Suci yang Ternoda

Suci yang Ternoda
Pria Bodoh !


__ADS_3

Perpaduan rasa sakit juga perih di telapak kakiku baru terasa begitu pagi menyapa . Aku mesti shalat ,tetapi aku tidak tau bagaimana cara aku berwudhu dalam keadaan kaki seperti ini .


Mataku berat karena membengkak ,semalaman dalam dekapan pria itu, aku menangis tanpa suara dan dia tidak henti-hentinya mengusap kepalaku untuk menenangkan . Dan bagiku ,malam tadi adalah malam paling menyakitkan dalam hidupku setelah malam kelam di hotel itu bersama dia.


Sekarang ,semua jendela telah terbuka .Akan tetapi ,tak kudapati dia di sampingku . Aku baru saja memaksakan diri untuk turun ,dia sudah datang dengan senyuman yang ingin aku lenyapkan.


"Sudah setengah enam ,kamu nyaris tak tidur semalam dan mas tak tega membangunkan mu !"


Aku diam tak merespon ,lagi pula aku tak tahu apa yang mesti aku katakan ."Diamlah sebentar ,mas akan melepaskan perban nya dulu !" Ucap nya masih berkeras. Aku masih diam tak menanggapi ,dan aku baru menyadari begitu satu wadah air hangat telah telah ia bawa ke kamar ini . Aku diam ,memperhatikan nya yang dengan cekatan membuka kasa itu ,kemudian lekat memandangi luka di bawah nya .


"Sudah membaik !" Katanya ,sambil mendongak menatap ku. Sepasang netra kami saling bertemu ,dan ku dapati sorot mata 'maaf kan aku ' terlihat begitu jelas di sana.


Aawwhh...

__ADS_1


Aku meringis nyeri ,begitu tersadar dia telah membasuh luka itu secara perlahan . Harusnya ,memang pria seperti ini yang aku idamkan bukan ? Tetapi , mengapa harus dia sehingga aku masih tak dapat menerima nya .


Ku rasakan tubuh ku melayang ,dan aku sepenuhnya sadar bahwa ia telah menggendongku kembali . Aku tak berdaya ,lagi pula bisa apa di saat dalam keadaaj seperti ini. Diam-diam aku menyesalkan diri ,mengapa malam tadi harus lepas kendali dan tanpa sengaja melukai diri seperti ini .


"mas menunggu mu di luar ,Panggil mas jika sudah selesai !" Katanya setelah berhasil menurunkan ku di kamar mandi .Sekarang ku dapati kursi plastik di sana.Aku tau semua itu dia lakukan untuk memudahkan ku melakukan aktivitas .Dia begitu pengertian ,tetapi pengertian itulah yang kemudian menambah kadar kebencian ku kepadanya.


Dengan susah payah aku membuka pintu setelah selesai ,dan dia sudah berdiri di sana,setia menunggu ku.Aku hanya menatap nya sekilas kemudian berusaha memaksakan diri untuk melangkah dan


"M-mas !" Teriak ku tiba-tiba .Yang benar saja ,aku sudah bersuci dan kini dia menggendong ku .Apa sungguh dia tidak tahu hukum pembatalan wudhu ,ya Tuhan, aku tak pernah menyangka bisa memiliki suami sebodoh ini .


Aku sudah mengangkat tangan ku begitu keluar dan mendapati dia masih berdiri di sana. "Dia hanya menunduk ,dengan rasa bersalah yang begitu jelas terbaca dalam bahasa tubuh nya. Lagi -lagi aku mendes*ah tak habis pikir begitu mukena dan sajadah yang ia sudah persiapkan salah arah . Bagaimana ini ,ya Tuhan...Apa dia sungguh tak tahu .Aku benci berbicara dengan nya ,tetapi dengan ilmu yang sudah aku peroleh aku juga tidak mungkin membiarkan nya larut dengan kebodohan nya itu.


Dia masih membuntuti ku dengan wajah cemas . "Apa mas salah lagi ?" Tanya nya sambil menatap ku meminta penjelasan . Ulu hatiku nyeri ,antara ego dan iman sungguh sedang di pertaruhkan di sini. Untuk hal kecil semacam ini ,aku belum bisa menerimanya apalagi ketika dia menuntut hak nya dariku .Tuhan,mau kau buat sehancur apa lagi diriku.

__ADS_1


"Iya !" Jawab ku dengan nada serak . "Jika kita shalat ,kita mesti menghadap kiblat . Dan patokan nya adalah Kakbah di negara Mekah. Kebetulan negara kita di posisikan ke arah ,dimana matahari terbenam .Ke sana ! Mas salah mengarahkan sejadah nya !" Ucapku sambil membenarkan letak sejadah .Dan ini adalah kata terpanjang ucapan ku kepadanya. Dan dia hanya menunduk .


"Maafkan mas ,mas tak tahu .Tadi ,mas shalat dengan posisi sejadah Seperti ini !" Aku tak tahu entah harus tertawa atau sedih ,yang pasti tak pernah terpikirkan dalam hidupku sama sekali Tuhan akan menjodohkan ku dengan seorang imam yang tak tahu arah kiblat sama sekali .


"Aku mau sholat ,bisakah mas pergi ! Aku minta tolong bawakan Al-Qur'an kemari !" Pinta ku pada akhir nya dengan suara datar , mencoba untuk tidak membuat nya malu . Dia pergi kemudian datang kembali bersama Al-Qur'an yang telah aku pinta .


"Terimakasih !" Ucapku masih datar dan dia hanya mengangguk . Setelah itu keluar dan menutup pintu.


Aku tak habis pikir kepada Abah ,bagaimana beliau mengatakan dia yang terbaik ? Dia yang terbaik ,dia yang terbaik ? Ya Tuhan ,memikirkan ini semua terasa pening dan teramat menyakitkan.


Aku tau surga di dapat karena Rahmat Allah ,tetapi untuk meraih keridhoan nya juga,kita mesti mempelajari aturan-aturan dan larangan nya . Dan dia ,aku bahkan tak tahu ada pria seperti dia !


***

__ADS_1


Hai kak sedikit dulu ya .Like comen sama vote ya jangan lupa . Semoga selalu suka sama cerita nya dan selamat menunggu bab selanjutnya .


__ADS_2