Suami Yang Tak Sempurna

Suami Yang Tak Sempurna
Wanitaku


__ADS_3

Hari ketiga mereka masih liburan di puncak. Deanra tak merasa ini seperti liburan, ini lebih terlihat seperti dua manusia yang sedang merencanakan pertengkaran dikala keluar dari rumah mertua.


Tak ada lagi Ares yang manja, sekarang hanya ada pria yang angkuh dan bersikap dingin. Dan Denara mencoba untuk terbiasa seperti itu, karena seperti ini akan lebih baik dari pada hidup dalam kepura-puraan saja.


Jika ditanya siapa yang memberi tahunya tentang kebohongan Ares, itu memang benar Dilo. Bukannya dia bodoh langsung mempercayai ucapan mantan pacarnya, tapi apa yang dikatakan Dilo juga ada benarnya.


"Ambilkan aku baju!" Dean terlonjak kaget mendengar suara Ares yang mengejutkannya.


"Kamu bisa ambil sendiri kan. kenapa harus menyuruhku?"


"Lalu apa gunanya kamu?! Cepat ambil." Sedikit bentakan, membuat Deanra melotot marah. Apa dia baru saja di bentak? Oleh Ares?


"Kamu...,"


"Deanra. Apa aku harus marah dulu? atau kamu mau ambil sekarang?"


Meskipun tak rela, tapi Deanra tetap menurutinya karena malas berdebat. Saat Gadis itu telah menjauh, Ares menarik nafas berat.

__ADS_1


"Maaf, De. Ini pilihan mu," gumamnya pelan. Berlahan ia merasa kepalanya kembali terasa sakit, tapi Ares mencoba menahannya sebaik mungkin.


Tidak sekarang. Ada sesuatu yang harus ia lakukan dulu. Sebelum dia menjadi pria lemah lagi, biarlah dirinya bersenang-senang dulu menjadi pria yang kejam dan angkuh seperti sekarang ini.


.....


Deanra memilih pakaian yang paling jelek di dalam lemari. Dia lagi kesal pada Ares yang berani membentaknya, siapa suruh pria itu berubah menjadi begitu kasar sekarang.


"Cih! Akhirnya kebuka juga kebusukan mu, Ares. Den sekarang kamu mencoba menyiksa ku! Dasar pria gila... Bilang cinta kemarin, tapi sekarang dia berani-beraninya membentak ku!"


Deanra mengumpat kesal. Dalam hati ia sedikit menyesal membuka kebusukan suaminya itu, seharusnya ia pura-pura tak tahu saja dan menikmati perlakuan bodoh Ares sepanjang waktu.


"Ini bajumu," ucap Dean tak rela.


Deanra segera mendekati nakas, tapi ia sedikit mengeryit heran tak mendapati ponselnya di sana lagi. Dia masih ingin tadi dia letakkan di sana sebelum pergi mengambil baju Ares.


Atau jangan-jangan....?

__ADS_1


Ares mengeryit melihat tatapan mengerikan Dean, "apa?"


"kembalikan ponselku!"


"Aku tak mengambilnya,"


Deanra mendengus kesal. Terlalu kekanak-kanakan jika pagi-pagi begini mereka bertengkar lagi, tapi pria Ini sepertinya tak mau mengakuinya.


"Jangan berbohong. Aku tau kamu yang mengambilnya kan?" Ares mencibir, menatap acuh tak acuh. Mengambil pakaian yang dibawa Dean tadi, kemudian berlalu masuk kedalam kamar mandi.


Tapi sebelum benar-benar masuk, dia kembali menoleh. "Selama disini, liburan bersama ku, kau tidak diizinkan lagi bermain ponsel. Jadi buang harapan mu untuk menghubungi kekasihmu itu, dan fokus saja menjadi istri yang baik!" Setelahnya Ares berlalu.


Deanra berdecak kesal. "Sialan! Kenapa dia menjadi menyebalkan begini!" maki Dean tak senang.


Menjadi istri yang baik? yang benar saja. Sekarang saja dia sudah mau mencakar-cakar wajah tampan suaminya itu. Sangat mengesalkan, dan ini benar-benar menguji kesabarannya.


Tak begitu lama Ares kembali keluar dari kamar mandi, dia tersenyum kecil melihat gadisnya itu masih saja menggerutu.

__ADS_1


"Jangan marah-marah terus. Ayo bersikap, hari ini lebih baik kita jalan-jalan. Agar kamu bisa sedikit melupakan...," Ares tak melanjutkan ucapannya, dia menatap tatapan kemarahan tadi berubah menjadi sendu. membuat Ares tak ingin lagi membuat wanita Semakin terluka dengan kata-katanya.


****


__ADS_2