Suci yang Ternoda

Suci yang Ternoda
Fikhar datang!


__ADS_3

Jantung ku berdetak lebih cepat seiring mobil yang aku kendarai memasuki pekarangan rumah milik Nafisah. Ini hari Kamis bukan ,aku datang kemari memenuhi panggilan kyai Hasyim yang menyuruh ku datang Maghrib ini . Entah apa yang ingin beliau lakukan kepadaku .Entah untuk menjelaskan bahwa putrinya di nodai,meluruakan kesalahpahaman ,di hakimi atau entah lah ,tapi sejujurnya aku belum benar-benar siap dengan kenyataan ini .


Aku terdiam sejenak ,mencoba mengatur napas begitu pandangan ku menyita rumah berlantai dua.


Kemudian di detik berikutnya aku membeku , sepasang netraku tak berani walau hanya untuk sekedar melihat objek lain .Ini terlalu indah jika hanya untuk sekedar di lewatkan .Bagaimana tidak ,wajah yang aku rindukan selama satu bulan ini berdiri di sana ,di atas balkon sambil menatap matahari yang sebentar lagi nyaris tenggelam.


Tetapi ,ada yang kemudian membuat dada ini sesak .Ketika tangan nya berusaha mengeringkan air mata ,apa sungguh ia masih sering menangis ,aku sungguh takut matanya terluka karena ia terlalu banyak menangis. "Tuhan ,tebuslah air mata itu dengan kebahagiaan walau kelak bukan aku orang yang ada di samping nya !" Aku berdo'a dalam hati ,berharap Tuhan mendengar .


Biar mereka menganggap ku seperti pengecut ,biarlah, aku tak peduli .Yang penting aku bisa memandang nya dengan sesuka hati,tanpa ada kebencian ,tanpa di teriaki .Biarkan aku seperti ini ,memandang wajahnya dari kejauhan sampai puas walau jauh seperti ini .


Gadis itu berhidung mungil ,tetapi terlihat mancung .Bibir nya tipis berwarna merah alami ,sementara kulit nya putih bersih .Matanya besar ,tatapi yang aku sukai dari nya adalah celak hitam yang aku sering lihat di bawah matanya .


Ku akui ,aku memang sudah terbiasa melihat wanita cantik .Dari yang berambut pirang hingga hitam legam .Dari yang berhidung mini hingga mancung atau dari yang bermata sipit hingga besar .Semua nyaris ku temukan ,tetapi entah..Definisi cantik seperti nya menurutku akan lebih cocok jika di sematkan kepada Nafisah. Gadis itu benar-benar cantik ,namun begitu alami .Dalam wajahnya ,aku selalu mendapat kedamaian dan dalam wajahnya pula aku sering kali menyadari keindahan tuhan itu begitu nyata .


Aku tak tau apa yang menyebabkan dia teramat sempurna di mataku . Entah karena dia seorang ustadzah yang faham ilmu agama dan di gemari banyak umat manusia .Atau karena akhlak yang yang katanya telah menyihir siapa yang telah bertemu dengan nya ,entahlah .Ku pikir aku sudah larut dengan sebuah obsesi tetapi hanya satu yang aku tahu .Jantung ku bisa bergetar lebih hebat ,walau hanya untuk sekedar mendengar namanya .


Ada perasaan yang membuncah dalam hati ,kemudian mempengaruhi setiap hal dalam hidupku .Dan aku merasa ,seumur hidup aku baru merasakan perasaan seperti ini.


Aku mende*sah kecewa .Mataku menelisik ke berbagai penjuru ,namun aku sepenuhnya sadar bahwa sosok nya tak lagi ku temukan di sana.

__ADS_1


Ada beberapa pasang mata yang menatapku penuh minat begitu aku turun dari mobil .Bukan nya mau sombong ,tetapi aku memang sudah terbiasa seperti ini .Katanya aku tampan ,ya ..Aku sepenuh nya menyadari bahwa kecantikan mami sama papi berhasil diturun kan kepada ke dua anak nya dengan begitu sempurna .


"Dari kota ya mas ?" Aku terlonjak kaget begitu seorang pria berkopyah putih menepuk bahuku pelan. Ku taksir usia nya sudah menginjak enam puluh lima tahun.


"Iya pak ,saya dari Jakarta !" Ucapku setelah sebelum nya menyalami beliau terlebih dahulu .


Sejujurnya hatiku begitu bersyukur dengan sapaan pria lanjut usia itu .Karena sebelumnya aku bingung ,untuk melangkah kan kakiku kemana .Ke rumah yang di tinggali Nafis? ,tak mungkin ! Memang ,aku belum berani menampakan wajah ku di hadapannya.


Aku datang ke tempat ilmu ini membutuhkan perjuangan dalam memilih pakaian ,walau pada akhirnya aku tetap memutuskan memakai kemeja putih polos ,juga celana hitam .Songkok yang ku beli dadakan di pinggir jalan seperti nya tidak begitu buruk untuk aku kenakan.


"mau kemana ?" Rasanya pertanyaan itu terdengar aneh di pendengaran ku .Gang yang aku lewati ini berupa jalan buntu,dan aku tidak menemukan pekarangan rumah warga di sekitar nya . Hanya ada rumah kyai Hasyim di sini ..Yang lain nya ,berupa tempat-tempat anak santri,mesjid dan ada satu bangunan luas yang namanya tak aku ketahui. Ku pikir ,itu tempat para santri belajar ilmu agama nanti .


"Wah nak, jarang lho ada pemuda apalagi orang kota yang memperhatikan shalat nya .Bapak salut kepadamu . Sudah wudhu belum ,ayo !"Bapak-bapak itu tampak menepuk bahuku ,kemudian kami berjalan beriringan .


"Namanya siapa ,nak ?" Tanyanya ,dan aku diam-diam bersyukur karena pertanyaan-pertanyaan dari bapak ini sejenak menghilangkan kecemasan ku yang tadi sempat membuatku lupa dengan cara bernapas.


"Nama saya Fikhar ,pak !"Jawab ku singkat .


"Nak Fikhar sudah punya istri ,atau pacar ?" Tangannya lagi sepertinya begitu penasaran .

__ADS_1


"Kebetulan belum pak ,masih dalam proses ihtiar .Do'a in ya pak ,semoga secepatnya di pertemukan !" Jawab ku sopan .Jangan salah ,boborok begitu aku tetap di ajarkan dengan yang namanya sopan santun terhadap orang yang lebih tua dari kita.


"Wah kebetulan sekali ,bapak juga punya seorang gadis yang masih belum bersuami .Anaknya cantik nak Fikhar ,kalo misalkan nak Fikhar mau ,nanti setelah selesai berurusan dengan kyai Hasyim bisa mampir ke rumah bapak !" Katanya begitu bersemangat .


Aku tersenyum ,dan menghela napas lega begitu adzan Maghrib menggema .


"Saya duluan ya pak ,mau ambil Wudhu !"


Ucapku buru-buru ,mencoba mengalihkan pertanyaan sebelum nya .


"oh ,mangga-mangga -mangga .."Bapak-bapak itu mempersilahkan. Terburu-buru aku meninggalkan nya. Jangan dulu berbicara tentang gadis deh ,karena Nafisah masih menjadi gadis penguasa yang telah menjajah hati ku .


Aku berdiri ,memperhatikan santri-santri yang telah mengambil air wudhu . Aku baru satu hari belajar tata caranya , itupun hanya dalam sebuah buku panduan .Aku mencatat dalam hati bahwa nanti akan pergi ke rumah Bi May untuk bertanya tentang gerakan nya .


Semampu yang aku bisa aku berwudhu .Aku tau ,beberapa pasang mata apalagi anak-anak menatap ku heran .Hello,apa ada yang salah ? ah ,tentu saja, ia baru belajar.


***


maaf kalo banyak typo ,ini aku nulis matanya sudah berat .

__ADS_1


Like ,komen ,vote ,rate ,jangan lupa


__ADS_2