
Krisna mengajak Desti ke dalam mobilnya menuju ke butik kenalan nya. Sepulang dari kantor itu, mereka langsung mencari gaun yang cocok untuk Desti. Desti terlihat menurut saja dengan apa yang diinginkan oleh Krisna.
Mobil itu kini berhenti di parkiran depan butik. Krisna turun dari mobil dan memutar jalannya ke pintu samping mobil untuk membukakan pintu mobil di mana Desti duduk saat ini. Dengan tersenyum sangat manis, Desti turun dari jok mobil itu setelah Krisna membukakan pintunya.
"Ayo nyonya Krisna, silakan turun!" ucap Krisna dengan senyuman yang lebar. Giginya yang terlihat putih berderet dengan rapi. Krisna melingkarkan tangannya dan Desti pun masuk ke lingkaran tangan Krisna. Mereka bergandengan tangan selayaknya pasangan yang tidak mau dipisahkan.
"Halo Krisna!" sapa seorang wanita muda nan cantik dengan baju yang sedikit terbuka. Krisna masuk dari pintu masuk butik itu. Desti melepaskan tangannya yang tadi sempat melingkar di sana. Wanita pemilik butik itu menghambur mendekati Krisna dan hendak berniat mencium pipi Krisna. Namun serta merta Krisna mundur ke belakang badannya. Seperti tanda menolak untuk dicium oleh wanita itu.
"Lho kenapa, Krisna? Kita kan sudah lama tidak bertemu! Aku hanya ingin cipika-cipiki saja kok," protes wanita itu yang bernama Dinda. Dengan mulut yang cemberut kini melirik ke arah Desti.
"Kamu tidak lihat, Dinda? Aku datang bersama dengan pacar aku. Kamu mau jika pacarku menjadi cemburu jika kamu mencium pipi aku?" ujar Krisna.
"Oh, jadi kalau kamu tidak mengajak pacar kamu, kamu mau kan jika aku cium kamu?" sahut Dinda sambil melirik ke arah Desti. Desti mendengus kesal. Saat ini Desti terlihat kalau benar-benar sedang cemburu. Dinda cantik dan mungkin lebih cantik daripada Desti. Hidungnya yang mancung dengan kulit putih bersih terlihat seksi dan mempesona. Dinda terlihat selalu merawat tubuh dan kulitnya. Berbeda dengan Desti yang cantik alami.
__ADS_1
"Tidak! Bukan begitu maksud aku. Walaupun tidak ada pacarku, aku tetap tidak mau berciuman dengan wanita manapun," kata Krisna meralat ucapannya. Desti mengerutkan dahinya.
"Hem, ya sudahlah! Apa maksud kedatangan kamu ke butik ku Krisna? Apakah kamu mau mengajakku makan malam bersama dengan klien kamu seperti yang Sudah-sudah?" kata Dinda. Dinda sengaja berkata demikian lantaran ingin membuat Desti cemburu dan Dinda ingin menunjukkan bahwasannya dirinya pernah dekat dengan Krisna. Tentu saja Desti seketika menatap Krisna.
"Em tidak! Sekarang ini aku mengajak pacarku ke butik mu. Tolong carikan gaun yang paling keren dan kekinian untuk acara makan malam. Oh iya ini pacarku Desti. Desti kenalkan ini Dinda, teman aku sejak kecil. Makanya dia dengan aku sudah dekat dari dulu. Kamu jangan cemburu yah," kata Krisna berusaha menjelaskan kepada Desti supaya tidak salah paham.
"Baiklah! Hanya demi kamu, aku akan mencarikan gaun yang paling indah. Tentu saja gaun itu lebih mahal karena hanya orang yang beruntung saja yang bisa memiliki dan membeli gaun itu," ucap Dinda.
Dinda kini menyuruh karyawan nya untuk mengambilkan gaun yang dimaksudkan. Tidak menunggu lama, karyawan Dinda datang memberikan gaun yang diminta oleh Dinda.
"Lihat lah Desti sayang! Gaun ini sangat indah dan pasti kamu akan lebih cantik jika mengenakannya," ucap Krisna.
"Tapi itu terlalu terbuka sekali, Krisna! Bagaimana jika aku pakai pakaian ini saja untuk menjumpai papa mama kamu," ucap Desti. Dinda yang mendengar penolakan dari Desti hanya mendengus kesal.
__ADS_1
"Halah, pura-pura jual mahal dan gak mau. Padahal aslinya ingin menghabiskan uang Krisna," gumam Dinda.
"Gaun ini bukan dipakai untuk menjumpai papa mama, tapi setelah menjumpai papa mama kamu mengenakan ini untuk menghabiskan malam panjang kita nanti," kata Krisna. Desti diam tidak ada lagi penolakan.
"Dinda, segera bungkus gaun ini! Aku rasa ukurannya sudah pas di badan Desti. Aku ingin Desti terlihat cantik mengenakan gaun ini," ucap Krisna kepada Dinda. Dinda akhirnya menyuruh karyawan nya untuk membungkus gaun yang diminta oleh Krisna.
"Pembayaran aku transfer saja yah, Dinda!" kata Krisna lagi.
"Baiklah! Lima puluh juta, Krisna!" sahut Dinda.
"Oke!" kata Krisna. Desti melebar matanya sempurna mendengar harga gaun itu.
"Maha sekali, Krisna!" bisik Desti.
__ADS_1
"Gaun cantik untuk wanita cantik dan spesial," ucap Krisna. Kembali Dinda mendengus kesal ketika melihat Krisna sangat perhatian dan menyayangi Desti.