Suami Yang Tak Sempurna

Suami Yang Tak Sempurna
Deanra cemburu


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan sangat cepat. Setiap hari hanya ada kesibukan untuk dua pasutri itu.


Ares yang sepanjang hari sibuk dengan komputernya, dan Deanra yang sepanjang waktu lebih banyak dihabiskan di toko bunganya. Dia juga sering telat pulang, terkadang sudah jam delapan malam barulah dia sampai rumah.


Ares sudah tahu apa yang dilakukan oleh istrinya, jika dia telah telat pulang itu berarti Dilo telah datang mengacaukan hari istrinya.


Dean melangkahkan kakinya memasuki rumah mengah yang berbulan-bulan ini ia tinggali. Saat kakinya baru saja menginjak teras ia sedikit terkejut mendengar suara tawa seorang wanita yang begitu lembut.


"Apa ada tamu?" Dean bertanya pada dirinya sendiri. Setelahnya ia masuk ke dalam. Karena hari ini dia pulang lebih cepat, jadi sekarang baru pukul empat sore dan untuk tamu datang jam segini itu mungkin saja.


Tapi selama berbulan-bulan dia tinggal di sini, sepertinya rumah ini belum pernah menerima tamu seorang wanita. Entah mengapa tiba-tiba ada perasaan aneh di dadanya.


Dia melanjutkan langkahnya semakin kedalam. Tapi saat dia melihat di ruang tamu seorang gadis sedang bergelayut manja di lengan suaminya, entah mengapa ada rasa yang ingin meledak.


"Ares!"


Teriakan itu sedikit mengejutkan orang-orang di ruangan itu. Menyadari sikapnya Dean menjadi sedikit malu.


"Maaf," Dean sedikit malu saat semua orang menatapnya. "Aku pikir tidak ada orang,"

__ADS_1


Ares yang melihat kehadiran sang istri buru-buru melepaskan rangkulan tangan gadis di sampingnya.


"Deanra?"


Sikap yang waspada dan gugup itu membuat mata Dean menyipit tajam. Bukankah itu sikap semua pria jika bersalah?


"Maaf mengangu kalian," Dean ingin segera pergi dari sana, tapi mendengar panggilan Aisyah membuat ia kembali berbalik.


"Deanra, ayo berkenalan sama sepupu suami kamu,"


Sepupu?


Dean menatap lagi tiga orang asing di sana. Oh, ternyata tak hanya ada gadis tadi, tapi ternyata ada juga ayah dan ibunya.


Aisyah tersenyum melihat menantunya tampak gugup. "Aduh, nak jangan malu-malu mereka juga keluarga kita."


Mau tidak mau Dean terpaksa ikut gabung ke sana. Dia memberi tatapan pada Ares, tapi pria itu malah menghindarinya.


"Wah, jadi kamu yang dibicarakan oleh Aisyah tadi ya. Cantik, cocok sama nak Ares."

__ADS_1


Dean tak terlalu mendengar ucapan wanita paruh baya yang tidak di kenalnya itu. Dia lebih tertarik melihat sikap Ares yang terlihat menghindari tatapannya.


"Terima kasih Tante,"


Mulut Nely berkedut mendengar ucapan Dean yang begitu tak ramah. Hanya Jawab sesingkat itu, benar-benar tak ada niat menghargai orang yang telah memujinya.


"Halo, kak ipar...,"


"Kau siapa? Jangan panggil aku seperti itu." Dean menjawab dengan ketus.


Nova terkejut dengan respon istri sepupunya. "Ah, maaf. Kalau begitu aku harus panggil kakak dengan apa?"


"Aku... Kamu bisa memanggilnya seperti itu saja,"


"Baiklah, kalau begitu salam kenal kak Deanra... aku Nova. Aku sepupu kesayangan Mas Ares," Gadis itu dengan banga kembali memeluk lengan Ares dengan manja.


Suara itu terdengar begitu ayu dan lembut saat berbicara. Dean semakin merasa kesal, tiba-tiba saja dia membandingkan dirinya dengan Nova yang begitu cantik dan molek, sedangkan dia....


"Ah, maaf. Bunda, apa boleh aku ke kamar? Aku merasa gerah karena belum mandi,"

__ADS_1


"Ah, benar juga. Kalau begitu pergilah setelah itu kembali untuk makan malam bersama nanti ya," tentu saja Deanra menganguk dengan sopan, setelah berpamitan dia segera pergi dari sana dengan wajah kesalnya.


****


__ADS_2