SUAMI TAK DI ANGGAP

SUAMI TAK DI ANGGAP
HARI BAHAGIA KRISNA DESTI


__ADS_3

Satu minggu berlalu.


Krisna dan Desti sudah mempersiapkan pernikahan mereka dengan matang. Lusa adalah hari indah dan bahagia untuk mereka. Namun saat ini keduanya sudah tidak sanggup menjalani pingitan atau untuk tidak boleh saling bertemu. Diam-diam Krisna mengajak kencan dengan Desti setelah pulang dari kantor. Padahal hari itu Desti sudah dilarang oleh orang tuanya untuk berangkat ke kantor atau bekerja. Namun Desti berhasil keluar dari rumah dengan alasan ada sesuatu yang hendak dibelinya. Padahal Desti juga ingin bertemu dengan Krisna. Desti merasakan kangen berat dengan calon suami nya tersebut. Demikian juga dengan Krisna. Calon pengantin tersebut seperti nya sudah tidak sabar menunggu perjumpaan setelah ijab kabul. Dan benar saja, Krisna membawa Desti ke apartemen di dekat kantor nya.


Benar saja! Sesampainya di dalam kamar, Krisna segera menciumi Desti dengan membabi buta. Tanpa ampun wanita dewasa yang masih muda itu mendapatkan serangan-serangan dari Krisna. Krisna akhirnya menggiring Desti menuju peraduan yang lebar dan mewah di kamar itu. Tanpa perlawanan, Desti pasrah dalam kungkungan Krisna yang menikmati segala aroma tubuhnya di setiap lekukan indah milik Desti.


"Setelah ini aku tidak akan membiarkan kamu setiap malam tidur dengan nyenyak sebelum kita melakukan kegiatan olahraga malam. Aku pastikan aku akan mengikat kamu dengan pernikahan. Aku sudah tidak perduli dengan orang-orang yang tidak menyetujui hubungan diantara kita," ucap Krisna. Desti menyipitkan bola matanya menatap netra Krisna yang sudah sayu lantaran hasratnya mulai meledak dan ingin segera menuntut kenikmatan.


Di dalam kamar yang ber AC itu sepasang kekasih yang sudah berusia dewasa sedang bergelut dalam penyatuan rasa. Suara manja Desti mulai keluar tatkala Krisna mulai mendominasi kegiatan di atas peraduan tersebut. Tidak henti-hentinya Krisna membuat Desti menggeliat seperti cacing kepanasan lantaran merasakan kenikmatan yang tiada tara. Demi apapun, bagi Desti berani bersumpah jika Krisna selalu membuat dirinya merasakan puncak nikmat dari kegiatan yang membuat candu bagi keduanya.


Tubuh keduanya keluar keringat padahal jelas-jelas di kamar itu AC telah dihidupkan. Entah kenapa masih saja keduanya seperti melakukan olahraga berlari hingga beberapa kilometer.


"Krisna! Oh, no! Jangan membuatku gila karena ini," gumam Desti. Gumaman Desti tentu saja semakin menambah semangat Krisna untuk membuat Desti mengakui bahwasanya dialah laki-laki yang bisa mengerti kemauan wanita nya.


"Bertahanlah, sayang! Setelah ini akan aku tunjukkan yang lebih nikmat dan akan membuat kamu tidak bisa lupa dengan aku. Ini akan menjadi candu buat kamu, sayang!" bisik Krisna. Kini Krisna sedikit menggigit telinga Desti pelan.. Tentu saja bulu kuduk Desti semakin merinding dibuatnya.


Demi apa pun, ini benar-benar membuat Desti pasrah menerima segala kenikmatan itu. Desti benar-benar menikmati nya. Hingga sampai akhirnya sesuatu bagian yang sudah mengacung keras dan panjang menerobos masuk ke liang pribadi milik Desti. Sontak saja Desti menjerit pelan. Namun dengan cepat bibir mungil Desti dibungkam cepat oleh Krisna dengan ciuman yang tidak kalah liar.

__ADS_1


"Krisna! Kamu gila!" umpat Desti. Krisna tersenyum nakal seraya menggerakkan pinggulnya hingga melakukan gerakan memompa sampai dalam senjata nya masuk ke dalam sarangnya.


Suara mereka saling bersahutan. Hanya dinding di kamar itulah menjadi saksi mereka melakukan kegiatan nikmat bagi seorang pasangan dewasa. Sampai beberapa lama, akhirnya keduanya sama-sama mencapai puncak gunung Himalaya. Pekikan keduanya sebagai tanda bahwa mereka sama-sama melakukan pelepasan puncak kenikmatan itu. Krisna ambruk di atas tubuh indah Desti yang masih polos. Senyuman puas keduanya kini tersungging nyata.


"Haus!" keluh Desti. Krisna tersenyum lebar mendengar keluhan Desti dengan suara manja nya.


"Ayo, kita mandi! Setelah itu kita makan," ucap Krisna seraya mengecup lembut Desti dengan penuh kelembutan.


"Krisna, aku benar-benar lelah! Kamu benar-benar membuatku semakin gila dengan semua ini," keluh Desti.


"Bagaimana dengan Yaman, dalam urusan ranjang? Apakah dia lebih hebat daripada aku?" tanya Krisna.


"Selalu pertanyaan itu yang kamu tujukan kepada ku Krisna! Aku tidak suka mengingat kembali masa lalu dan yang sudah terjadi. Apalagi harus membandingkan kamu dengan Yaman," sahut Desti dengan bibir cemberut. Krisna semakin gemas melihat nya.


"Maaf, sayang! Aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya takut suatu saat kamu kecewa dengan aku dan membandingkan dengan mantan suami kamu itu," kata Krisna.


"Semua sudah berlalu sayang! Jika kamu mencintai aku, seharusnya kamu mempercayai aku sepenuhnya. Jangan lagi mengungkit masa lalu. Oke?" kata Desti.

__ADS_1


"Baiklah! Maafkan aku!" sahut Krisna.


"Untuk kamu, aku selalu memaafkan kamu sayang! Asal kamu tahu, jika pertanyaan itu aku kembalikan kepada kamu bagaimana? Enakkan mana aku dengan mantan-mantan kekasih kamu itu? Apakah kamu bisa menjawab nya?" kata Desti. Krisna mengerutkan dahinya.


"Tentu saja aku berani menjawab nya, sayang! Selama ini hanya dengan kamu saja aku melakukannya. Ini serius.Hanya dengan kamu saja," Krisna merengkuh tubuh Desti dan diusapnya dengan mesra.


"Jangan bilang kamu mau tambah lagi, Krisna! "protes Desti. Namun tidak sampai hitungan menit, kembali Krisna menundukkan kepalanya mencari letak goa milik Desti yang membuat Krisna selama ini merasakan kenikmatan bersama Desti. Desti kembali melenguh dan tentu saja tidak bisa menolaknya kembali. Demi apapun, Desti kembali merasakan sensasi yang membuat darahnya kembali menghangat dan berdesir indah.


"Krisna! Kamu biadab!" umpat Desti tidak perduli suaranya memekik keluar kamar. Toh di apartemen itu hanya mereka berdua saja. Hanya senyuman puas dan nakal kembali terlempar dari sudut bibir Krisna.


"Semakin kamu mengumpat, semakin aku liar melakukannya, sayang!" kata Krisna sambil memainkan bukit indah yang selalu membuat dirinya di atas puncak kenikmatan.


🦋🦋🦋🦋🦋


Hari yang dinanti tiba. Desti dan juga Krisna menjalani prosesi pernikahan. Seharian mereka menjadi raja dan ratu dengan menerima ucapan selamat dari teman, kerabat, serta kolega. Di pesta itu juga hadir Darius bersama dengan Amira. Yaman? Sebagai laki-laki yang gentleman, Yaman juga hadir dengan mengajak salah satu rekannya di toko. Ini atas perintah Darius supaya Yaman yang menghadiri acara pesta pernikahan mantan istrinya dengan pria pilihannya itu, bisa menggandeng wanita lain juga. Walaupun wanita yang digandeng Yaman atau wanita yang diajak Yaman ke pesta tersebut belum menjadi kekasihnya. Ini hanya untuk menunjukkan bahwasanya Yaman juga bisa mendapatkan pengganti Desti juga.


Walaupun bagaimana, Yaman masih memiliki hati dan perasaan. Ketika melihat wanita yang masih disayanginya menikah dengan orang lain, pasti akan merasakan kepedihan di hatinya. Namun ini hanya soal waktu. Semuanya akan sembuh luka yang tidak berdarah itu seiring berjalannya waktu.

__ADS_1


__ADS_2