Suami Yang Tak Sempurna

Suami Yang Tak Sempurna
Merasa terganggu


__ADS_3

Kehadiran sepupu Ares di rumah ini benar-benar membuat Dean merasa tak senang.


Kemarin saat orang tua gadis itu pulang, bukannya mereka membawa anaknya pergi, tapi malah menitipkan putrinya di sini.


Sebagai istri dari sepupu gadis itu, tentu saja Deanra benar-benar harus menjaga sikapnya. Tapi melihat sikap Nova yang sinis padanya membuat Dean menjadi kesal juga.


"Sebenarnya kalian itu sepupu seperti apa sih? Kok sampai sekarang dekat itu?" Deanra bertanya pada Ares dengan wajah dongkolnya.


" Memangnya dekat bagaimana? Perasaanku biasa aja kok,"


Deanra mencibir. Biasa katanya, masa iya sepupu saat berbicara harus begitu intim sih?


"Biasa ya? pelukan dan rangkulan biasa. Tapi Bunda bilang kan kalian bukan saudara yang sedarah sehingga boleh bersentuhan?"


Ares terkekeh geli mendengar ucapan yang di lontarkan istrinya. Ingin sekali ia juga bertanya 'Lalu bagaimana dengan kau dan kekasih mu?'


Jadi berhubung dia tak ingin bertengkar jadi dia memilih dia saja tak menjawab ucapan istrinya.


"Kenapa diam?" Dean merasa tak puas melihat suaminya hanya diam saja dan tidak menjelaskan hubungan pria itu dengan gadis yang baru datang di rumah ini.


"Memangnya kamu mau jawaban apa?"

__ADS_1


Sebenarnya pertanyaan itu biasa saja, tapi entah mengapa di telinga Deanra terdengar lain dan membuat hatinya dingin.


Ditanya seperti itu terasa sedikit menyakitkan. Sekarang ia merasa seperti istri yang dilupakan dan tak berhak menutup jawab dari suaminya.


"Aku hanya ingin tahu... Apa hubungan kalian itu lebih dari itu?"


"Lebih bagaimana?"


Deanra mengangkat bahu. Dia memilih diam dan tak melanjutkan ucapannya saat melihat orang yang sedang mereka bicarakan datang mendekat bersama Bunda Aisyah.


"Aduh, ternyata kalian disini. Dari tadi bunda cari kamu loh, Ar."


"Kenapa Bunda?" Deanra segera bertanya.


Deanra menatap suaminya, dia berharap Ares menolak. Tapi apa yang dia harapkan tak terjadinya, nyatanya pria itu langsung mengiyakan ucapan sang Bunda begitu saja.


"Apa aku boleh ikut?" Tiba-tiba saja pertanyaan itu Deanra ucapakan, dia merasa sedikit malu.


Tapi belum sempat Ares menjawab Iya, Aisyah sudah lebih dulu memotong.


"Dean gak usah pergi, ya. Hari ini bunda mau ajak kamu buat kue, jarang-jarang kamu libur ke tokoh dan punya waktu bersama bunda."

__ADS_1


Deanra tak bisa menolak. Dia tentu saja tak berani membantah dan membuat mertuanya bersedih.


Meskipun dalam hati dia sangat kesal, Dean tetap berusaha tersenyum.


"Kalau behitu baiklah, Bunda. Aku gak jadi ikut kalian," ucapnya berpura-pura tersenyum manis.


****


Tak ada suara di sepanjang jalan. Ares yang terlihat dingin membuat Nova merasa sedikit tak senang.


"Mas Ares kenapa?" Nova ingin menyentuh tangan Ares, tapi pria itu sudah lebih dulu menghindar.


Ares kembali teringat dengan ucapan Istrinya tadi sebelum pergi. Benar, sepertinya memang tak seharusnya dia bersentuhan begitu dekat dengan Nova.


Mereka bukan sepupu yang mahrom dan halal untuk saling bersingungan. Meskipun istrinya tak marah, tapi ia juga takut dengan dosa. Apa lagi sikap Nova yang selama ini terlampau manja padanya, ia harus mengambil tindakakan.


"Apa karena kakak ipar tidak ikut? Kenapa mas Ares menghindariku?"


Ares tak menjawab, pria itu tetap diam sambil memperhatikan pemandangan sepanjang jalan.


Sikap Ares yang terlihat berbeda membuat Nova ikut memilih diam. Dia tidak bicara lagi, jika sudah dalam suasana seperti ini itu berarti dia tak bisa di ganggu.

__ADS_1


Penderita Autisme benar-benar membuat sikap Ares menjadi tak menentu. Tapi sampai sekarang sepertinya dia masih baik-baik saja, tak ada tekanan tertentu yang membuat dirinya marah-marah. Hanya saja akhir-akhir ini Dia sering melamun dan bersiam diri dengan sikap anehnya.


Nova jadi bergidik ngeri. Jangan samapai dia membuat suasana hati pria di sampingnya memburuk.


__ADS_2