
Saat ini Amira dengan Darius berada di dalam mobil. Darius mengajak Amira meninjau ke toko kue nya yang saat ini sudah mulai dibuka. Walaupun besok lusa baru diresmikan, namun toko kue tersebut sudah dibuka. Bahkan sudah mulai ramai dengan pengunjung dan pembeli untuk membeli, memesan kue di toko kue milik Darius tersebut.
Mobil itu sudah terparkir lurus di samping toko kue tersebut. Amira membaca nama toko kue tersebut yang tertulis sangat besar di plang depan toko.
"Amira Bakery? Sayang, kenapa kamu memberikan nama aku di toko kue kamu, mas? Kenapa tidak Darius bakery saja, mas?" ucap Amira yang saat ini masih berdiri mematung di depan toko kue tersebut. Darius menggandeng pinggang Amira dan mengajak nya masuk ke dalam toko kue itu. Beberapa karyawan yang bekerja di sana tentu saja sangat mengenal Darius. Namun belum mengenal Amira sebagai istri Darius. Senyuman lebar dan hormat para karyawan yang bekerja tersebut diberikan kepada Darius besarta Amira.
__ADS_1
"Nah, ini Amira sayang! Toko kue ini adalah toko kue aku dengan kamu. Kenapa aku memakai nama kamu di toko kue ini. Karena kamu adalah wanita yang spesial dalam hidup ku. Karena kamulah aku terpacu untuk sukses dan maju. Walaupun dengan sikap kamu yang sempat kasar terhadap ku, itu aku anggap sebagai cambuk buat aku untuk menjadi laki-laki yang lebih sukses dan tidak menjadi pecundang sebagai seorang suami. Nah sekarang lihat lah! Walaupun semua ini karena kemurahan hati papa mama dalam memberikan aku modal ini semuanya," jelas Darius. Amira sangat terharu mendengar ucapan Darius.
"Mas Darius! Maaf jika aku pernah emosi dan marah saat kamu lama menjadi pengangguran dan di rumah terus. Namun demikian aku tidak pernah sekalipun meremehkan kamu, mas!" sahut Amira dengan mata berkaca.
"Aku tahu sayang! Ayo sekarang kita ke ruangan privat aku, di sana sudah ada mama papa ku menunggu kita," ajak Darius. Amira jadi ragu ketika Darius bilang kalau mama papa nya saat ini sudah di atas menunggu dirinya.
__ADS_1
"Ayo, mama papa baik kok! Beliau tidak akan menggigit kamu, sayang!" ajak Darius sambil kembali menggandeng pinggang istrinya, Amira menaiki anak tangga menuju lantai atas.
Di ruangan kerja itu sudah ada mama papa Darius. Darius mulai mengetuk pintu ruangan itu. Darius membuka pintu ruangan itu dan menghambur lah mama Darius memeluk Darius.
"Darius, selamat yah sayang! Sebentar lagi kamu akan sukses di usaha toko kue ini sayang!" ucap mama Darius. Darius tersebut saat mama nya dengan penuh kasih sayang memeluk dan mencium pipi nya.
__ADS_1
"Aamiin, mama! Semua berkat papa mama. Kalau mama papa tidak kasih modal awal. untuk usaha toko kue ini, aku bisa apa ma, pa? Dan ini juga atas dorongan dan semangat dari Amira juga kan ma, pa? Berkat Amira, aku bisa bangkit untuk bisa lebih maju dan sukses," kata Darius masih juga memuji istrinya di depan orang tuanya. Mama Darius masih membuang muka nya dan terlihat tidak menyukai Amira.
"Mama, papa!" ucap Amira seraya menyalami kedua mertuanya walaupun masih terlihat jelas kalau kedua mertuanya tersebut tidak menyukai dirinya.