
Menggeliat dari tidur nyamannya. Deanra berusaha membuka matanya meskipun masih terasa sangat berat. Setelah tersadar sepenuhnya, ia segera bangun dan melangkah linglung ke kamar mandi.
Ia terlalu lelah, acara kemarin benar-benar menguras tenaganya, bahkan sampai malam ia juga ikut bergadang karena harus menunggu sampai keluarga pihak pria pamit pulang. Tak sopan rasanya jika keluarga mertuanya yang juga lelah malah ia tinggal tidur.
Ya, suaminya juga ikut dibawa pulang kembali. Itu sudah adat bagi keluarga mereka, dan hari ini barulah sang pengantin wanita akan dijemput dan diantar oleh keluarga ke rumah suaminya.
Meskipun sangat rumit. Tapi Deanra tak bisa membatah semua ucapan mereka, ia hanya bisa dengan patuh mengikuti setiap keputusan yang keluarganya lakukan.
Suara ketukan pintu kamar membuat Deanra yang sedang sibuk menyisir rambutnya terhenti.
"Masuk, Bu!" Deanra sudah tahu itu siapa, jadi ia langsung berteriak menyuruh orang yang mengetuk untuk masuk.
Benar saja, tak berapa lama akhirnya Syakira muncul dengan membawa nampan berisi sepiring nasi goreng.
"Ayo sarapan, Nak. kamu pasti lapar,"
Deanra mengerucut bibirnya tak suka, "Bu... kenapa harus membawakan makanan ku kekamar, aku sendiri bisa turun. Ibu gak boleh seperti ini,"
__ADS_1
Syakira mendekat, mengusap lembut puncak kepala putrinya sembari tersenyum sendu.
"Sebentar lagi kamu akan pergi nak, meninggalkan rumah ini dan datang ke rumah suamimu untuk kehidupan yang baru. Jadi biarkan ibumu memanjamu meskipun hanya sesaat," ucap Syakira. Ada rasa bahagia melihat putrinya akhirnya telah menikah, tapi juga ada rasa sedih untuk melepaskan sang putri yang akan tinggal jauh darinya nanti.
Deanra merasa matanya berembun mendengar ucapan ibunya. Ia ikut sedih, ikut merasa tak rela meninggalkan ibunya dan rumah ini. Tapi apa ia punya pilihan lain, setelah pemilik rumah ini sendiri yang akan mengantarnya pergi meninggalkan ini semua.
"Ayo cepat habiskan sarapan mu, nak. Lihatlah, hari bahkan sudah hampir jam sembilan pagi, kamu bahkan belum mengisikan apapun dalam perut mu."
"Baiklah,"
Keluarga baru?
Suami?
Dan akan ada orang-orang lain yang harus ia jaga perasaannya nanti. Apa bisa ia hidup seperti itu? Hidup dibawah atap yang berbeda dengan ayah dan ibunya?
Deanra merasa pusing. Ia mengusap wajahnya dengan frustasi. Pikiran-pikiran mengerikan ini membuat ia semakin pusing, dan semakin pusing lagi melihat detak jam yang terasa semakin cepat.
__ADS_1
Tak menunggu hari lagi, tapi menunggu jam yang akan berputar. Setelah itu ia akan memiliki hidup baru, suami baru, dan juga keluarga baru, ditambah dengan lingkungan baru juga.
"Aku benar-benar gila jika memikirkan semua ini!" Denara mengerang frustasi, ia benci perasaan ini, perasaan yang aneh menggelayut di benak dan hatinya.
Setelah beberapa jam berlalu, masa istirahat untuk gadis itu telah habis. Penata rias kembali hadir, kali ini ia akan kembali di hias dengan baik sebelum keluarga pria datang menjemputnya.
*****
Halo sayangku....
Bagaimana apa kalian suka dengan cerita ini?
jika suka jangan lupa tinggalkan jejak ya😁
VOTE, LIKE AND KOMEN
...SALAM CINTA...
__ADS_1