Suami Yang Tak Sempurna

Suami Yang Tak Sempurna
Manjanya deanra


__ADS_3

Setelah membeli obat di apotik, mereka kembali melanjutkan perjalanan yang masih cukup jauh itu.


Sepanjang jalan Ares sangat kawatir, melihat tubuh istrinya yang semakin panas dan lemah, ia benar-benar jadi gelap mata. Beberapa kali ia mencoba melakukan sesuatu untuk membuat dirinya tak cemas dan marah, tapi ia tak bisa.


Beberapa luka baru tercetak di lengan dan tangannya. Untuk sekarang ia sedang memeluk Dean, jadi ia bisa mengontrol diri dan tangannya tak bisa menjangkau anggota tubuh yang lain.


Setelah minum obat Dean tertidur, ia tak menyadari apa yang terjadi dan tidak akan mempercayai apa yang terjadi pada Ares.


"Pak, cepat lah. Berapa lagi kita akan sampai?!"


"Mohon maaf, tuan. Sepertinya satu jam lagi, jalan sedikit macet."


Dia menarik nafas panjang. Ia bingung jika menghadapi situasi seperti ini. Dia tak pernah menjaga dan merawat orang lain. Karena selama ini dia yang selalu di rawat bukan merawat.


Satu jam perjalanan, mereka telah sampai di rumah utama. Tanpa menunggu lama Ares segera menggendong Deanra yang sedang tertidur masuk kedalam rumah.


Saat Pintu terbuka, Ares segera menyuruh pembantu rumah itu memanggil bundanya.


"Bik, apa bunda sudah tidur?"


"Itu Den... Sepertinya belum, karena tadi bibik lihat lampunya masih nyala."


"Kalau begitu tolong panggil Bunda. Bilang saya sudah pulang dan istri saya sedang sakit." Setelah memberitahu pembantu, Ares segera membawa istrinya yang masih terlihat lelap tidur. Mungkin karena obat yang dia makan tadi, sehingga dia terlihat seperti putri tidur saja.


Tak begitu lama akhirnya Bunda Aisyah datang dengan wajah kawatir. Ares bernafas lega, setidaknya jika dirumah dia bisa meminta bantuan bundanya untuk merawat Deanra.


"Istrimu kenapa, Ar?"


"Dia demam, Bun. Aku tidak tahu kenapa,"


Aisyah mengerti, karena tak ingin anaknya semakin kawatir, dia segera menelpon dokter keluarga untuk segera datang. Mereka memang memiliki dokter khusus untuk keluarga jika dalam waktu terdesak.

__ADS_1


.....


Deanra memegang kepalanya yang terasa sangat sakit. Dia terbangun di tengah malam, saat dia melihat jam ternyata itu pukul dua belas malam lewat.


Mungkin karena tubuhnya yang tidak baik, dia merasa sekujur tubuhnya ngilu jika digerakkan.


"Astaga... Ternyata sudah sampai di rumah. Bagaimana bisa aku tak sadar saat di angkat orang Ares?" Saat mengingat nama pria itu dia segera menoleh ke samping. Benar saja suaminya itu tak ada di sebelahnya.


Kemana dia?


Deanra merasa sedikit cemas, jadi ia berusaha bangun untuk mencari keberadaan suaminya. Saat ia ingin berdiri pintu kamar terbuka dengan Ares yang datang membawa segelas air... Entahlah, seperti Deanra juga tak tahu air apa itu.


"Kenapa kamu bangun?" Ares yang kawatir langsung berlari menghampiri istrinya setelah meletakkan gelas di tangannya. "Mau kemana? kenapa berdiri tanpa memanggil ku?"


Dean yang ditanya seperti itu juga merasa bingung. Dia tak ingin mengakui jika dirinya ingin pergi mencari Ares.


"Hanya... Ingin ke kamar mandi." Alasan yang dibuat-buat, tapi setelah mengucapkan itu ia merasa menyesal.


"Tidak, tidak. Sepertinya aku sudah tak butuh lagi," ucap Dean. Dia tak butuh, karena itu hanya alasan saja. Lagi pula Dean merasa juga tak punya banyak kekuatan untuk berjalan. Tubuhnya benar-benar terasa sakit, ini benar-benar menyiksanya, apalagi di tambah dengan kepala yang semakin pusing. Yang dia inginkan sekarang hanya isyarat dengan tenang.


Ares mengeryit heran. Memang ada orang yang ingin kekamar mandi di undurkan?


"Kamu baik-baik saja?"


"Ya. Aku baik-baik saja,"


Deanra butuh kenyamanan dan kehangatan jika sudah sakit seperti ini. Jika dulu ia masih di rumah orang tuanya, ketika dia demam ibu atau Ayahnya akan selalu menemani dan memeluknya ketika tidur. Tapi sekarang tak ada mereka. Apa mungkin dia meminta pada Suaminya saja?


Tapi dia juga malu....


"Kenapa?" Ares yang melihat istrinya merasa tak nyaman bertanya dengan lembut.

__ADS_1


"Apa aku boleh meminta sesuatu padamu...," Deanra menatap suaminya dengan ragu.


"Katakanlah... Kamu mau apa, istriku?" Wajah Dean mendadak memerah mendengar panggilan suaminya yang sedikit aneh.


"Jika sakit aku tidak bisa tidur sendirian... Bolehkah tolong peluk diriku? Aku benar-benar tak bisa merasa nyaman...,". setelah mengatakan itu Deanra seakan ingin menyembunyikan wajahnya, dia malu. Tapi dia memang membutuhkan pelukan seseorang sehingga.


Biasanya hanya seperti itu yang bisa membuat tubuhnya tenang. Deanra benar-benar tak ada pilihan lain.


"Kamu...," Ares merasa bahwa keadaan sekarang benar-benar membuat dia bahagia. Tak lagi berkata, dia langsung memeluk tubuh kesayangan itu.


"Tubuhmu sangat panas, De. Apa sebaiknya kita ke rumah sakit saja?" Deanra mengeleng, dia tak suka rumah sakit.


Tiba-tiba Ares ingat jika tadi dia membawa air jahe hangat. "De, kamu minum air jahe merah dulu ya... Bunda yang buat untuk kamu tadi,"


Sebenarnya Dean malas, tapi mendengar nama bunda dia langsung setuju. Bagaimana pun dia harus menghargai mertuanya itu.


Setelah selesai meminumnya, Deanra kembali merebahkan tubuhnya dan langsung menyusup dalam dekapan Ares.


"Hangat...," ucap Dean lirih.


Ares semakin tersenyum lebar. Dia senang melihat Dean yang manja sedang sakit seperti ini. Jika seperti ini Ares jadi berpikir jahat, ia malah ingin gadis ini sakit lebih lama dan selalu manja padanya. Tapi tiba-tiba ia juga merasa tak rela, ia paling tak bisa melihat orang yang disayanginya kesakitan.


"Maaf...,"


******


......


***Jangan lupa tinggalkan jejak 😍😘😍😘😍😘😘


salam cinta Ara putri 😘***

__ADS_1


__ADS_2