Suami Yang Tak Sempurna

Suami Yang Tak Sempurna
Ares perhatian


__ADS_3

Jika melawan kata-kata suami benar-benar tidak baik. Nyatanya sekarang Deanra sedang merasakan karmanya. Dia memang tak sakit perut, tapi mendadak tadi pagi Dena mengeluh sakit tenggorokan dan batuk.


Sedangkan Ares hanya mendengus semabil berkata, "Bukankah sudah aku bilang kemarin. Kau akan sakit jika terus memakan makanan ringan seperti itu,"


Sebagai seorang wanita pantang baginya di salahkan. Jadi Deanra memilih bertengkar dari pada mendengar ucapan Ares yang menyalah dirinya.


"Kemarin kau bilang sakit perut. Dan sekarang aku sakit tenggorokan, dari mana pula samanya kata-kata mu,"


"Kenapa wanita itu selalu merasa benar. Bahkan jika dia sudah membuat kejahatan yang keji pun dia akan selalu membela diri."


Dean cemberut mendengar perkataan suaminya yang menyakitkan hati.


"Lebih baik kamu pergi saja, aku butuh istirahat!"


"Enak saja. Kamu harus minum obat dulu, kalau tidak sakit mi bisa berkepanjangan, dan bisa juga menjadi flu nanti."


Dean berdecak kesal. "aku tidak mau." Dia itu paling takut makan yang pahit-pahit, salah satunya obat ini.


Dan saat Ares tetap memaksa dia memaki suaminya dengan kesal. Sedangkan Ares hanya tersenyum melihat penderita Istrinya. Tapi dalam hati ia merasa kasihan melihat Dean yang tidak berhenti batuk.


"Apa tidak sebaiknya kita bawa saja ke rumah sakit?"

__ADS_1


"Kamu saja yang pergi!"


Ares hanya bisa menarik nafas panjang. Sikap Dean yang seperti ini suka sekali membuatnya kesal, tapi ia juga tak mampu untuk memarahi wanita yang disayanginya.


Keesokan harinya apa yang dikatakan Ares benar-benar terjadi. Karena batuk dan sakit tenggorokan keesokan harinya flu menyerang Deanra.


wanita itu hanya bisa merengek. Tapi saat ingin dibawa ke rumah sakit langsung melawan dan tak ingin pergi.


"Hey! Kamu bisa semakin parah. Dean, kali ini kamu harus mendengar kata-kata suami mu,"


"Aku tidak peduli. Kamu hanya perlu membeli obat di apotek, setelah itu aku pasti akan sembuh."


"Dasar keras kepala,"


*****


"Bagaimana dengan keadaan istrimu?"


Aisyah bertanya pada putranya. Melihat Ares yang begitu khawatir tadi malam Aisyah merasa tak tega.


Tapi saat dia ingin ikut membantu menantunya sang suami malah melarang. Adam bilang, 'biarah mereka saling menjaga. Ares masih mampu merawat istrinya.'

__ADS_1


Jadi Aisyah memilih memperhatikannya saja dari jauh.


"Dia tidak mau di bawa ke rumah sakit. Untung saja semalam batuknya mau mereda,"


"Kalau begitu kamu harus lebih perhatikan lagi istri mu,"


Ares menatap ibunya tak mengerti. Bukankah selama ini dia selalu memperhatikan perempuan itu, hanya saja dia yang di acuhkan, dan itu sangat tidak enak.


Tapi bukankah sikap Dean beberapa hari ini sudah mulai lebih baik padannya? bahkan dia sudah berani merengek padannya.


memikirkan hal itu Ares hanya tersenyum kecil. Ada kemajuan dalam hubungan mereka, sepertinya dia harus menjalankan rencana yang beberapa hari lalu di katakan Manggala padannya.


"Kalau begitu siap makan kamu pergilah temani istrimu. Lagi pula malam ini Bunda ingin keluar bersama ayah mu,"


"Baiklah,"


Setwlahbmenyelsaikan makannya, Ares berjalan kembali ke dalam kamarnya. Saat dia masuk peetama kali dia lihat Dean yang sedang meringkuk tertidur di sudut ranjang.


Ares tak bersuara, dia takut membuat istrinya itu terbangun. Jadi dia hanya mendekat diam-diam dan memperbaiki selimutnya.


****

__ADS_1


__ADS_2