
Setelah acara makan malam bersama keluarga besarnya di ruang makan di rumah kediaman orang tuanya itu, Krisna membawa Desti ke suatu tempat. Sesuai dengan rencananya, Krisna ingin mengajak Desti menikmati malam panjang bersama di tempat romantis. Tempat indah yang berada di atas puncak dengan vila-villa di sekitar nya yang merupakan aset dari keluarga Krisna sendiri. Hanya memakan waktu jarak tempuh dari kediaman rumah orang tuanya sekitar satu jam. Desti mengikuti ajakan Krisna tanpa penolakan. Bagi Desti kedua orang tua dan keluarga Krisna kini sudah mengetahui hubungan mereka yang sudah serius membuat Desti sudah menjadi lega.
Mereka kini duduk saling berhadap-hadapan. Dengan makanan dan minuman yang sudah tertata di atas meja. Desti membulat sempurna saat melihat berbagai jenis makanan mahal sudah ada di depannya.
"Krisna? Bukankah tadi kita sudah makan bersama dengan keluarga besar kamu? Apakah kita harus menghabiskan makanan di atas meja ini? Kamu tidak sedang membunuhku dengan menyuruhku untuk menghabiskan semua makanan ini kan, sayang," ucap Desti dengan suara manjanya. Krisna terkekeh mendengar ucapan kekasihnya itu. Kekasih yang sebentar lagi akan dia nikahi itu.
__ADS_1
"Di sini cuacanya dingin, sayang! Sebentar saja kita duduk di sini dan mengobrol serius tentang masa depan, kita akan menjadi lapar. Percaya deh dengan apa kata calon suami kamu," ujar Krisna. Kini Krisna mendekati Desti lalu mengangkat kedua bahunya supaya berdiri dari duduknya. Keduanya kini saling berpelukan. Irama musik yang pelan dan romantis menambah suasana mereka terlihat mesra.
"Bagaimana kalau kita sedikit minum untuk menghangatkan badan kita, sayang!" bisik Krisna. Desti diam saja saat Krisna mulai melepaskan pelukan nya dan menuang botol wine itu kedalam gelas kecil. Dua gelas itu kini telah terisi minuman yang menghangatkan badan. Satu gelas itu disodorkan kepada wanita yang saat ini didepannya.
"Semoga cinta kita abadi selamanya," ucap Krisna seraya menyatukan gelasnya dengan gelas milik Desti. Denting suara kedua gelas mereka beradu. Krisna tersenyum menatap tajam bola mata Desti. Desti tahu jika bola mata liat Krisna sudah menatapnya seperti itu.
"Kita masuk ke dalam sebentar yuk!" ajak Krisna berbisik.
__ADS_1
"Desti sayang! Kamu malam ini benar-benar sangat cantik. Aku sungguh tidak bisa menahan diri," ucap Krisna sembari mengusap pipi Desti yang putih mulus. Desti sesaat menahan nafasnya. Dia tidak ingin mencium aroma maskulin dari tubuh Krisna yang membuat jantung nya semakin tidak karuan. Apalagi dada bidang dan kekar Krisna sudah sedikit mengintip terlihat dimata Desti. Krisna sedikit membuka kancing kemejanya itu. Tangan Desti kini menyentuh dada bidang milik Krisna yang kekar dan menggoda.
"Desti sayang! Kamu cantik sekali sih?" kata Krisna lagi. Desti tersenyum mendengar pujian dari bibir Krisna. Krisna sudah tidak tahan menahan semua gejolak yang menghimpit nya. Dengan serta merta bibir Desti dikecup nya pelan.
"Dingin sekali!" ucap Krisna.
"Iya, tadi di luar cuacanya dingin banget," sahut Desti.
__ADS_1
"Boleh aku menghangatkan nya?" tanya Krisna pura-pura meminta ijin. Namun kedua mata Desti sudah terpejam dan siap menerima serangan-serangan berikutnya. Krisna melihat Desti memejamkan mata segera melancarkan aksinya. Menautkan kedua tangan mereka dan mulai menyatukan kedua bibir mereka. Setelah itu, apa yang terjadi selanjutnya adalah mengikis jarak dan menepiskan segala kegelisahan. Gejolak dan hasrat itu tercurahkan di dinginnya cuaca di puncak villa itu.
"I love you, Desti!" bisik Krisna sambil merebahkan tubuh Desti ke atas peraduan.