Suami Yang Tak Sempurna

Suami Yang Tak Sempurna
Deanra


__ADS_3

Bukankah hari pernikahan adalah sesuatu yang sangat penting bagi hidup seorang gadis? Begitu juga yang dirasakan Deanra sekarang. Bedanya hanya saja ia terlihat seperti pengantin yang terpaksa, tak ada gairah untuk dirinya berbahagia seperti keluarga yang lain sibuk tertawa bahagia.


Denara meremas tangannya yang terasa kaku, beberapa menit lagi ia akan dihalalkan oleh seorang pria yang tidak disukainya. Rasanya ia ingin kabur sekarang, tapi ia tak punya keberanian sebesar itu untuk melawan pada kedua orang tuanya.


"Kak, Jangan tegang begitu. Ayo tersenyum lah," Mangala tersenyum geli melihat kakak perempuannya yang dari tadi berwajah tegang.


Pria tampan yang berdiri disebelah Deanra itu adalah adik kandung laki-lakinya. Satu-satunya saudara yang dimiliki Deanra. Adiknya itu baru saja datang tadi malam, hal itu membuat Deanra semakin kesal, bagaimana adiknya begitu brengsek malah mengejek dirinya yang sedang nelangsa sekarang.


"Diam kau, Mang! Atau aku akan mencekik mu?" Deanra melotot galak. Memperingati sang adik agar tak membuat dirinya semakin kesal.


"Wah... Jadi pengantin gak boleh galak-galak, kak. Atau nanti langsung tua." Mangala semakin terkekeh kecil. Meskipun ia tak suka saat Kakaknya memanggil dirinya dengan sebutan mang, tapi kali ini ia mencoba untuk toleransi. Untuk hari ini ia hanya ingin menggoda sang kakaknya saja.


"Sudahlah, aku malas bercanda denganmu sekarang. Tolong panggil ibu saja, aku tak butuh kamu!"


Manggala tersenyum menyeringai, "ibu sedang sibuk dengan tamu-tamu dibawah, makanya aku yang disuruh jaga kamu disini, kak." Mangala mengambil kursi, duduk lebih dekat lagi dari kakaknya.


"Apa?"

__ADS_1


Pria berumur dua puluh tahun itu semakin tertawa melihat wajah kakaknya Semakin terlihat kesal. Tapi tak berapa lama, tiba-tiba Manggala memeluk sang kakak dengan sayang.


"Gak nyangka kamu akan berjodoh dengan Mas Ares, kak. Aku harap kamu bisa menerimanya dengan lapang dada,"


Deanra tercekat. Ia diam kaku sampai sang adik melepaskan pelukannya. Menerima Ares?


Deanra bahkan tidak berpikir sedikitpun tentang itu. Apa iya bisa?


"Apa kamu mengenalnya?" Akhirnya pertanyaan itu terlontar dari bibir gadis itu.


Manggala tersenyum lebar. "Tentu saja, bukankah kau juga mengenalnya?"


Cukup pertanyaan panjang itu. Manggala terperangah total mendengar perkataan kakaknya.


"Astaga, Deanra! Lo dapat gosip dari mana yang bilang Mas Ares gila?"


"Semua orang berkata seperti itu,"

__ADS_1


Jika saja kakaknya sekarang tidak sedang menjadi pengantin, dan takut merusak hiasan di wajah kakaknya, Manggala mau rasanya menjintak kepala itu agar tak semakin membuatnya kesal.


"Lo dengar ya! Kak Ares itu gak gila, tapi dia penderita penyakit autisme ringan, gak berat!"


Deanra tak mengerti, "Apa bedanya berat sama ngak?"


Manggala benar-benar ingin memukul kepala Deanra saking kesalnya. Tapi untuk saja ketukan pintu segera terdengar, dan tak lama terlihat ibu sama saudara yang lain masuk kedalam kamar.


Sebenarnya Deanra masih ingin bertanya, tapi melihat banyaknya orang ia mengurungkan niatnya. Ia tersenyum manis mendapat ucapan selamat dari beberapa saudara ibu dan ayahnya yang ikut masuk bersama ibunya.


"Wah, cantiknya pengantin wanita ini. Bibi benar-benar pangling lihat kamu, Dean. Benar-benar cantik," Deanra tersenyum mendapat pujian itu. Lalu ia menatap ibunya, Syakira segera mengerti jika sang Anka saat ini merasa tak nyaman dikerumuni oleh emak-emak itu.


"Pernikahan sudah akan dimulai. Ayo turun, nak." Seperti mengerti, ibu-ibu itu segera keluar terlebih dahulu.


Berselang beberapa menit Deanra dibimbing oleh ibunya keluar dari kamar dan diiringi oleh sang adik yang terlihat tak ingin meninggalkan kakak perempuannya.


Manggala bukan pria bodoh. Dari tadi dia memang sengaja bercanda dengan kakaknya agar Deanra tak tegang dan cemas dengan saat nanti duduk di samping Mas Ares. Memangnya wanita mana yang tidak akan berpikir dua kali jika menikah dengan pria seperti Ares, pikir Manggala. Jadi dia memahami ketegangan yang terjadi.

__ADS_1


******


__ADS_2