Suami Yang Tak Sempurna

Suami Yang Tak Sempurna
Rencana Manggala


__ADS_3

Sejak menikah, ini pertama kali Manggala datang ke rumah kakak iparnya. Pulang dari luar kota, dia secara khusus datang melepas rindu dengan sang kakak dan keluarga yang lainnya.


Kabar jika pernikahan Deanra yang kurang akurat bersama suaminya, salah satu hal alasan Manggala datang kemari. ia ingin lihat secara langsung, apa benar kakaknya itu begitu keras kepala dengan mempertahankan cinta masalalunya?


"Apa kamu belum pulang kerumah Ibu?" Dean menatap adiknya dengan kesal, "bagaimana bisa kamu pulang dari luar kota bukanya pulang kerumah tapi malah pergi kesini." Dean kesal melihat kelakuan adiknya.


"Eh, kenapa kesal begitu. Seharusnya kamu itu senang, kak. Adikmu begitu merindukan mu,eh jauh-jauh ke mari malah dimarahi," Manggala pura-pura merajuk.


Dean tak menjawab ucapan sang adik, jika dia bicara lagi bisa-bisa dia gemas dan memukul kepala adiknya itu. Oh ayolah, Deanra paling tak bisa menahan tangannya jika sedang gemas pada seseorang.


"Mas Ares mana?" Manggala tak melihat Diman keberadaan kakak iparnya itu. Padahal ia datang ingin mengobrol bersama kakak iparnya itu.


"Ada perlu apa kamu bertemu dengannya? Bukankah tadi kamu bilang ingin menemui kakakmu, tapi kenapa sekarang berubah," Deanra pura-pura merajuk, dan hal itu disambut dengan decakan kesal Manggala pada sang kakak.


*****


"Kamu baru sampai?" Manggala menganguk saat di tanyakan oleh Ares. "Apa sudah bertemu dengan kakakmu?"


"Sudah, bahkan kami juga sudah sempat berantem tadi." Adu Manggala yang membuat Ares tertawa mendengarnya.

__ADS_1


"Bagaimana? Apakah keponakan untuk ku sudah jadi?" Sebenarnya Manggala hanya ingin bergurau, tapi siapa sangka wajah Ares yang tadi cerah berubah redup membuat Manggala merasa tak enak.


"Sepertinya Aku salah bertanya... Seharusnya aku bertanya apa Kamu sudah berhasil menaklukkan hatinya," ujar Manggala lagi. Dan sesuai dengan yang dipikirkannya, hubungan kakak nya ini benar-benar tidak berjalan dengan baik.


"Kamu benar... Sepertinya Deanra tak bisa melupakan pria masa lalunya. "


Manggala tak tahu apa yang di pikiran oleh kakaknya itu. Sudah berbulan-bulan menikah, tidakkah hatinya bergetar melihat pria setampan Ares ini selalu tidur bersamanya di setiap malam?


"Bagaimana jika Mas Ares aku bantu saja?" tiba-tiba Manggala punya ide licik di pikirannya. Ia ingin lihat seberapa keras hati kakanya bertahan dengan mencintai mantan kekasihnya itu.


"Memangnya kamu ingin melakukan apa?"


*****


"Manggala mana?" Deanra datang setelah dua jam dia meninggalkan adiknya bersama sang suami di rumah. Sedangkan dia tadi pergi ke supermarket untuk membeli sepatu.


"Sudah ulang,"


"Pulang? Kenapa... maksudnya kenapa dia tak pamitan dulu padaku?" Deanra duduk di samping Ares. Dia meletakkan kantong plastik besar di atas meja, itu hasilnya belanja di supermarket tadi.

__ADS_1


Ya, rencananya tadi dia cuma mau cari pembalut. Tapi siapa sangka tiba di sana dia malah kalep dan memborong berbagai camilan untuk dibelinya. Jadinya hasil belanjanya satu kantong besar.


Tenang saja, itu dia beli dengan uangnya sendiri. Jadi kalau Ares protes ia tak perlu takut. Karena dia tahu Pria di sampingnya ini paling tak suka dia belaja makanan yang banyak micinya, tapi apa boleh buat sayangnya dia malah sangat menyukai makanan-makanan ringan seperti ini.


"Kayanya dia buru-buru tadi. Mama mu nelpon, makanya dia pulang buru-buru." Jelas Ares. Lalu tangannya menyambar kantong plastik belanjaan istrinya. "Kamu beli apa saja, kenapa sebanyak ini?"


Deanra hanya menyengir saja. Malas dia menjawab, karena jika menjawab dia tahu Ares pasti tidak akan senang.


"Kenapa nggak jawab? Kamu lagi-lagi beli makanan seperti ini, jika nanti sakit perut bagaimana?!"


Tuh, kan! Apa yang dia kata... Entah sejak kapan Ares begitu cerewet dan memperhatikan dirinya. Selama ini dia tak masalah, hanya akhir-akhir ini saja sepertinya Ares Semakin cerewet untuk menjelaskan apa saja baik buruknya setiap yang dia lakukan.


"Gak akan sakit perut hanya karena makan keripik... Lagi pula itu cemilan seperti biasa, kenapa kamu marah?"


"Itu karena kamu sudah terlalu banyak makan-makan makanan tak sehat seperti ini, Dean! Ini gak baik buat kesehatan!"


Oh... sepertinya Ares mulai marah karena dirinya menjawab kata-kata pria itu. Karena tak ingin bertengkar, dengan cepat Deanra menyambar belanjaannya dan berlari masuk ke dalam kamarnya.


"Benar-benar cerewet,"

__ADS_1


*****


__ADS_2