SUAMI TAK DI ANGGAP

SUAMI TAK DI ANGGAP
KETEMU ORANG TUA


__ADS_3

Krisna tidak henti-hentinya menatap wajah cantik Desti. Setelah di make over di salon langganan mama nya Krisna, Desti terlihat sangat cantik dan terlihat Anggun dengan balutan gaun berwarna biru. Kulitnya yang putih membuat semakin terlihat menyala ketika dipadukan dengan gaun warna biru tersebut. Krisna tanpa rasa malu memeluk Desti dari belakang. Tangannya kini melingkar ke pinggang ramping milik Desti.



"I love you sayang! Rasanya sudah tidak sabar ingin secepatnya menikahi kamu sayang! Setelah bertemu dengan mama papa, ikutlah bersama aku dan aku ingin kita menghabiskan malam panjang ini bersama," ucap Krisna sembari mengecup lembut di leher putih Desti. Hembusan nafas Krisna yang semakin hangat membuat Desti serasa bergetar. Kakinya seakan lemas.


"Jangan! Nanti kita kebablasan seperti malam itu, Krisna," tolak Desti. Krisna tersenyum gemas. Betapa sikap jinak-jinak merpati dari Desti membuat Krisna ingin mengungkung nya dengan cepat.


"Kenapa? Bukankah sebentar lagi kita juga akan menikah dan meresmikan status kita sebagai suami istri. Bagi aku sekarang atau besok tidak menjadi persoalan. Tapi aku ingin malam ini kita menikmati malam romantis setelah kedua orang tuaku merestui hubungan kita. Mereka harus merestui hubungan kita. Termasuk kedua adik-adikku," ucap Krisna.


Desti membalikkan badannya hingga kini keduanya saling berhadapan. Kedua tangannya yang putih dan halus mulai merangkum kedua pipi Krisna.

__ADS_1


"Ayo, kalau begitu kita temui papa mama kamu, Krisna! Bukankah kamu ingin mendapatkan restu dari mereka. Jika kamu memutuskan untuk menikahi aku dan melepaskan masa lajang mu bersama denganku," ucap Desti. Krisna tersenyum lebar.


"Beri aku kecupan, sayang!" rengek Krisna. Desti dengan cepat mendorong tubuh Krisna pelan supaya lipstik di bibirnya tidak memudar karena ciuman. Namun Krisna menahan tangan Desti lalu dengan cepat mengecupnya. Mata Desti melebar dengan sempurna.


"Sudah cukup! Lipstik di bibirku nanti berpindah di bibir kamu, sayang!" ucap Desti sambil mengusap bibir tebal dan seksi milik Krisna. Krisna tersenyum menatap rona merah di wajah Desti.


"Ah seandainya saja tidak ke tempat papa mama, di tempat ini kamu akan aku buat tidak bisa berjalan," keluh Krisna sambil mengatur jantungnya yang berdebat dengan kencang. Hasrat nya sebenarnya sudah meronta-ronta. Namun sore ini dia harus mengajak dan memperkenalkan Desti kepada keluarga nya. Demi sebuah restu supaya secepatnya bisa menikahi Desti, si janda tanpa anak.


Krisna sudah membawa Desti di kediaman nya. Di ruang keluarga itu sudah berkumpul Pak Jaki, Bu Diah, dan adik Krisna Yaitu Mia dan Titis. Desti berusaha setenang mungkin dihadapan keluarga Krisna. Kedua adik Krisna menatap penuh detail setiap apa yang dikenakan oleh Desti. Desti memang terlihat menawan dan bersinar ketika mengenakan gaun yang elegan itu. Bu Diah, mama Krisna saja sampai dibuatnya terpesona.


"Kamu memang sangat cantik, Desti! Makanya Krisna sudah ngebet sekali ingin menikahi kamu," ucap Bu Diah.

__ADS_1


"Benar! Kak Krisna memang pilihannya selalu sempurna," sahut adik Krisna yang bernama Titis.


"Iya, tapi sayangnya sudah tidak virgin kan? Kak Krisna yang masih bujang dan belum menikah harus menikah dengan seorang janda. Ini kan enggak banget! Lagi lupa masih banyak kok gadis-gadis yang tidak kalah cantiknya seperti kak Desti. Kenapa milih kak Desti," sahut Mia, adik Krisna yang satunya menimpali. Sontak saja Krisna menatap tajam matanya ke arah Mia. Mia mulai menciut.


"Awas yah, gak aku kasih uang jajan!" ancam Krisna kepada Mia.


"Eh, tapi Kak Desti cocok kok kalau menikah dengan kak Krisna," akhirnya Mia berusaha menjilat ludah nya sendiri.


Mama papa Krisna mau tidak mau akhirnya mengikuti kemauan dan rencana Krisna untuk menikahi Desti si janda dari Yaman, sahabat Darius. Walau pun sebenarnya hati kecil orang tua Krisna menginginkan Krisna menikah dengan gadis perawan yang belum pernah menjalani biduk rumah tangga.


Setelah acara makan malam bersama keluarga besarnya di ruang makan di rumah kediaman orang tuanya itu, Krisna membawa Desti ke suatu tempat. Sesuai dengan rencananya, Krisna ingin mengajak Desti menikmati malam panjang bersama di tempat romantis. Tempat indah yang berada di atas puncak dengan vila-villa di sekitar nya yang merupakan aset dari keluarga Krisna sendiri. Hanya memakan waktu jarak tempuh dari kediaman rumah orang tuanya sekitar satu jam. Desti mengikuti ajakan Krisna tanpa penolakan. Bagi Desti kedua orang tua dan keluarga Krisna kini sudah mengetahui hubungan mereka yang sudah serius membuat Desti sudah menjadi lega.

__ADS_1


__ADS_2