Suci yang Ternoda

Suci yang Ternoda
Keputusan pahit


__ADS_3

Tak usah menghindar ,karena dengan menghindar sedikitpun tak dapat memecahkan masalah bukan ? Maka , disinilah aku berada,setelah tadi mengerjakan shalat ashar terlebih dahulu.Untuk pertama kalinya mengambil inisiatif untuk berkumpul dengan keluarga ku di ruang tamu . Zehra ,gadis remaja itu yang biasanya tak betah di rumah dan memilih berkumpul dengan teman satu tongkrongan nya entah untuk alasan apa juga berada di sini .


Tangan ku bertumpu di kedua lutut ,sambil menatap keluar jendela yang besar dengan tatapan datar . Entah kenapa ,tidak ada yang menarik dengan semua pembicaraan .Ah iya ,aku lupa sudah lama sekali semua tak ada yang menarik di pendengaran ku .


Aku tak peduli dengan tatapan mereka .Mereka mengerti aku hancur ,mereka mengerti aku terluka dan aku bersyukur karena nya ,dengan begitu mereka tidak menyinggung ini itu .Hanya ,bentuk kekhawatiran yang sepenuhnya tertuju padaku ,membuat ku merasa sedikit tak nyaman .Harusnya mereka tak peduli ,bersikap biasa-biasa saja seperti dulu agar aku merasa bahwa diri ini baik-baik saja .


Aku tak tau sudah berapa banyak topik obrolan yang mereka lewatkan .Namun ,ada satu hal yang kemudian aku menatap dan menoleh ke arah Abah di detik berikut nya . Katakan aku salah mendengar ,aku mohon katakan aku salah mendengar dengan apa yang baru saja beliau ucapkan.


"Pikirkan lagi Abah ,ini menyangkut kehidupan Nafis !" Aku menangkap nada memprotes dari umi ,dengan tatapan tak setuju.


"Abah sudah shalat istikharah dan menurut Abah Fikhar lah yang terbaik buat hidup Nafisah !"


Aku diam tak bergeming ,merasakan hatiku di banting keras ke jurang luka .Mataku memanas pastinya kini sudah berkaca-kaca, merasakan nyeri di ulu hati yang tak berujung ,Tidak ... Abah pasti bercanda mengatakan ini semua .


"Tidak ,umi tak setuju Nafis di nikahkah dengan pria yang sudah menghancurkan nya . Umi bukan mau menentang takdir, tetapi Nafisah umi yang melahirkan ,dan umi tidak setuju dengan keputusan Abah !" ini untuk yang pertama kalinya di pendengaran ku ,umi menentang keputusan Abah.


"Abah sudah memikirkan ini baik-baik .Dan mengerti lah umi ,ini juga demi kebaikan Nafisah !" Jelas Abah tak terpancing ,ia masih berbicara pada wanita yang di cintai nya itu dengan tatapan lembut.


"Tidak Abah ... Nafis akan tetap baik-baik saja tanpa menikah dengan pria itu !" Protes nya kemudian menggenggam tangan ku seperti menguatkan .


"Tidak sayang ,itu tidak akan terjadi .Percaya sama umi !" Umi menatap ku yang entah sejak kapan air mata ini sudah menetes begitu banyak .

__ADS_1


"Ma-maksud Abah apa bilang begitu ?" Kataku terbata . Bagaimana beliau bisa mengatakan si bajingan itu yang terbaik untuk aku ,sementara beliau tau dia lah yang selama ini menghancurkan ku . Apakah sungguh ,sehina itu aku jika sampai di sandingkan dengan nya ?"


"Omong kosong , jangan berbicara yang aneh-aneh lagi pak tua . Abah mau bikin kak Nafis mati !" Zehra nyolot ,kebiasaanya jika sedang marah akan memanggil abah dengan sebutan pak Tua . "Jangan dengarkan kak Nafis ,Abah memang suka rada rada nyeleneh kalo ngomong !" tambah nya kemudian kembali pada game online milik nya.


Abah terlihat menghela napas ,menatapku dengan tatapan meminta pengertian . Aku tau ,selama ini Abah selalu menginginkan yang terbaik untuk putri-putrinya .Dan demi apapun, sepanjang hidup tak ada keputusan Abah yang pernah aku sesalai . Semua nya baik dan selalu baik untuk kehidupan ku selanjutnya .


Tapi untuk yang ini ,aku menolak mentah-menatah . Tidak begini ,tidak seperti ini . Abah boleh saja menikahkan aku dengan orang yang tidak aku cintai ,tetapi aku tidak akan Sudi jika menikah dengan orang yang telah menghancurkan ku dan menjadi orang yang paling aku benci di muka bumi ini .


Mau ku buat seperti apa surga ku jika ini benar-benar terjadi .


"Tidak ada orang tua yang menginginkan putri nya menikah dengan orang yang telah menghancurkan nya !" Jelas nya sambil menatap ku lembut .


Aku membuang muka ,tak berani menatap matanya. Tak Sudi untuk mendengar kata-kata selanjut nya karena tanpa nyali ,aku masih duduk di sini menunggu ke hancuran karena tak ada kuasa untuk membantah .Untuk pertama kalinya aku menyesal kan diri ini karena tak pernah membantah ucapan Abah.


"Sudah satu Minggu ini Abah shalat istikharah. Abah tau ini berat untuk mu ,untuk Abah untuk kami semua ,tetapi Allah punya jalan sendiri dan memberi jawaban agar Abah tetapi menikahkan kalian !" Tutur nya dengan suara meminta pengertian. Aku menangis keras dan memeluk sang umi ,berharap kenyataan ini salah ,berharap abah becanda dengan mengatakan Allah mau aku berjodoh dengan nya . "Umi apa Nafis begitu hina hingga Allah mau Nafis menikah dengan nya !" Ratap ku sambil mengeratkan pelukan .


"Tidak sayang ...Tidak begitu .Bukan kah kamu tau ,Allah selalu mau yang terbaik untuk hambanya ? Jangan berburuk sangka pada Allah. !" Pada akhirnya nada pasrah terdengar keluar dari mulut umi .Aku tau beliau tidak ada kuakua sasa untuk menentang keputusan Abah .


"Jangan dengerin kak Nafis .Biar aja kita kabur dari rumah .Suruh pak Tua itu yang nikah dengan setan sialan itu !"Cetus Zehra ,gadis itu memang rada bar-bar . Kata-kata nya kadang terkesan abnormal.


"Nafis mengertilah , Abah melakukan ini semata mata demi kabikan mu .Abah hanya berbicara ,tapi tidak membutuhkan persetujuan mu . Sekarang ,ba'da Maghrib Abah sudah mengatur pernikahan mu dengan nya ,Abah harap kamu sudah bersiap -siap !"

__ADS_1


Duar...


Serasa ada hantaman yang begitu hebat pada hatiku. Sekarang ? ba'da Maghrib ? .Otak ku tiba-tiba melamban ,waktu seakan berhenti .


"Sekarang ? Ba'da Maghrib ?" Ucapku nyaris tak percaya . Umi hanya kembali meraih kepalaku kemudian menenggelamkan di dadanya .Aku tau beliau berusaha membuatku tenang tetapi ,mengapa hati ini tak bisa tenang .


Aku hancur ,di luluh lantakkan oleh kabar dan kenyataan yang amat pahit untuk aku telan . Aku tak,mau tak ridho jika harus menikah dengan bajing*an sepertinya .


"Umi suru Nafis bersih-bersih untuk menyambut suaminya nanti . Abah sudah memilih tempat tinggal untuk mereka tinggali . Setelah isya ,Nafisah akan dikirim ke sana untuk menyelesaikan kesalah pahaman dengan suami nya !" Aku ambruk ,tubuhku rubuh ,badan ku gemetar .ini terlalu menyakitkan ,sangat menyakitkan . Aku tak lagi mendengar kata selanjutnya tetapi ..


"Maaf kan Abah Nafis ,sejujurnya semua ini juga berat buat Abah !"Tambah nya kemudian sambil mengusap puncak kepala ku ,menghadiahkan sebuah ciuman sebelum beliau berlalu.


Brakk. !!


"Dasar tua Bangka ,mutusin kehidupan anak seenak jidat . Bapak macam apa kau ,pokok nya aku tak setuju kak Nafis menikah dengan keparat itu.Aku akan bawa kak Nafis kabur dari sini !" Amuk Zehra setelah sebelumnya menggebrak meja.


Aku tak tau hal apa yang terjadi selanjutnya .semua nya gelap ,terasa mendadak ,aku tak tau apa yang mesti aku perbuat .


***


Hai kak ..like , Komen ,rate ,vote Pokok nya !! Wkwkwk

__ADS_1


Di bilang maksa enggak ,tapi gak maksa juga ya enggak wkwkkw. Kalau suka aja si sama cerita nya sebenarnya.


__ADS_2