Suci yang Ternoda

Suci yang Ternoda
Tak pantas !!


__ADS_3

Alis Bi May berjinjit ,sejenak menimang sesuatu apa yang ingin ia ucapkan. " Kamu suka sama Ustadzah Nafis , Fikh?" Simpulnya kemudian,sambil mengulum senyum .


Fikhar menunduk kemudian mengangguk . Tak di pungkiri , rasa malu yang entah dari mana datang nya menyergap,suksah jika hanya untuk membuat wajah nya merasa tebal. "Memangnya ,kamu pernah ketemu sama beliau ?"Kejar bi May dengan binar penasaran.


"Belum ,tapi mami pernah cerita tentang dia. Dan Fikhar rasa ,Fikhar sudah cocok walau hanya sekedar mendengar tentangnya !" Jawabnya berbohong ,bagaimanapun ia tahu kesalahan itu terjadi tepat bersamaan dengan acara pengajian di rumah bibinya.


Bi May mengangguk mengerti " Dan ,ini yang membuat kamu datang kemari ?" Ujarnya kemudian sambil kembali melempar senyum ,sengaja menggoda lawan bicaranya yang kini terlihat malu.


"Ayolah bi,jangan memojokkan Fikhar seperti ini . Fikhar kesini memang mau bertanya tentang dia,karena kata mami,bibi cukup dekat dengan nya !"


"Kenapa baru bilang sekarang ? Padahal Ustdzah Nafis terhitung sering lho ke rumah bibi . Mami mu bahkan suka iseng menceritakan kamu pada-nya,"


Jantung Fikhar mencelos ,mendadak memompa lebih cepat .Entah ,semua nya terasa asing ,rasa nya baru pertama kali seseorang bisa menggoncang kan hati nya seperti ini.


"Mam-mami?" Ulangnya setengah gugup. Sedahsyat itu pengaruh Nafisah pada dirinya.


"Mami gak ngomong yang aneh-aneh kan bi?" Tanya nya penasaran. Entah kenapa ,kecemasan begitu menyelimutinya ketika pikiran nya terbang, membayangkan reaksi Nafisah ketika mendengar cerita tentang dirinya.


Bi May terdiam sejenak,kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. " Mami mu hanya bilang dia punya bujang tampan, kalo Ustdzah berkenan katanya dia akan menjodohkan kalian!" Cerita Bi May begitu santai.


"Terus...?" Burunya begitu penasaran ,pria itu memasang telinga nya baik-baik takut kalau -kalah ada yang terlewat.


"Terus bagaimana? " Ucap Bi May tak mengerti.

__ADS_1


"Iya ,maksudnya apa Ustadzah Nafisah mau di jodohkan dengan Fikhar ?"


"Ya ampun Fikhar!" Keluh bi May "kamu kok jadi lemot begini !"Seru nya dengan nada protes.


"Iyakan katanya mami mau jodohin kita ,terus dia mau sama Fikhar, bi? " Kata Fikhar mencoba menjelaskan. Secercah harapan muncul,menghidupkan salah satu yang sekian lama mati dalam dirinya .Jiwa nya membumbung tinggi bersama harapan-harapan yang fana .Ia berharap ,wanita itu juga tertarik dengan kehidupan nya.


"Ya kesana nya bibi gak tau . Kenapa kamu gak tanya langsung sama mami ? Mami mu pasti punya jawaban nya.Lagi pula bibi pikir selera kamu bukan modelan Ustdzah Nafis ,selama ini kan kamu sering bawa pacar yang sexy sexy .!"


Bi May seperti punya cukup banyak napas untuk berbicara tanpa jeda.


"Fikhar fikir juga begitu ,tapi akhir-akhir ini nama ustadz Nafisah sering mengganggu !" Ceritanya ,mengingat-ingat kembali bahwa wanita modelan Nafisah sudah ia hapus dalam daftar seleranya dulu. Ada dengus napas kecewa ,ketika sang bibi tidak mengetahui respon Nafisah terhadap dirinya.


" kamu serius ?"


Bi May tampak menghela napas pelan "Bibi turut senang mendengar nya. Mungkin, itu tandanya Allah sayang sama kamu !" Tandas nya kemudian sambil tersenyum lega. Wanita dengan usia tiga puluh lima tahun itu memang suka sekali tersenyum.


" Yang lain juga banyak Fikh,gak kalah cantik sama Ustdzah Nafis .Akhlak sama ngaji nya udah gak bisa di ragukan lagi ,kamu tertarik ? Kalo misalkan kamu mau, nanti bibi kenalin .Banyak kok ,nanti bibi kirim fotonya satu-satu sama kamu !" Tawar bi May dengan mata yang berbinar sempurna ,entah kenapa menurut Fikhar ibu-ibu senang sekali menjodoh-jodohkan .


"Masalah nya, Fikhar cuman tertarik sama Ustdzah Nafis bi !" Keluh Fikhar menanggapi ucapan bibinya.


"Bibi punya gak no ponselnya Ustdzah Nafis ,Pliss... Fikhar mau ngomong sesuatu sama dia!" Harapnya dengan nada memohon.


Bi May terdiam ,menatap keponakan nya sejenak,ia tahu bahwa hati keponakan nya saat ini sedang bermasalah ,dan penyebab utamanya adalah gadis yang di sebut-sebut nya saat ini. "Ada ,tapi satu bulan ini dia sudah tidak aktif lagi di sosial media .Rencananya , Kalo ada waktu senggang bibi juga mau silaturahmi ke sana !" Jawab Bi May dengan wajah sedih.

__ADS_1


Fikhar menghela napas kecewa .Hatinya begitu resah ,menahan rasa bersalah yang kian bertambah setiap hari ,menggangu dan mengalihkan semua dunia nya . .Ia tahu,lama kelamaan ia bisa gila karena Wanita itu telah membunuh semua perasaan hidupnya secara perlahan.Iya ,secara perlahan wanita itu akan menghancurkan nya .


"Fikhar ...!" Panggil Bi May .


Pria itu tersadar ,menatap bibinya dan ia tidak tau persis nya kapan sebuah rokok sudah berada di sela-sela jemarinya. "Jika bisa ,kamu jangan terlalu berharap sama ustdazah Nafis ya !"


"Memang nya ,kenapa bi ?"Fikhar menatap sang bibi dengan tatapan kecewa.Di saat separuh hatinya telah hilang bersama gadis itu ,bibinya mengatakan . 'Jangan terlalu berharap' ,yang benar saja ! Ia sudah nyaris gila ,mengingat sejam,semenit pun ia tidak pernah lepas memikirkan nya.


"Dia putra seorang kyai ... Gus Pati yang di Jombang juga,bibi dengar mau melamar dirinya .Dan bibi rasa ,maaf ya Fikhar bukan maksud bibi merendahkan kamu . Tapi kalo misalkan bibi ada di posisi ustadzah Nafisah pun,bibi tau persis lelaki mana yang cocok untuk bersanding dengan nya!"


Seperti ada yang tercabut paksa dalam hatinya ,ketika ia mendengar penuturan bibinya barusan. Hatinya meredup ,patah karena harapan yang selama ini membumbung tinggi itu takan pernah tersampaikan.Ia tahu ,bibi nya secara tidak langsung berkata bahwa ia tak pantas untuk bersanding dengan Ustdzah Nafisah.


"Fikhar hanya ingin bertemu dan menyampaikan niat baik Fikhar bi,itu saja !" Tanggap Fikhar .Ada nada kecewa yang tersirat dalam ucapan nya barusan .Bibi nya mengerti ,bahwa keponakan nya ini telah jatuh hati.


"Bukan maksud bibi untuk menyakiti perasaan mu . Tetapi ,bibi tidak mau kamu menyimpan harapan yang begitu tinggi ,atau kamu akan merasa sakit ketika bukan harapan itu yang kamu dapatkan ,melainkan kenyataan pahit !"


Fikhar terdiam ,merasakan kehancuran di dalam sana ,Iya ,seharusnya ia jangan terlalu berharap . "Tapi kamu tidak perlu sedih juga .Jodoh kan gak tau,barang kali ,kamu yang nanti Allah pilih untuk mendampingi hidup Ustdzah Nafisah!" Ucap bibinya kemudian menenangkan ,setelah sebelum nya jeda panjang mengisi keheningan di antara mereka berdua.


"Fikhar mau pulang .. makasih ya bi!" Tutup nya kemudian sambil menghela napas ,mencoba mengusir rasa sakit untuk sejenak .


***


Like yu ,comen sama vote .Biar nulis nya tambah semangat. Terimakasih sudah membaca dan selamat menunggu bab selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2