Suci yang Ternoda

Suci yang Ternoda
cek in


__ADS_3

Aku memasang wajah kesal saat seseorang dengan setelan kolot itu berdiri lama di hadapan ku.Sementara, pengaruh obat rangsang yang sengaja di letakan Aryo tadi sudah menguasai tubuh ku.Harusnya hal semacam ini tidak terjadi tetapi mampir tidur di hotel lebih aku sukai dari pada mendengar ocehan mami !


Aryo si*alan ,tunggu saja .Akan ku bunuh cenayang itu nanti!


Aku mengambil giliran , setelah sebelumnya gadis yang ada di depan ku pergi.Sementara,dua pelayan yang kini berdiri di hadapan ku termangu ,Hello ,tak perlu memasang wajah bego seperti itu karena aku sepenuhnya menyadari bahwa aku itu tampan


Ku tatap wajah pelayan itu satu per satu ,keduanya terlihat gelisah,aku tau mereka sepenuhnya menyadari bahwa ada hal yang tidak beres dengan tubuh ku.


Aku mende*sah berusaha mencoba meredam hasrat yang mulai naik ,juga berusaha mengusir hawa panas yang sudah menjalar ke aliran darahku. Siera,sial nya aku tidak butuh waktu lama untuk menunggu kedatangan kekasihku.Jika saja ada di sini,aku tidak mungkin menanyakan pelayan hotel plus plus yang keberadaan nya tidak aku ketahui!


"Di hotel ini,apa menyediakan teman wanita?"Tanya ku dengan suara berat .Jangan lupakan des*ahan napas yang lolos dari hidung dan mulut ku begitu saja .Ada keterkejutan di wajah mereka ,bahkan dari ekor mata ku, wanita dengan pakaian kolot itu juga sempat menghentikan langkahnya.


"Mohon maaf pak,hotel kami tidak menyediakan pelayanan yang seperti bapak maksud!"Ragu, salah satu dari pelayan berseragam putih itu menjawab dengan suara ramah ,sementara tangan nya sibuk menulis data-data tentang diriku .


Aku memasang wajah sebal .Sepertinya ,kali ini aku benar-benar akan menyelesaikan nya sendiri ,meski dalam hati aku berharap akan ada mangsa yang rela menjajakkan tubuh nya di perjalanan menuju kamar.


Arghh..


Lagi-lagi aku menahan napas berat ,ketika area sensitif berkedut hebat.Mata mereka memicing ,menatapku dengan tatapan curiga ketika tanpa sengaja erangan dan desa*an napas berat keluar kembali dari mulutku.


Aku buru-buru menyambar kartu yang baru saja salah satu dari mereka sodorkan,kemudian melangkah kan kaki ku dengan tergesa. Aku benar-benar harus segera meredam secepatnya dengan air dingin.Meski tidak dapat menghilangkan hasrat sepenuhnya ,setidaknya aku bisa sabar menunggu siera atau teman we chat ku datang ke hotel ini.


Pintu lift yang nyaris tertutup aku tahan.Alisku berjinjit ketika melihat wajah kekhawatiran dari gadis yang saat ini sedang berdiri seorang diri di sana .Diam sejenak, sebelum pada akhirnya aku benar-benar masuk dan menggabungkan diri dengan nya.

__ADS_1


Aku mengunci sepasang netranya yang besar dengan tatapan tajam.Cantik, satu kata yang aku rangkai dalam hati dan


"Hai..." Aku tersenyum miring ,begitu aku menangkap lapisan bening tiba-tiba hadir di kedua bola matanya yang besar .


Kepalanya menunduk dalam ,rasa takut sangat jelas sekali terbaca dalam bahasa tubuh nya .


"Kau takut ,nona ?"Ucapku serak ,Ia mendongak dan aku baru menyadari ada wanita cantik dengan gaun kebesaran seperti ini.


Aku diam sejenak ,menimang sesuatu sebelum pada akhirnya entah dari mana datang nya ide gila yang tiba-tiba muncul di kepala.Aku menekan tombol dengan lantai yang sama dengan gadis itu, padahal kamar yang aku tuju letak nya di atas sana.


Bukan kenapa ,tetapi menurutku aneh saja .Di saat banyak wanita yang dengan suka rela tebar pesona ,tetapi dia ...Ah ,tentu saja hal semacam itu merupakan hal yang akan menjadi catatan sejarah dalam hidupku.


Tangan gadis itu gemetar dalam pengawasan ku .Akan tetapi ,wajah nya masih menunduk . Entah apa yang dia pikirkan ,tetapi Hello ..Apa aku semenakutkan itu di matanya ?


Sampai lift kemudian terbuka,gadis itu tampak tergesa setengah berlari meninggalkan aku yang mengikutinya.Keberuntunga ku tidak hanya sampai situ,kamar dengan no 039 sebagai kamar yang di tuju gadis itu nyatanya tidak jauh sehingga aku dapat dengan mudah mengikuti nya.


mengikutinya ? Ini sudah gila bukan? tapi,suruh siapa dia membuatku penasaran. Lalu setan datang entah dari mana asalnya,mengibarkan bendera persetujuan .Benar ,aku sedang dalam pengaruh obat dan tidak ada siapapun disini.


Dari kejauhan ,aku memperhatikan gadis itu sedang berusaha menghindari tatapan dari ku.Tangan nya tampak sibuk, berusaha membuka pintu dengan sangat buru-buru.


Dan kali ini syetan benar-benar merasuk.Secepat kilat ,aku menarik tangan gadis itu dengan cepat kemudian menguncinya dari dalam .ku rebut kartu ditangan nya kemudian ku letakan di tempat nya sampai kamar hotel ini benar-benar terang.


Gadis itu begitu panik,ia hendak berbalik dan berusaha meraih kunci pintu namun ,justru tingkah nya itulah yang kemudian benar-benar membangkitkan hasrat ku.

__ADS_1


Ku dorong tubuh dengan wajah ketakutan itu ke pintu ,kemudian ku tahan ke dua tangan nya.Gadis itu memberontak tetapi tak aku pedulikan. persetan dengan dosa, karena kali ini aku benar-benar dalam pengaruh obat dan tak akan pernah mungkin bisa mengendalikan nya.


Ku benamkan ciuman dengan penuh hasrat ,walau berkali-kali harus gagal karena gadis itu juga beberapa kali menggigitnya.Bau darah bercampur dengan has*rat ku yang mulai naik .Pikiran ku melayang ,bahkan suara teriakan gadis itu terdengar serupa nyanyian.


"Diam sayang ,aku tidak akan kasar jika kau diam!" Kali ini air mata itu meleleh ,tetapi tubuh nya tak mau diam .Ia masih saja memberontak sampai aku benar-benar habis kesabaran.


"Baiklah,kalau itu mau mu biar ku percepat!" Secepat kilat ku tarik tangan nya kasar, kemudian ku lepas jilbab nya dengan sekali hentakan .Sampai rambut sepinggang nya yang indah terurai,begitu ikat rambut itu terlepas dari tempatnya.


Dadaku berdegup kencang ,mataku begitu takjub melihat keindahan ini.


"Tolong ...tolong ..!"Ia berteriak ,Tertapi aku tak peduli.Pikiran ku habis di kuasai nafsu* dan emosi .Sampai ku dorong kuat tubuh nya hingga ia benar-benar jatuh terlentang di atas tempat tidur.


Ia menangis ,meraung ,berteriak meminta tolong bersama pemberontakan nya.


Sampai pada akhirnya ia benar-benar menyarah ,tak ada lagi teriakan tetapi air mata nya tak pernah berhenti mengalir bahkan dorongan lemah sempat beberapa kali di lakukannya itu kini berhenti .Aku tak peduli ,karena saat ini aku sedang bermain semau ku di atas tubuh nya .Dia diam tak merespon.Mata nya kosong,menatap nanar pada langit-langit kamar dengan air mata berjatuhan.


Aku tersenyum kemudian menghujami nya beberapa ciuman ,menghapus air matanya.Di atas tubuh nya,aku memeluk gadis itu dengan sangat erat. hingga rasa kantuk benar-benar menyerang sampai aku tertidur di sana.


****


di karenakan alur nya yang acak-acakan ,jadi.. saya berpikir saya mesti merevisi nya ...


yang masih penasaran sama novel ini mana ? selamat menunggu bab selanjutnya .

__ADS_1


dan pembaca yang bijak ,senantiasa meninggalkan jejak ... !!


__ADS_2