
Mobil Krisna kini telah membawa Desti meninggalkan Amira Bakery. Dengan perasaan lega, Desti akhirnya bisa meninggalkan tempat itu. Sebenarnya bukan lantaran tempat itu yang membuat sesak dan sulit bernafas Desti. Namun di tempat itu Desti melihat Yaman, mantan suaminya. Di mana ketika melihat mantan suaminya itu, hati Desti teriris pilu. Sebenarnya Desti tidak akan sanggup dan tega jika bertemu dengan Yaman. Apalagi harus menatap raut wajah Yaman yang sangat sedih dan kecewa saat perceraian itu terjadi.
Pernikahan Desti dengan Yaman akhirnya berakhir sudah. Sebenarnya bukan karena Desti melakukan perselingkuhan itu. Namun ada hal yang lain yang sangat fatal dalam hubungan rumah tangga khususnya suami istri. Dan alasan perselingkuhan itu hanyalah sebagai alasan supaya Yaman mau melepaskan dan menceraikan Desti dengan api kemarahan nya,
"Aku ingin pulang, Krisna!" ucap Desti kepada Krisna. Krisna mengernyitkan dahinya. Kaca mata hitamnya kini di lepas nya.
"Hai, ada apa dengan kamu, Desti? Apa aku sudah menyinggung kamu, sayang?" tanya Krisna.
"No! Kamu tidak melakukan kesalahan apapun. Aku hanya ingin beristirahat. Sepertinya hari ini sangat menguras energi ku," kata Desti.
"Baiklah, aku akan mengantarkan kamu pulang ke rumah," ucap Krisna.
"Krisna, terimakasih banyak!?" kata Desti. Krisna menengok Desti lalu tersenyum lebar kearahnya.
🍀🍀🍀
Mobil itu berhenti di rumah Desti. Krisna ikut turun bersama Desti. Langkah kaki itu kini masuk ke dalam ruangan rumah setelah Desti membuka kunci rumah nya yang selalu dikunci jika dirinya keluar rumah atau bekerja di kantor.
"Aku boleh mampir sebentar kan?" tanya Krisna dan langsung duduk tanpa menunggu persetujuan dan jawaban dari Desti.
__ADS_1
"Sebenarnya di tempat tadi ada mantan suami aku," kata Desti untuk mengawali cerita. Krisna mengernyitkan dahinya.
"Sudah aku duga! Laki-laki yang di sering nempel Darius itu kan?" sahut Krisna langsung bisa menebak. Desti kini mengangguk pelan.
"Dan mungkin saja dia mengira kamu adalah selingkuhan aku selama ini. Padahal kita selama ini hanya berteman baik tidak lebih dari itu kan?" kata Desti.
"Benar! Tapi itu dulu, Desti. Setelah aku tahu kamu sudah berpisah dengan suami kamu dan kamu kini menjadi seorang janda, aku ingin hubungan aku dengan kamu lebih daripada teman. Aku ingin mengikat kamu dengan tali pernikahan. Ijinkan aku serius berhubungan dengan kamu, Desti," ucap Krisna.
"Setelah kejadian malam itu, di mana kita sudah melakukan perbuatan yang seharusnya kita tidak boleh melakukan nya, aku sudah memutuskan untuk menerima kamu, Krisna. Aku sudah belajar menerima kamu menjadi pengganti Yaman, mantan suamiku. Dan aku sudah belajar mencintai kamu, karena kamu sudah melakukan itu ketika suatu malam. yang dingin sepi itu," kata Desti.
"Jadi kamu mau kan kalau aku menikahi kamu? Kamu sudah sah menjadi seorang janda dan perceraian itu sudah terjadi. Mau apa lagi, ayo kita menikah!" ucap Krisna.
"Aku kok tidak menyangka jika mantan suami kamu itu adalah seorang pria yang bukan pejantan tangguh. Selama beberapa tahun kamu menikah dengan Yaman, mantan suami kamu, kamu tidak pernah disentuhnya? Apakah dia tidak memiliki belalai dan tidak bergairah ketika melihat kamu tidak berbusana? Padahal kamu cantik, seksi, bahenol tapi kenapa Yaman tidak sedikitpun mau melakukan nya dengan kamu, Desti!" kata Krisna.
"Bodohnya Yaman membiarkan istri cantiknya nganggur setiap malam," sahut Krisna.
"Setelah Yaman mengalami kebangkrutan dan beberapa aset milik nya yang berharga dijualnya untuk menutupi hutang-hutangnya di bank, Yaman menjadi stress dan tidak mau lagi menyentuh ku. Awalnya percekcokan terjadi dan akhirnya komunikasi kami tidak nyambung. Aku tidak bisa memahami lagi apa yang menjadi kemauan Yaman. Dia minum-minum di rumah dan enggan untuk menjumpai kawan-kawannya yang masih ada hutang kepada Yaman. Yaman Tidak mau menagihnya," cerita Desti.
"Sampai dipuncak masalah ketika aku pulang dari kantor dan saat itu aku habis nglembur. Yaman membawa seorang wanita nakal di rumah nya, bahkan Yaman bersama wanita itu minum-minuman keras. Rumah berantakan bau minuman beralkohol menyengat hidung. Dua wanita penghibur itu didatangkan Yaman ke rumah itu. Rumah yang selama ini menjadi istana dalam pernikahan kami. Aku benar-benar sakit hati melihat itu, Krisna," cerita Desti.
__ADS_1
"Apakah kamu tahu kalau Yaman melakukan hubungan intim dengan wanita nakal itu, Desti?" tanya Krisna.
"Aku tidak melihat itu! Namun bagi aku ketika Yaman sudah membawa wanita itu ke rumah kami, itu artinya Yaman sudah mengajak ribut dan tidak lagi menghargai aku sebagai ratu di rumah itu. Sedangkan hampir satu tahun dia tidak mau menyentuh ku dan katanya tidak bisa melakukannya dengan aku. Lalu kenapa dia mendatangkan wanita-wanita itu masuk ke dalam rumah kami?" kata Desti bercerita.
"Mungkin saja Yaman ingin memperlihatkan kalau dia bukanlah pria impoten dan bisa melakukannya dengan wanita penghibur itu," anggapan Krisna.
"Tapi kenapa Yaman tidak mau melakukan nya dengan aku?" sahut Desti.
"Sebelum pisah ranjang itu terjadi aku dengan Yaman memang jarang sekali melakukan hubungan intim itu. Dan ketika melakukannya Yaman cepat loyo sebelum aku merasakan kepuasan itu. Dari itu aku juga kecewa. Aku pikir Yaman adalah laki-laki egois yang tidak mau tahu akan keinginan aku. Aku juga butuh nafkah batin itu. Namun ketika aku mengajak mas Yaman berobat ke dokter, dia selalu marah-marah dan merasa sakit hati. Sampai akhirnya Yaman membawa Dua wanita penghibur itu di rumah kami. Tapi aku sendiri tidak yakin jika Yaman bisa melakukan itu bersama kedua wanita itu. Namun kedua wanita nakal itu mengakui jika mereka habis bersenang-senang dengan Yaman," cerita Desti panjang lebar.
"Mantan suami kamu pembohong! Dia membohongi kamu! Dia pria impoten! Dia bukan pria tangguh! Makanya dia menceraikan kamu bukan?" tuduh Krisna.
"Entahlah! Semua sudah terjadi! Sudahlah!" sahut Desti akhirnya.
"Ya sudah! Tunggu apa lagi! Ayo menikah lah dengan aku dan aku akan membuat kamu bahagia bersama dengan aku. Bukankah kamu sudah membuktikan sendiri kalau aku adalah pria tulen?" kata Krisna dengan senyum nakalnya.
"Kejadian itu tidak kita sengaja Krisna! Aku dan kamu kamu melakukannya karena kita sama-sama mabok!" protes Desti.
"Apakah kamu mau melakukannya lagi disaat kita sadar seperti sekarang ini, hem?" goda Krisna.
__ADS_1
"Ais, pulang saja kamu! Aku mau istirahat!" sahut Desti mendorong keluar Krisna menuju pintu utama rumah Desti.
"Nanti malam aku akan datang ke rumah ini, Desti! Aku mau ke kantor sebentar," pamit Krisna dengan melambaikan tangannya kepada Desti.