SUAMI TAK DI ANGGAP

SUAMI TAK DI ANGGAP
MAKAN BERSAMA


__ADS_3

Di kediaman bu maya dan pak Djarot. Malam itu mereka mengajak Darius dan juga Amira makan malam bersama untuk merayakan kehamilan Amira. Yaman pun juga ikut dalam makan malam bersama di rumah itu. Walaupun sebenarnya Yaman sangat malas ikut bergabung di acara keluarga Darius. Namun demi memenuhi ajakan Darius yang terkesan sedikit memaksakan kehendak, akhirnya Yaman ikut juga di acara makan malam di keluarga besar Darius.


Amira belum memberikan kabar kepada kedua orang tuanya kalau dirinya sedang mengandung. Rencana Amira, dirinya sendiri yang akan berkunjung ke rumah orang tua nya untuk memberikan kabar gembira tersebut.


Saat ini semua anggota keluarga sudah duduk di ruang makan dan menikmati hidangan yang sudah tersedia di atas meja. Bu Maya sengaja menyiapkan segala macam hidangan kesukaan putra nya dan juga menantu nya itu. Namun Amira terlihat kurang bersemangat dalam menyantap makanan yang sudah tersaji di atas meja.


"Amira, kenapa kamu hanya makan salad buah saja? " tanya Bu Maya yang melihat menantunya sejak tadi belum memakan makanan yang berat.


"Hem, salad buah ini sangat enak dan segar ma! Jadi ingin tambah terus," sahut Amira. Benar dari semua hidangan yang sudah tersaji di atas meja itu, Amira hanya tertarik pada salad buah saja. Darius membiarkan istrinya itu memakan salad buah sampai habis dua mangkok.


"Tidak apa ma! Ibu hamil di usia kehamilan di bulan pertama sampai ketiga memang biasanya suka makanan yang asam-asam gitu, ma! Dulu ketika mama hamil Darius juga begitu bukan?" ucap Pak Djarot.


"Benar juga sih! Apakah kamu ingin rujak juga Amira?" tanya bu Maya.


"Kalau kamu ingin rujak buah, besok biar mama buatkan khusus untuk kamu," tambah bu Maya.

__ADS_1


"Jangan repot-repot, ma! Nanti mas Darius saja yang bikinkan rujak untuk aku," sahut Amira. Bu Maya dan pak Djarot saling pandang. Sedangkan Darius melongo saja lalu menatap Amira, istrinya.


"Kamu mau rujak buatan ku yah, sayang? Baiklah nanti aku akan buatkan untuk kamu. Biar anak kita tidak ngeces kalau belum dituruti kemauannya," kata Darius. Yaman yang duduk di kursi makan itu tidak banyak bicara. Yaman yang merasa sebagai orang luar di keluarga Darius hanya sebagai pendengar setia saja.


"Mas, aku boleh minta sesuatu gak?" bisik Amira.


"Minta apa, sayang?" tanya Darius ikut berbisik.


"Aku ingin makan mie kuah yang pedas. Boleh kan, mas?" jawab Amira masih berbicara dengan pelan. Pak Djarot dan bu Maya memperhatikan Darius DNA juga Amira yang berbisik-bisik saja dari tadi.


"Ada apa Darius?" tanya Bu Maya kepo.


"Oh, itu gampang sekali! Oke biar mama yang menyuruh bibi untuk membuatkan mie kuah pedas yang diminta Amira," sahut Bu Maya lalu segera berdiri hendak menyuruh asisten rumah tangga nya. Namun Amira segera menghentikan langkah mama mertuanya itu.


"Mama, gak usah ma!" ucap Amira yang tiba-tiba menghentikan langkah mama mertuanya itu.

__ADS_1


"Lho kenapa, Amira? Bukannya kamu ingin mie kuah pedas kan? Biar dibuatkan bibi," kata bu Maya.


"Benar sih, ma! Tapi aku maunya mie kuah pedas itu yang bikin mas Darius," ucap Amira. Darius menyipitkan matanya menatap Amira istrinya.


"Waduh!" sahut Darius. Yaman yang duduk di sebelah Darius hanya tersenyum dengan permintaan istri Darius.


"Darius! Ayo buatkan mie kuah pedas permintaan istri kamu! Apa kamu ingin anakmu lahir nanti ngeces terus?" sahut Pak Djarot. Bu Maya tersenyum lebar menatap ekspresi putra nya itu.


"Baiklah, semua demi anak-anak ku yang masih di dalam ini," ucap Darius sambil mengusap perut Amira. Amira tersenyum senang.


"Terima kasih, mas! Eh, em tapi aku ingin ketika kamu masak mie kuah pedas untuk aku, kamu mengenakan daster yah," ucap Amira pelan.


"Apa??" sahut Darius dengan suara keras. Hal itu membuat bu Maya dan juga pak Djarot menjadi terkejut dibuatnya.


"Ada apa Darius?" tanya Pak Djarot.

__ADS_1


"Ini loh pak, masa Amira menyuruhku mengenakan daster ketika memasak mie kuah pedas yang diminta nya," jawab Darius.


Pak Djarot, bu Maya dan juga Yaman hanya terkekeh mendengar nya. Sedangkan Darius hanya bisa pasrah menerima permintaan aneh dari istrinya tersebut.


__ADS_2