Suami Yang Tak Sempurna

Suami Yang Tak Sempurna
rasa kasihan


__ADS_3

Deanra menatap ponselnya dengan linglung. Tak percaya Dilo akan berkata seperti itu, padahal mereka sudah sama-sama berjanji bahwa hubungan ini hanya akan berjalan seperti teman saja.


"Kamu Nelpon sama siapa, De?"


Deanra terlonjak kaget saat menyadari suaminya berada di belakangnya.


"Ar... Kamu sudah bangun?" Denara bertanya dengan gugup. Ia benar-benar tak menyangka Ares akan mendengar dirinya menelpon dengan Dilo.


"Kenapa gugup begitu? Apa kamu baru saja menyembunyikan sesuatu dariku?"


Dila mengeleng pelan, lalu ia melangkah kembali ke dalam kamar mereka tanpa menjawab ucapan Ares.


"Deanra, Apa kamu masih berhubungan dengan Kekasih masa lalumu?" Ares bertanya agak keras. Menatap sikap istrinya yang berbeda membuat ia tak suka.

__ADS_1


Deanra mencoba untuk mengabadikan setiap pertanyaan Ares. Tapi saat satu pertanyaan ini terlontar dari Ares, tubuh Dean menjadi kaku. Kali ini pertanyaan Ares berhasil membuat sesuatu ketakutan dalam hatinya muncul.


"Dean...,"


"Apa hak mu bertanya, Ares?!" Satu kalimat bernada sinis itu meluncur dari bibir Dean. "Aku tak harus mengatakan semuanya padamu bukan?"


"Dean, aku suami mu. Hak ku sebagai suami yang bertanya pada istrinya, pria mana yang menelpon mu Tadi?!" Ares tahu, dia mendengar hampir semua pembicaraan mereka tadi. Dan kali ini dia tidak bisa diam, rasa cemburu yang ia rasakan membuat dirinya sangat marah.


Deanra terkejut mendengar nada suara Ares yang sedikit meninggi. Dan apa tadi? Ares mendengar pembicaraan mereka, tiba-tiba Dean merasa tidak enak hati, tapi gengsi dalam hatinya membuat ia tak ingin kalah.


Setelah mengucapkan kata-kata yang begitu panjang, Deanra langsung pergi meninggalkan Ares yang diam mematung. Kali ini pria itu tidak hilang kendali, tapi ia sedang meresapi rasa sakit hati dengan kata-kata istrinya.


"Dilo? Kamu bahkan menyebut namanya tanpa malu di depan ku, Dean. Apa cintamu untuknya begitu besar?" Ares meremas dadanya yang terasa nyeri. ternyata patah hati sangat menyakitkan, pertama kali ia merasa perasaan seperti ini.

__ADS_1


Untuk kali ini Ares mencoba kuat, mencoba mengendalikan emosinya agar tak membuat hal yang memalukan lagi. Dia tak bisa stres sekarang, jika itu terjadi dia akan menyusahkan Deanra lagi, dan perempuan itu akan semakin benci padanya nanti.


****


Disisi lain Denara sedang terdiam di bawah pohon didepan villa. Ada rasa sesal dalam hatinya karena berkata begitu kasar pada Area. Tapi inilah kenyataannya, perasaan kesal ini sudah ia sempan selama ini, akhirnya ia katakan juga.


Hidup bersama Ares dan keluarganya, Deanra tahu di rumah itu ia tak bisa sembarang bersikap. Tapi disini ia tak peduli lagi, nyatanya selama beberapa bulan bersama deanra masih merasa Ares tak cocok untuknya. Dan lagi, kehadiran Dilo yang beberapa saat sudah kembali menggoyahkan hatinya.


"Aku benci hubungi ini! Ya Tuhan... apa aku harus terjebak hidup bersama pria seperti Aras itu selamanya? Aku merasa tak sanggup! Bisakah dia menghilang saja, aku muak dengannya!"


Dia tak ingin kembali ke kamar mereka lagi. Dia masih kesal, sedang tak ingin melihat wajah polos Ares yang pada akhirnya akan membuat dia merasa kasihan. Ya, Dean yakin selama ini sikap lembut dan baiknya pada Ares hanya karena kasihan, tak mungkin yang lain.


*****

__ADS_1


Jgn lupa tinggalkan jejak 😘


__ADS_2