SUAMI TAK DI ANGGAP

SUAMI TAK DI ANGGAP
CERITA RUMAH TANGGA YAMAN


__ADS_3

Di dalam kamar, di atas peraduan. Pasangan suami istri itu kini saling dekap. Mereka usai melakukan ritual indah sebagai pasangan yang halal. Daris mengecup lembut dahi istrinya itu. Amira kini makin menenggelamkan kepalanya di bawah ketiak Darius.


"Mas, setelah ini aku akan siap melakukan program hamil. Aku akan rela dan ikhlas mengandung benih-benih kamu. Sudah saatnya aku menjadi ibu dan mengurus anak. Ini pasti sangat menyenangkan dan indah," ucap Amira sambil mendongakkan kepalanya melihat wajah Darius. Darius tersenyum mendengarnya.


"Benarkah semua yang aku dengar ini?" sahut Darius. Amira mengangguk pelan.


"Tapi Amira, aku belum memulai menjalankan bisnis itu. Aku takut jika kamu dan juga anakku kelak dalam kekurangan," tambah Darius. Amira meletakkan jari telunjuk nya di bibir seksi milik Darius.

__ADS_1


"Hem, kenapa tiba-tiba suami aku menjadi tidak percaya diri dan kurang bersemangat yah?" sahut Amira kini memanyunkan bibirnya.


"Maaf, aku hanya khawatir saja, sayang!" kata Darius.


"Kamu harus yakin bahwa papa mama kamu selalu mendukung kamu dalam usaha bisnis kue ini. Dan aku pun akan membantu juga supaya toko kue yang akan kita jalankan semakin sukses dan berkembang, serta memiliki banyak cabang," ucap Amira penuh semangat. Darius tersenyum lebar. Sekarang dirinya benar-benar bahagia. Darius merasa tidak salah jika memilih Amira menjadi istrinya. Selain cantik, pintar, pandai, kaya, pandai cari uang, Amira juga baik ternyata.


"Tidak! Aku sangat bahagia memiliki istri seperti kamu. Disaat aku sudah tidak punya harta kamu masih mau dengan aku," kata Darius. Amira tiba-tiba jadi merasa bersedih dan menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan terhadap Darius. Sikapnya beberapa bulan ini sudah sangat keterlaluan.

__ADS_1


"Mas, Darius! Kalau aku ingat sikap dan kata-kataku yang kasar dengan kamu, aku menjadi malu dan sangat menyesal. Maaf jika aku merendahkan kamu sebagai seorang laki-laki atau suami. Bahkan kamu rela melakukan pekerjaan rumah dan juga mencuci semua pakaian kotor ku. Dan yang keterlaluan lagi, aku dengan sengaja membiarkan kamu dan menyuruh kamu melakukan pekerjaan rumah itu. Aku dengan sengaja memberhentikan pembantu-pembantu di rumah ini. Padahal rumah ini adalah rumah kamu dan pembantu-pembantu itu sudah ada karena papa mama yang mempekerjakan nya untuk kita. Aku di rumah ini sebenarnya tidak memiliki hak apapun," ucap Amira panjang lebar.


"Hai kamu ini bicara apa sih, sayang? Kamu sudah bekerja dari pagi sampai sore. Terkadang sampai malam. Sedangkan aku masih belum bekerja dan menjadi suami pengangguran. Apakah ini pantas, jika aku berdiam dan malas-malasan di rumah ini? Walaupun rumah ini adalah pemberian papa mama ku, namun mereka memberikan nya untuk kita, sayang. Sudah lah, sekarang jangan diungkit lagi yang sudah berlalu. Sekarang kita jalani saja ke depan. Sambil kita saling berbenah dan mengingatkan, yah sayang!" ucap Darius panjang lebar.


"Oh iya, aku tidak ingin rumah tangga kita ini pada akhirnya seperti Yaman teman aku itu. Ternyata sebentar lagi mereka akan bercerai dengan istrinya. Padahal ketika aku bermain di sana, keadaan nya seperti nya tidak ada masalah apapun. Mereka Yaman dengan Desti, istrinya seperti nya akur dan romantis. Tapi tadi aku baru saja membaca pesan chat dari Yaman kalau mereka sudah resmi bercerai hari ini. Dan ini membuat aku sangat terkejut. Besok aku ada kencan dengan Yaman sekalian mengurus usaha baruku itu," Kata Darius bercerita.


"Namanya juga kehidupan rumah tangga, mas! Mungkin saat mas Darius di sana, Yaman belum mau bercerita soal permasalahan rumah tangga nya. Mungkin saja dia malu ketika rumah tangganya gagal," ucap Amira. Tiba-tiba Amira menjadi sangat bijaksana.

__ADS_1


__ADS_2