SUAMI TAK DI ANGGAP

SUAMI TAK DI ANGGAP
PERUBAHAN AMIRA


__ADS_3

Di dalam kamar utama mereka, kini sudah seperti kapal pecah di tempat tidur mereka yang empuk. Amira terlihat begitu manja dengan Darius hingga pelukan Amira ke Darius terasa enggan dilepaskan.


Pagi sudah menyapa. Darius harus bangun dan mengejar mimpi dan meraih kesuksesan nya. Usaha toko roti yang baru saja Darius mulai dalam beberapa bulan ini sudah mendapatkan hasilnya. Amira pun juga masih bekerja membantu papa nya di perusahaan keluarganya.


Darius hendak turun dari tempat tidur itu, namun pelukan Amira membuat Darius harus pelan-pelan dia lepaskan. Sedangkan Amira masih terpejam dan bermalas-malasan untuk bangun dari peraduan itu.


Dikecup nya dengan lembut istrinya dan tangannya yang berada di atas dada nya dia singkirkan sementara dari sana. Mata Amira terbuka, senyuman lebarnya menatap Darius penuh kehangatan.


"Pagi, mas!" bisik Amira dengan melebarkan matanya.


"Pagi sayang! Aku harus mandi sayang! Sudah siang dan aku harus ke kantor mengurus beberapa pesanan hari ini dan memastikan semua beres supaya tidak ada komplain dari pelanggan," kata Darius dengan suara khas bangun tidur. Amira kembali memeluk Darius dengan erat.


"Hem, bukankah di sana ada Yaman yang bisa meng-handle dan mengurus semuanya, mas? Hari ini kita santai saja dan gak usah ngantor, mas. Demikian juga dengan aku, aku tidak akan kerja ketempat papa," ucap Amira dengan suara manja.

__ADS_1


Darius mengusap kepala Amira dengan lembut. Senyuman Darius mengembang ketika melihat Amira akhir-akhir ini menjadi sangat manja.


"Sayang, kenapa hem? Kamu mau lagi?" tanya Darius dengan bahasa absurd. Amira kembali mencubit lengan Darius dengan manja. Kepalanya ditenggelamkan di bawah ketiak Darius. Darius terkekeh melihat sikap istrinya yang lengket seperti perangko.


"Uang bulanan kamu sudah aku transfer yah sayang! Kamu bisa mengeceknya. Atau kamu mau shoping hari ini? Ke salon atau bertemu dengan kawan-kawan lama kamu," ucap Darius.


"Iya, aku sudah mendapatkan notifikasi dari kredit yang masuk. Terimakasih mas! Tapi aku lagi mau kamu. Hari ini gak usah pergi kerja yah, mas! Aku mau kamu dan manja-manja seperti ini sepanjang hari," kata Amira. Darius malah kembali terkekeh mendengar ucapan istrinya.


"Hem, tidak bisa sayang! Aku harus memastikan semuanya beres. Atau kamu ikut aku ke kantor? Kamu bisa makan kue-kue atau bolu model dan resep terbaru loh, sayang!" kata Darius.


"Ayo, sayang! Aku harus mandi dan ini sudah siang loh! Aku mau kerja dan kamu juga harus ngantor ke perusahaan papa kamu kan, sayang! Aku gak mau lagi disalahkan oleh papa mertuaku loh, sayang," kata Darius.


Darius turun dari tempat tidur itu dengan terpaksa. Kini Amira cemberut bibirnya. Tiba-tiba Amira merasakan mual dan ingin muntah. Sebelum Darius masuk ke dalam kamar mandi itu, Amira masuk duluan ke kamar mandi di ruangan pribadi mereka. Amira memuntahkan segala isi di dalam perutnya. Wajah Amira tiba-tiba memucat dan kepalanya menjadi pusing. Tentu saja Darius menjadi panik.

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa?" ucap Darius sambil memijat tengkuk dan kepala Amira.


"Enggak tahu, mas! Tiba-tiba aku gak enak badan," jawab Amira.


"Tapi kamu tidak sedang akting kan supaya aku tidak jadi ke toko kue kan untuk kerja?" tuduh Darius yang membuat bola mata Amira melebar dengan sempurna.


Lalu Amira dengan kasar memukul dada Darius lantaran sebal.


"Mas Darius jahat!" ucap Amira. Darius hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya sudah, aku mandi dulu baru kita periksa ke dokter yah sayang!" kata Darius kemudian. Namun Amira masih cemberut merajuk karena sikap Darius yang tidak sesuai apa yang Amira inginkan.


"Aku gak mau ke dokter! Aku pokoknya hanya mau kamu, mas! Aku mau kamu!" ucap Amira. Darius yang mendengar teriakan istrinya hanya terkekeh dan menahan tawanya di dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Ada apa sih dengan Amira? Lebih baik aku memanggil dokter keluarga saja setelah aku mandi. Bahaya kalau Amira ngambek. Bisa-bisa nanti malam senjata rudal ku ini bisa nganggur karena tidak bekerja keras," gumam Darius yang kini sudah di dalam kamar mandi membersihkan badannya di bawah shower.


__ADS_2