. Amira?" tanya bu Maya. Kini terlihat ekspresi wajah bu Maya terlihat senang dan sangat ramah kepada Amira. Amira tersenyum senang melihat mertuanya begitu gembira ketika mengetahui bahwasanya dirinya hamil.
"Benar, mama! Tadi sebelum berangkat ke toko Amira bakery, mas Darius mengajak saya periksa ke dokter kandungan. Dan ternyata benar, bahwa saya sedang hamil. Makanya beberapa hari ini saya mual-mual dan merasa kurang enak badan, mama," jelas Amira.
"Ya sudah! Mulai sekarang, kamu tidak boleh bekerja lagi. Sekarang di rumah saja, biar Darius yang bekerja," kata bu Maya akhirnya.
"Eh, em tapi ma!" sahut Amira hendak protes. Namun Darius mencolek pinggang Amira supaya tidak banyak protes kepada mama nya. Kalau tidak bisa berbuntut panjang. Mama papa Darius itu tipe orang yang tidak suka ditentang kemauan dan kehendak nya.
"Kalau begitu, ayo kita bikin acara makan bersama nanti di rumah papa! Papa dan mama akan siapkan makanan kesukaan Amira dan Darius di rumah nanti. Oke?" ucap pak Djarot.
__ADS_1
"Nanti malam yah, pa? Baiklah! Makan gratis kita Amira, sayang! Aku ajak Yaman juga yah, pa!" kata Darius dengan antusias. Sedangkan bu Maya sedari tadi memegangi perut Amira yang saat ini sudah tumbuh janin benih dari keturunan keluarga Djarot.