
"Hari ini pergi keluar bersama lagi ya?" Deanra tiba-tiba bertanya membuat Ares menjadi bingung.
"Apa?"
"Aku bertanya apa kamu keluar bersama Nova lagi hari ini?" Sebenarnya dia malu, tapi ia juga penasaran karena seharian ini dia di toko.
Ah, sepertinya dia benar-benar sudah sepeduli ini pada suaminya. Apa benar-benar dia menaruh perasaan pada Ares.
"Iya... Hari ini dia memintaku menemaninya ke butik Bunda. Memangnya kenapa?"
Deanra tersenyum sinis mendengar jawaban Ares yang terlewat santai. Ingin sekali ia mengutuk perasaan yang tiba-tiba ini, tapi ia juga tak bisa menapiknya.
Tak ingin terus berbicara dan membuat dirinya tak senang, Deanra segera berlalu ke kamar mandi.
"Dia kenapa? kok jadi kesal begitu?" Ares merasa sikap aneh istrinya dua hari ini.
Ares kembali fokus pada laptopnya. Keterbatasan dia membuat hidupnya hanya berputar pada satu arah saja, Ares sangat menyukai semua yang berjenis komputer. Karena itu sampai sekarang ia hanya bisa menekuni satu hal itu saja, dan pilihan satu-satunya yang ia buat adalah bekerja sebagai Hacker.
__ADS_1
autisme yang di deritanya membuat hidupnya memiliki keterbatasan. Dia hanya bisa fokus dengan satu hal, dan sangat sulit belajar hal-hal baru. Karena itu ia memilih membatu prusahan ayahmya lewat kecerdasannya dari balik layar saja, ia tak berani terjun langsung dan membuat orang-orang akan mencemooh kekuranngan dirinya.
Jika bukan karena dirinya yang kekurangan seperti sekarang mungkin dari dulu dia sudah terjun ke kehidupan perkantoran dan mengambil ahli prusahan sang Ayah. Tapi lagi-lagi keterbatasan dirinya, dia harus puas dengan pekerjaan seperti sekarang.
******
Memasuki tempat perbelanjaan yang mewah membuat Deanra sedikit tak percaya diri. Hari ini pergi keluar bersama suaminya, awalnya dia berpikir Ares akan membawanya kancan dan jalan-jalan seperti sepasang suami istri, tapi siapa yang menyangka ternyata gadia yang membuat ia kesal beberapa hari ini malah dibawa ikut.
Jika tahu begini lebih baik dia menolak saja tawaran dari suaminya, dan lihatlah sekarang dia merasa menjadi terasingkan dan merasa kesal melihat kemesraan dua sepupu itu.
"Aku udah capek jalan, sebaiknya kalian berdua saja yang keliling lagi." Sebenarnya yang capek bukan hanya kakinya, tapi juga hatinya.
"Kenapa? Apa kamu mau pulang saja? Kalau begitu ayo pulang."
"Bukan bukan. Ares, sebaiknya kamu bawa saja sepupumu berkeliling. Aku disini saja menunggu kalian,"
Sebelum Ares menolak usulan istrinya, Nova lebih dulu menarik tangan Ares.
__ADS_1
"Ayolah Mas, kamu harus menemaniku mencari tas yang sedang aku incar." Rengekan manja gadis itu membuat Deanra memutar matanya malas.
Tanpa berkata lagi Deanra menjauh, ia segera meningalkan sepasang sejoli itu begitu saja.
"Menyebalkan! kenapa aku harus marah melihat mereka mesra begitu?"
Tiba di restoran, lagi-lagi Dean kembali dibuat kesal. Bukan karena hal lain, masih yang sama. Dia tak bisa menelan makanan apapun yang sudah di hidangkan di depannya. Dalam pikirannya terus saja memikirkan sang suami dan juga membuat dia tak selera makan.
"Mereka sedang apa ya? Pasti lagi ketawa bahagia. ckk, dasar lelaki buaya! sepupunya sendiri dia embat juga!"
Deanra melamun sambil mengaduk-aduk makanannya dengan kesal. Semakin dia pikirkan semakin sakit hatinya, dia benar-benar tak menyadari perasaannya sendiri.
"Loh, kak Deanra? Kok ada disini?"
****
Jangan lupa mampir juga kecerita terbaru Author.
__ADS_1
-Ruang sunyi
-Patah, dll