Suami Yang Tak Sempurna

Suami Yang Tak Sempurna
Dilo yang pemaksa


__ADS_3

Dilo menghabiskan makan siangnya dengan lahap. siapa yang menyangka akhirnya penantiannya berakhir indah. Bertemu kembali dengan wanita yang dicintainya, Dilo rasa perasaan ini begitu menggebu-gebu untuk memeluk tubuh mungil itu dalam dekapan hangatnya.


"Terima kasih karena sudah mau bertemu lagi dengan ku, De."


"Tidak masalah." ucap Deanra pelan, "sebenarnya aku datang untuk menanyakan sesuatu. Apa kamu mau jujur padaku, Kak?"


Dilo sedikit mengeryit heran. Melihat wajah serius dari wajah mantan kekasihnya itu ia merasa ada sesuatu yang kurang baik.


"Kamu mau bertanya apa?"


"Kenapa kemarin kamu mengirimkan aku pesan aneh seperti itu?"


Dilo tersenyum lebar, ternyata ini yang ingin mantan kekasihnya ini bicarakan. meskipun dia sedikit cemas, tapi ia juga senang, karena pesan itu akhirnya Deanra mau bertemu dengannya.


"Aneh apanya? Apa yang aku bilang itu benar, De. Suami kamu itu bukan pria baik, dia hanya berpura-pura sikap lemah saja di depan mu agar kamu kasihan."


"Kamu tahu dari mana? Aku tidak pernah bilang jika dia bersikap lemah didepan ku?" Meskipun Deanra tak menerima pernikahan ini, tapi dia juga tidak pernah mengumbar keburukan tentang rumah tangganya.

__ADS_1


Diam-diam Dilo tersenyum licik. Tentu saja dia menyelidikinya, karena ia tahu Ares bukan pria yang sehat makanya dia mau merebut kembali Deanra.


"Aku ini tahu semuanya, De. Aku juga tahu suamimu itu bukanlah pria yang sempurna...,".


Saat kata itu terucap entah mengapa ada rasa tak suka dalam hati Deanra. Dia menatap tajam Dilo yang menyengir di depannya. Dia merasa tak suka seseorang di dekatnya di Katai oleh orang lain.


"Kau memata-matai aku?!" Deanra merasa marah. Menyadari jika Dean tersinggung, Dilo segera merubah raut wajahnya.


"Bukan... bukan seperti itu, De." Dilo mengaruk tengkuknya yang tak gatal, "aku hanya kebetulan tahu saja. Lagi pula orang-orang juga banyak tahu siapa suamimu, aku tahu dari mereka yang tak sengaja dengar."


Keraguan itu muncul tanpa dia sadari. Melihat sikap Dilo yang aneh saat membicarakan tentang Ares, Deanra merasa mantan kekasihnya itu punya tujuan lain. Lagi pula siapa itu Ares? kenapa Seorang Dilo yang selalu berkutat dengan kamera dan laptop sampai mengental suaminya.


Tiba-tiba Deanra merasa tak selera lagi makan. Dia segera membereskan barang-barangnya.


"Dilo... Sepertinya aku harus kembali. Masih banyak pekerjaan yang belum selesai... Aku harus menyelesaikannya." ucap Deanra.


"Loh, kita baru saja bertemu. Apa kamu begitu cepat pergi?"

__ADS_1


"Tapi Di...,"


"Ayolah, De. Hanya sebentar, lagi pula akhir-akhir ini kamu begitu sulit untuk ditemui, apa begitu tak inginnya kamu berbicara dengan ku?" Deanra merasa tak tega melihat tatapan Dilo. Pada akhirnya dia menyerah, bagaimana pun dia menolak tapi kenyataannya Dilo masih tersimpan rapat di lubuk hatinya.


"Maafkan aku, Ares." ucap Deanra membatin. Meskipun ada rasa bersalah, tapi untuk saat ini ia juga menikmati waktu yang mereka habiskan bersama.


Deanra seakan lupa jika sore ini ia akan di jemput oleh suaminya di toko. Saat mereka selsai makan siang, Dilo mengajak Deanra untuk berkeliling mall.


"Kamu mau beli sesuatu, De?"


"Tidak, tidak. Aku sedang tak menginginkan apapun," tolaknya.


"Terima kasih, De. Aku senang hari ini kamu mau pergi bersama ku,"


Seolah tersadar, Denara langsung melihat jam di pergelangan tangannya.


"Ya, tuhan! Aku harus kembali ke toko!" Dia harus Samapi disana sebelum jam Lima sore, jika tidak tamatlah riwayatnya. Ares akan datang menjemputnya, seperti tadi pagi di antar karena masih dikira sakit, dan sore ini akan di jemput pula. Tapi sekarang dia malah lupa waktu, jika dia tak sampai di toko saat pria itu datang nanti Bisa-bisa mereka akan bertengkar hebat lagi.

__ADS_1


__ADS_2