
"Mami ,memang nya mami tidak merasa aneh dengan Fikhar akhir-akhir ini,ya ?" Tanya Vena memecah keheningan di antara mereka yang saat ini telah berkumpul di ruang tamu. Sepasang suami istri itu sudah beberapa hari ada di Jakarta ,memang mereka tak pernah absen datang satu bulan sekali untuk berkunjung ke rumah orang tua nya.
"Vena lihat ,Sekarang Fikhar lebih kurus dari bulan lalu ,terus Vena gak suka lihat dia kucek begitu !"Cerocos nya dengan bibir di tekuk,pandangan nya menerawang mengingat perubahan yang begitu mencolok dengan satu bulan yang lalu . Mami Lena sudah dari tadi memperhatikan nya ,sementara Pak Roman tampak meletakan majalah yang di bacanya kemudian fokus menuntut penjelasan kepada putri nya.
"Mami fikir juga begitu ,entahlah.. Mungkin sedang punya masalah.Akhir-akhir ini juga mami lihat dia sering melamun, !" jawab mami Lena dengan pandangan menerawang. "Di kantor anak papi gimana ? papi jangan keras-keras sama anak , kasihan!" Kali ini semua mata tertuju pada pak Roman ,dengan tatapan mengintrogasi.
"Justru kalo ada waktu berdua papi mau nanya sama tuh anak . Udah hampir tiga hari bolos ke kantor ,kenapa coba ?"Telak pak Roman tak terima dengan tuduhan istrinya.
"Tuhkan... ,Ini pasti masalah kantor.Fikhar jangan dulu di tempatkan di presidnt direktur ,kalau misalkan dia belum merasa sanggup !"Usut mami Lena sambil menatap suami nya"Dua Minggu yang lalu Fikhar minta pindah ke apartemen .Mami sibuk ,jadi tak sepenuhnya bisa mami kontrol.Lagi pula dia sudah dewasa,harusnya dia sudah bisa menentukan dan mengambil jalan yang baik untuk hidupnya.!" Tambah nya kemudian sambil mengingat kejadian dua Minggu yang lalu .Fikhar bersi keras memaksa untuk tinggal sendiri,padahal rumah yang maminya tinggalin juga kosong .
"Kamu tau masalah Fikhar,Dek ? Biasanya kan Fikhar sering curhat sama kamu !"Sela Randi,yang sebenarnya sudah tahu tujuan istrinya memulai percakapan.
"Sebenarnya Vena juga tidak begitu yakin sih.Tapi satu bulan yang lalu dia sempat cerita tentang kekasih barunya.."
"Kekasih Baru? Memang nya,Fikhar punya pacar ?"Ucapan Vena terhenti ,di potong dengan pertanyaan dari sang mami yang saat ini menatap nya dengan tatapan meminta penjelasan.
"Iya sih, setau Vena.Fikhar pasti belum cerita ya sama mami ? Emhh... Waktu itu sih dia pernah bilang takut mami gak cocok.Soal nya dia keturunan Barat gitu !"Jelas Vena sambil menatap ragu demi melihat reaksi sang mami.
Pak Roman tampak kembali mengenakan kacamatanya .Ia meraih majalah yang tadi sempat di letakan ,pikirnya ini bukan urusan dia mengingat wanita adalah orang yang paling mengerti jika berurusan dengan sebuah perasaan.
__ADS_1
"Kamu yakin ?"Sebelah alis mami Lena berjinjit,mempertanyakan penjelasan putrinya barusan .
"Kan udah Vena bilang ,Vena juga gak begitu yakin .Kali ada hal lain yang mengganggu pikiran nya ,kenapa mami tidak pernah bertanya ?"Tuntut Vena pada mami nya .Ia tidak suka maminya begitu sibuk sehingga tidak terlalu peduli dengan urusan sang anak di luar rumah.Meski memang mami selalu menyayangi dan memanjakan nya,tapi tidak harus melepaskan pengawasan sang anak di luar rumah. Buktinya mami dan papi nya tidak tahu bahwa Fikhar sering mabuk-mabukan ,atau sering melakukan hal yang melanggar norma agama dan hukum.
"Mami juga sering nanya Vena ,tapi dia jawab nya gak apa-apa!"
"Fikhar udah dewasa mam ,jadi dia pasti sungkan lah !" Vena memprotes pembelaan maminya ,sekilas ia melirik sang suami yang tadi sempat meremas telapak tangan nya ,ia mengerti bahwa ia terlalu lancang dengan berbicara terlalu keras pada maminya sendiri.
"Jadi mau kamu, mami harus bagaimana?"
"Ya gak gimana-gimana ,Vena hanya ingin kalo misalkan Fikhar suka sama cewek yahh se enggak nya,mami setujui !"Ucap Vena pada akhirnya ,kembali pada rencana dia sejak awal memulai pembicaraan.
"Jadi ..Fikhar boleh-boleh aja ya nikah sama Siera?" Tuntut Vena pada mami nya.
"Ya boleh-boleh aja ..Asal dia gadis yang baik ,mami setuju !"
"Tukan... mami masih belum menyetujui pilihan Fikhar seratus persen!" potong Vena dengan wajah masam.
"Lha ,salahnya mami dimana? Jadi..
__ADS_1
Tunggu..Jadi maksud kamu pilihan Fikhar tidak baik, gitu?"Sela Mami Lena setelah sebelumnya berpikir dan mencerna nada protes dari putri nya barusan.
"Ya bukan gitu juga mam,aku cuman kasihan sama Fikhar .Kaya nya baru kali ini deh dia punya hubungan serius sama seorang wanita!"Jawab Vena gugup.
"Sudah .. sudah.. Biar papi yang nanti bicara sama Fikhar!" Pak Roman menyela ,seketika menghentikan perdebatan dua wanita yang di cintai nya itu.
***
Sementara dalam sebuah mobil, seorang pria masih juga belum berniat untuk turun .Pikiran nya berkelana , mengingat-ingat kembali percakapan nya tadi dengan bi May ,dengan Aryo juga. Ia tahu ,semua orang pun tahu ,bahwa ia tak pantas untuk gadis itu .Lagipula ,ia tidak pernah mengerti dengan hatinya sendiri satu bulan ini .Harusnya, saat ini ia masih dalam keadaan tenang,karena sampai satu bulan lamanya tidak ada tanda-tanda Ustdzah muda itu mengusut kasus dan membawa nya ke ranah hukum.Ia tenang ,harusnya begitu ...Tetapi entah lah ,memikirkan semua ini hanya membuat nya prustasi,dan ia merasa ia akan gila sebentar lagi.
Pria itu lekat , tampak asik dengan foto yang ia curi dari ponsel mami nya. Foto Nafisah sewaktu berkunjung ke rumah bibi nya itu iya ia Zoom , kemudian ia perkecil .Begitu seterusnya sampai akhirnya ia membuang napas ,mengusir gusar yang tiba-tiba menyergap nya.
"Ia ,aku mesti meminta papi melamarnya untuk ku!" Putusnya kemudian turun.
****
Terimakasih untuk dukungan dan berkenan membaca ceritanya.
,jangan lupa ya ,like comen sama vote nya biar makin semangat lagi nulis nya.
__ADS_1
Tak do'a in biar pada sehat ,terus semangat dan semoga tak pernah bosan untuk menunggu bab selanjutnya .