Suami Yang Tak Sempurna

Suami Yang Tak Sempurna
Ada rasa


__ADS_3

Mendengar kata maaf ya tiba-tiba diucapkan oleh Dean. Ares sedikit terkejut, dia tak mengerti istrinya minta maaf yang bagian mana. Memang satu Minggu ini mereka perang dingin, tapi dia tak yakin gadis ini minta maaf karena hal itu.


Ares semakin mengeratkan pelukannya agar tubuh sang istri merasa lebih nyaman. "Kamu minta maaf untuk apa?"


Tak ada jawaban, Ares menatap kedadanya dimana wajah sang istri sedang bersemayam di sana. Ternyata dia sudah tertidur, melihat hal itu Ares dibuat tertawa geli. Bagaimana bisa gadis ini tidur di pelukan orang yang dibencinya? Jika begini Ares semakin ingin memilikinya, apakah jika dia melakukan sedikit paksaan tidak apa-apa?


....


Setelah pagi datang, demam pada Dean sudah turun. Dan gadis itu masih terlihat nyenyak tidur di dalam dekapan seseorang. Tak ada jarak, mereka berdua terlihat begitu serasi di bawah selimut berdua itu.


Aisyah yang ingin mengajak mereka sarapan pagi menjadi urung, merasa tak tega mengganggu tidur nyenyak anak dan menantunya. Berlahan mundur, dia kembali menutup pintu kamar dengan pelan agar tak mengeluarkan suara.


"Kenapa Bun?" tiba-tiba Abi muncul di belakang istrinya. melihat Tingkah istrinya yang aneh, mulutnya gatal jika tak bertanya.


Aisyah sedikit kaget, tapi dia langsung mengusap dadanya sambil menyebut nama tuhan.


"Gak usah dibangunkan, mas. Mereka masih tidur nyenyak," ucapnya. Abi mengerti, jadi mereka segera berlalu pergi ke ruang makan untuk sarapan.


Sedangkan di dalam kamar, Deanra mulai membuka matanya. Dia terkejut mendapati dirinya yang sedang dipeluk erat oleh Ares. Dia ingat dengan permintaannya semalam, tiba-tiba wajahnya bersemu merah.

__ADS_1


"Sangat memalukan," gumam Dean pelan. Saat dia mencoba untuk bangkit, ia merasa kepalanya masih terasa sakit. Hampir saja dirinya terjatuh, tapi Ares yang sudah bangun segera membatu Dean.


"Kamu masih sakit, De. Mau kemana?"


"Mau ke kamar mandi. Aku bisa sendiri kok, tidak perlu di bantu."


Ares berdecak kesal. Sudah sakit seperti ini tapi istrinya masih saja keras kepala. Meskipun Dean menolak ia tetap ngeyel membatu sampai depan kamar mandi. Setelah istrinya masuk ia dengan sabar menunggunya di depan sana, takut-takut jika terjadi sesuatu.


Sedangkan Dean menutup pintu kamar mandi dengan lekas. Ia menyentuh dadanya yang merasa berdetak kencang. Apa ini? Jangan bilang dia punya rasa pada suaminya?


Tidak! Dean tak rela, dia gak mungkin menyukainya. Bagi Dean, Menikah bersama Ares hanya sebuah kesialan, dan suatu hari nanti ia akan membuang kutukan itu dari hidupnya.


"Aku tidak boleh jatuh cinta padanya. Bagaimana pun dia bukan tipe ku... Hanya pria tampan seperti Dilo yang pantas bersama ku untuk selamanya."


....


Setelah selesai Deanra segera keluar menyusul Ares yang telah lebih dulu pergi. Dengan pakaian yang sudah rapi, hari ini dia berencana kembali bekerja. Meskipun badannya belum terlalu sehat, tapi berada dirumah saja dia juga bosan.


"Loh, kamu mau kemana, De?" Bunda Aisyah yang melihat menantunya sudah terlihat rapi membuat ia heran. "Kamu masih sakit loh, Nak. masa udah mau kerja?"

__ADS_1


"Itu Bun... Aku udah gak apa-apa kok," Dean menyengir. Tak tau beri alasan apa.


Aisyah mendekat, menempel punggung tangannya di kening Deanra. Masih terasa hangat, tapi memang sudah tidak terlalu.


"Kamu mau pergi naik apa? Diantar sama Suami kamu aja ya, sebentar bunda panggil dia di taman belakang."


Dean segera mencegah, "gak usah, bunda. Aku bisa pergi naik taksi,"


"Gak ada penolakan! Kalau kamu gak mau di antar, Bunda ngak ngizinin kamu pergi kerja." Aisyah berucap penuh penekanan.


Dean menatap kepergian bundaran dengan linglung. Ia terjebak, disatu sisi dia tak berani membatah orang tua, sedangkan disisi lain ia tak ingin berdekatan dengan Ares.


Saat ini dia sedang mencoba untuk menjauhi dari suaminya itu. Dia tak ingin rasa yang aneh di hatinya ini semakin menjadi, dan cara satu-satunya rasa ini hilang, ya dengan menjauhi sang suami.


******


Halo semuanya.... Maaf ya akhir-akhir ini aku jarang upload lagi. Karena ada kendala,jadi tak bisa fokus dulu. Belakangan ini aku juga kurang semangat menulis, mungkin karena colom komentar yang begitu sepi menghilangkan semangat ku.


Yuk, beri semangat lagi dong. Cukup beri jempol dan komentar terbaik kalian aja aku pasti sennag☺️

__ADS_1


Jangan lupa ya....


......Salam cinta..........


__ADS_2