
Kembali fajar mulai mengintip dari ujung malam. Darius membuka matanya. Saat ini dirinya sedang dipeluk oleh Amira. Keduanya masih sama-sama polos di kamar tamu lantai bawah. Semalam sudah tidak sempat lagi menggendong tubuh Amira naik ke lantai atas di mana kamar utama mereka berada. Amira masih tertidur dengan lelapnya. Semalaman dirinya dan juga Amira menghabiskan permainan itu sampai berkali-kali. Senyuman tersungging di sudut bibir Darius. Dengan pelan melepaskan tangan Amira yang memeluk dirinya. Darius segera turun dari tempat tidur itu lalu masuk menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah mandi, Darius menaiki anak tangga menuju ke kamarnya untuk mengganti pakaian nya. Hari ini Darius akan berangkat pagi-pagi untuk melihat perkembangan selanjutnya toko kue yang lusa akan diresmikan itu. Memang toko kue tersebut sudah mulai beroperasi walaupun lusa baru diresmikan. Awal pembukaan toko kue milik Darius itu memberikan penawaran harga diskon hingga lima puluh persen sebagai promosi awal dibukanya toko kue tersebut.
Darius sudah siap dengan penampilannya yang rapi. Namun kali ini Darius memilih mengenakan pakaian yang tidak terlalu formal. Dengan kemeja lengan pendek dengan celana jeans disertai jaket nya yang bermerk dan mahal. Rambutnya yang mulai gondrong lurus dibiarkan terurai dibawah telinga namun sedikit di ikat bagian atasnya. Kali ini Darius benar-benar terlihat keren ketika mengenakan kemeja berwarna hitam gelap.
Dua pembantu rumahnya sudah sibuk dengan tugas-tugas nya. Darius tersenyum ramah kepada mereka.
"Halo bibi, semangat ya!" sapa Darius ramah saat melangkah menuruni tangga.
"Semangat, den Darius!" sahut bibi yang berusia sekitar empat puluhan tahun yang saat ini sedang membersihkan lantai rumah itu. Darius kini menuju ruang makan. Ada satu pembantu nya sedang sibuk menyiapkan makanan untuk sarapan tuan mudanya.
__ADS_1
"Tuan muda mau kopi, teh atau susu?" tanya pembantu baru Darius yang bernama Sofa yang memiliki dada yang padat berisi yang berukuran jumbo. Darius sempat memperhatikan bagian itu lantaran Sofa menawarkan susu baginya.
"Susu? Eh susu? Tidak, tidak! Aku ingin kopi saja!" sahut Darius. Sofa yang berumur tidak jauh dari bibi yang di atas bagian bersih-bersih rumah itu hanya tersenyum genit melihat tingkah majikan mudanya itu. Sofa segera membuatkan minuman yang diminta oleh tuan mudanya.
"Oh iya, bibi! Kopinya letakan saja di atas meja ini yah, aku akan membangunkan istriku terlebih dahulu," ucap Darius seraya melangkah menuju kamar tamu di mana istrinya masih terlelap di tempat tidur di kamar itu.
"Sayang! Ayo bangun sayang! Kita sarapan bersama!" ucap Darius sambil mendekati Amira istrinya yang masih terlelap tidur nya. Darius mencium kening istrinya dengan lembut. Amira begitu manis dan cantik bersinar ketika menjadi wanita yang penutur bagi Darius. Darius tersenyum melihat wajah istrinya itu. Semalam wanita inilah yang telah membawanya ke surga dunia. Darius makin cerah dan berasa hidup nya semakin bersemangat.
"Sudah jam enam sayang! Oh iya, bangun yuk! Aku harus segera sarapan lalu ke toko kue dulu. Jangan lupa besok lusa launching pembukaan toko kue milik kita sayang. Kamu bisa kan ijin dari kantor kamu? Minta ijin langsung dengan papa kamu, kalau kamu akan meresmikan pembukaan toko kue kita," kata Darius. Amira tersenyum lebar.
"Toko kamu mas, bukan toko kue aku, sayang!" sahut Amira.
__ADS_1
"Tidak dong! Semua milikku menjadi milik kita bersama, sayang!" kata Darius. Amira tersenyum lebar mendengar kata-kata manis Darius.
"Ya sudah! Ayo aku temani kamu sarapan! Hari ini aku akan ijin ke papa tidak pergi ke kantor," ucap Amira. Amira segera turun dari tempat tidur itu lalu menyambar pakaiannya dan mulai mengenakannya. Darius memperhatikan tubuh Amira semakin hari semakin seksi dan padat berisi.
"Kamu kalau lelah, capek dan pegal-pegal bisa ke salon untuk spa. Atau kamu bisa memanggil tukang pijat tradisional ke rumah," ujar Darius. Amira tersenyum mendengar saran dari Darius.
"Apakah semalam kita melakukan nya beberapa kali, sampai badanku terasa pegal-pegal semua nya," tanya Amira. Darius tersenyum dengan pertanyaan Amira.
"Kamu tidak seperti biasanya. Sebenarnya apa yang terjadi dengan kamu, Amira. Tiba-tiba kamu datang di antar oleh pria itu lalu mendatangi aku dengan cepat meminta itu kepada ku," kata Darius. Amira mengernyitkan dahinya.
"Aku diantar oleh Kusno yah? Hem, sepertinya ada yang tidak beres dengan minuman yang telah aku minum. Teman Kusno itulah yang memberikannya kepada ku. Tidak lama kemudian, aku menjadi tidak nyaman terhadap tubuh ku. Libido ku seketika naik dengan cepat. Makanya aku meminta Kusno untuk segera pulang dan cepat sampai di rumah. Kalau tidak segera kembali pulang dan bertemu dengan kamu, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan aku," jelas Amira.
"Lain kali berhati-hati lah dalam bergaul. Untung saja Kusno orang nya baik walaupun kita tahu, dia menyukaimu sejak lama," sahut Darius.
__ADS_1
"Maaf, maaf kan aku yah, mas! Papa selalu mencoba mendekatkan aku dengan Kusno saat meeting atau pertemuan klien," ucap Amira.
"Yang penting kamu selalu menjaga kepercayaan ku itu terhadap kamu. Aku percaya kalau kamu, setia kepada ku," sahut Darius. Kini Darius bersama Amira telah duduk di ruang makan sambil memakan sarapan pagi yang sudah disiapkan di atas meja makan oleh pembantu baru nya.