
Darius bersama dengan Yaman mencari keberadaan Amira yang berjalan berdua dengan laki-laki itu. Di setiap ruko mereka belum mendapati keberadaan Amira dan juga laki-laki itu. Hal itu membuat jengah Darius.
"Di mana laki-laki itu membawa Amira?" pikir Darius sambil melihat kanan kiri di daerah itu. Yaman pun ikut mencari keberadaan istri Darius, Amira.
"Di mana Amira, Darius? Bagaimana kalau kamu menghubungi dirinya saja!" ujar Yaman memberikan masukan.
"Sudahlah, tidak perlu! Kita kembali saja! Nanti dia juga pulang ke rumah kalau sudah selesai dengan urusannya. Aku mempercayai Amira, istriku. Walaupun dia jalan dengan seorang pria yang menyukai dirinya, Amira tidak akan tergoda dengan nya. Amira tetap akan berusaha setia dengan aku," ucap Darius percaya diri. Yaman menyipitkan matanya dengan kata-kata Darius yang benar-benar mempercayai istrinya, Amira.
Darius mengajak Yaman kembali pulang ke rumah. Sementara di tempat lain saat ini Kusno mengajak Amira jalan ke suatu tempat. Di mana di sana banyak teman-teman kenalan Kusno yang semuanya saling berpasang-pasangan di rumah pribadi salah satu temannya Kusno. Acara kecil kumpul-kumpul saja bersama teman-teman Kusno yang baru kembali dari luar negeri.
__ADS_1
"Hai, kenalkan ini Amira!" ucap Kusno memperkenalkannya pada semua temannya di rumah itu. Semua melemparkan senyuman ramah dan menelisik Amira dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Boleh juga teman dekat kamu, Kusno!" sahut Fairuz si tuan rumah yang saat ini duduk di sebelah Ratna.
"Teman tapi mesra, yah?" sahut Nirmala yang duduk dekat Susilo.
"Ayo duduklah, Amira! Teman-teman ku ini semua nya pengusaha muda. Kalau yang cewek pekerjaan nya menghabiskan uang kekasihnya saja. Ini sangat berbeda dengan kamu yang wanita mandiri dan pekerja keras," ucap Kusno sambil melirik ketiga pasangan temannya itu. Ketiga wanita itu menjulurkan lidahnya ke arah Kusno.
"Tapi kami senang kok, bisa membuat pasangan kita menikmati hasil keringat kita," ucap Dido yang dibenarkan oleh Susilo.
__ADS_1
"Iya, kenapa juga kamu ini jadi laki-laki kok hitung-menghitung sih? Untung saja aku tidak memiliki pacar seperti kamu, yang pelit nya selangit. Oh iya mbak Amira! Jangan mau kalau diajak jalan oleh Kusno! Dia orangnya pelit dan perhitungan sekali," ucap Nirmala.
"Iya mbak, kami hanya teman kerja saja kok! Tapi soal pelit dan perhitungan, Kak Kusno tidak seperti itu kok. Nyatanya tadi kak Kusno membelikan aku tas branded dengan harga tiga ratus jutaan," ucap Amira membela Kusno. Kusno menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Aduh, kenapa di bilang di sini sih, sayang! Nanti teman-teman aku Fairuz, Susilo dan juga Dido akan diberondong oleh kekasihnya untuk dimintai tas serupa. Mana mereka mau membelikan tas mahal seperti itu sebelum mereka menjadi istrinya," sahut Kusno sengaja pamer dengan ketiga teman laki-laki nya.
"Halah, sombong amat! Kita berdua seperti ini saja sudah senang dan bahagia kan sayang?" sahut Susilo kepada Nirmala kekasihnya.
Akhirnya candaan itu membuat mereka tergelak tawa dan saling mengejek. Namun semua itu hanya candaan saja. Amira mulai enjoy berkenalan dan masuk bersama dengan teman-teman Kusno.
__ADS_1