Suci yang Ternoda

Suci yang Ternoda
Dua pria di hidupnya.


__ADS_3

"Sedang ada yang di tunggu ! "


Yang benar saja ?


Memang nya ,siapa yang ia tunggu di atas sebuah kehancuran.kalau pun ia, siapa yang mau menerima dan Sudi meminang wanita yang tidak ada beda nya dengan sampah ? Sudahlah , ia tahu dia memang hina,dan menunggu kematian lebih menenangkan kedengaran nya.


Nafisah memeluk diri ,memperhatikan langit tak berbintang ,cahaya bulan meredup ,penyebabnya apalagi kalau bukan cuaca yang akhir-akhir ini tidak bersahabat dengan dunia,seperti ia yang masih tak bisa berdamai dengan hatinya . Meski demikian ,angin tetap berhembus, berputar-putar, membawa suara binatang malam sekaligus menggoyang kan pakaian yang melekat dalam tubuh nya.


Nafisah menghela napas ,ketika bongkahan rasa sakit dan luka ia gagal lepaskan saat kembali mencoba untuk melepaskan nya .Matanya menunduk,baru menyadari kitabbul Mustafa yang berisi wasiat nabi kepada umat nya itu kini telah tertutup .

__ADS_1


Ia lantas berdiri meninggalkan tempat duduk nya .Setengah dua malam ,tentu saja tidak ada yang ia dapatkan di sini selain kesunyian ,dan kesunyian itu yang saat ini ia kejar ,setelah sebelum nya di bangunkan oleh mimpi buruk dan gagal memejamkan matanya kembali.Selalu saja seperti ini ,seperti ini sampai matahari pagi menyapa.


' Gus Pati ' Ia berbisik kepada dirinya sendiri .'Gus pati' Ulang nya ,seolah membangunkan kembali luka di dasar sana .Bagaimanpun ,ia adalah pria yang dulu ia cintai dan pria yang mampu membuat jantung nya bergetar .


Tetapi saat itu ia tak pernah berharap lebih ,mengingat pria lulusan dari Al Madinah itu tak sedikitpun menunjukan tanda-tanda suka ,ah ia lupa .Bukan kah , hal itu ia lakukan semata-mata karena menghormati wanita .


"Allah ,di samping pria seperti Gus Pati,kenapa kau ciptakan pria berhati iblis juga ?"Ia dengan susah payah,menelan ludah untuk mengusir rasa sesak dalam dada. Ia membenci pria itu ,tetapi ia gagal menyadari bahwa benci kepada seseorang juga harus tetap mengingat nya.


Air matanya berserakan,begitu merasakan sesak yang tak berkesudahan .Ia ingin membunuh wajah itu dalam ingatan nya ,tetapi semakin ia ingin melupakan nya maka semakin hebat wajah itu hadir di pelupuk mata ,mengibarkan bendera keabadian dengan seringaian iblis ,menertawakan dirinya bahwa ia telah kalah.Ia melambai ,menyerah dengan rasa sakit yang menyerang ,memporak-porandakan dunia nya.

__ADS_1


"Kenapa kau takdir kan dia menyentuh hidupku ? Kenapa, Tuhan ? Bukan kah aku tidak pernah mengenalinya ? bukan kah aku tidak pernah menyinggung hidup nya ? Lalu ... Lalu..?" Tubuh Nafisah berguncang pelan ,merasakan kehancuran yang teramat sangat . Hati nya remuk redam ,ia ingin menerima semua taqdir Tuhan tapi pada nyatanya tak semudah apa yang dulu pernah ia katakan.


'Gus Pati' Ia merangkai kata dalam tamaram.Namun tak lagi ia temukan degup bahagia yang dulu pernah ia rasakan,melainkan rasa sakit ketika mengingat kenyataan bahwa ia tak akan pernah bisa bersama dengan pria yang sering kali ia langitkan di penghujung malam .Ia menahan napas ,merasa di benturkan dengan hal menyakitkan ketika menemukan kenyataan bahwa penghambat nya itu dirinya sendiri.


"Kenapa tidak bisa bersama ,padahal kami saling mencintai !" Dalam tangis yang di tahan ,wanita itu bersuara. Ah ia melupakan sesuatu , Gus Pati tentu saja pantas mendapatkan yang lebih baik .Bukan dengan wanita kotor seperti nya.


***


like ,comen ,vote ya jangan lupa.

__ADS_1


__ADS_2