Suci yang Ternoda

Suci yang Ternoda
Ustdzah tidak akan menyesal


__ADS_3

Aku duduk di bibir ranjang ,memperhatikan gelap di balik jendela kamarku dengan tatapan datar .


"Sudahlah kak Nafis, jangan menangisi kepar*at mesum itu !.Ayo kita pergi dari sini ,mumpung pak tua tak berguna itu juga ada di sana . Zehra sudah chat temen-temen Zehra dan dia mau menanggung kakak di sana .Kita pergi ,kita hidup mandiri !" Sedari tadi Zehra membujuk ku untuk pergi. Semua barang miliknya sudah ia packing , mondar-mandir dari sana ke sini memikirkan jalan untuk kita kabur .


"Pergilah Zehra ,kamu tidak mengerti apa yang sedang kakak rasakan . Kita punya Abah ,kita punya Umi .Pikirkan baik-baik kalo kita sampai pergi dari sini ?"Kataku ,dengan teriakan tertahan. Aku sudah menghancurkan hati mereka dan tidak mungkin aku kembali membuat mereka kecewa.


"Lagi pula kakak sedang h-hamil!" Aku menambahkan dengan suara terbata ,berusaha menjelaskan bahwa tidak semudah itu memikirkan ini semua .


"Halah ... Jangan memikirkan keponakan bernasib sial itu kak . Pendapatan Zehra lebih dari cukup untuk membeli susu dan peralatan nya !"Kukuhnya membantah semua ucapan ku .Di ingatkan tentang pendapatan ,aku tau dia penjudi online yang hoki,ayam kesayangan nya di belakang kerap kali memenangkan pertandingan ,dan ia sering kali bangga atas semua pencapaian nya itu.


"Tidak semudah itu Zehra ,kamu tidak mengerti apa yang kakak pikirkan !"Tekan ku .berusaha menjelaskan.


"Tapi kakak jangan terus menangis seperti ini kalo memang mau menerima set*an itu menjadi suami kakak !"


Aku tertegun ,merasakan kembali nyeri di ulu hati .


Suami ? Ah ,aku lupa bukan prihal pergi dari rumah ini yang sedang kami bicarakan.Akan tetapi , nasib sialku yang dinikahkan dengan bajing*an itulah penyebab nya.


Aku lupa ,lupa kalau sebentar lagi aku akan menikah dengan manusia yang paling aku benci di atas muka bumi ini.Aku lupa ,bahwa sebentar lagi aku akan menyandang status istri darinya ,dari orang yang telah menghancurkan hidup ku tepatnya .


"Ayo kita pergi !" Aku tersadar ,mendapati air mataku telah jatuh .

__ADS_1


"pergilah Zehra ,kakak sedang mau sendiri !" Aku mendongak ,menatap matanya meminta pengertian.


kulihat ,helaan napas kecewa dari mulutnya. Tetapi tak ayal ,gadis enam belas tahu itu tetap pergi meninggalkanku disini seorang diri .


Suara ijab kabul di pengeras suara ,namun terasa begitu mencekik bagiku, terdengar lantang di ucapkan ,meruntuhkan semua sisi pertahanan ku .Aku menangis keras ,merasa ini tak begitu adil untuk ku . Bukan ini yang aku mau,bukan jalan seperti ini namun lagi-lagi aku mendapat kenyataan bahwa aku tak kuasa untuk menolak ini semua .


Aku benci dia ,aku benci bahkan otak ku nyaris pecah walau hanya untuk mendengar suaranya . Aku tak tau bagaimana aku nanti melayani nya karena aku tak Sudi walau hanya untuk sekedar menatap wajah nya. Tuhan... Jika hidup ku saja seperti ini ,mau bagaimana ku kejar surga nanti ?


"Nafis !" Itu suara umi . Tapi aku tak bergeming ,tak berniat menjawab karena saat ini aku masih asik menatap keluar jendela berharap aku menemukan ketenangan di sana. Ralat ,tidak ada sesuatu apapun yang kutemukan selain dada ini semakin sesak dan tangis ku semakin hebat .


"mami sama mbak nya Fikhar mau bertemu dengan mu !"Tambah nya ,entah sejak kapan tubuh umi sudah berada di sampingku dan menyentuh bahuku pelan.


"Ya sudah ,bersiaplah sebentar lagi kamu akan di antar kerumah baru !"Ucap umi pada akhirnya terdengar prihatin .Masih ku rasakan sentuhan beliau di bahuku sebelum keberadaan nya tak lagi ku temukan di sini.


Aku menangis ,kecewa kepada diriku sendiri. Karena rumah tangga bukan yang seperti ini yang sebelumnya aku dambakan . Aku memiliki mertua baik juga aku yang akan menganggap nya sebagai ibu ku sendiri ,memiliki saudara ipar yang akan berbagi gosip dengan ku ,tetapi...Ralat ... Demi apapun bukan cara seperti ini yang aku inginkan . Bukan seperti ini !


Aku tergugu ,mendapati luka yang terasa begitu amat menyakitkan . Kenapa ,kenapa ini harus terjadi kepada saya Tuhan ...!!


" Ustdzah ...!" Aku buru-buru mengusap air mata begitu mereka datang .Kak Jamil dan Rukaya ,Roisah yang usianya di atas ku tiga tahun itu berlari kemudian memeluk ku dengan sangat erat .


"Kenapa Ustdzah gak bilang kalau mau menikah . Bahkan kami tidak punya persiapan apapun untuk membuat kejutan!" Rukaya mencebik ,dan aku hanya tersenyum hambar. Tolong ,siapapun itu aku ingin sendiri dulu ,tetapi aku sungguh tidak bisa menolak keberadaan mereka di sini. Mereka tak tahu apa-apa dan aku takut mereka malah curiga dan mengetahui jika pernikahan ini adalah sebuah kesalahan.

__ADS_1


"Kalian tau sendiri Abah memang kaya gitu ,gak suka nikahan di rayain dengan alasan banyak sisi mudarat nya ketimbang berkah nya !" Kataku setelah sebelumnya membuang napas demi mengusir rasa sesak di sana..


"Tapi gak sampai segini nya pula ,kenapa gak bilang minimal tiga hari atau seminggu lah ,enggak ,tau tau Abah ngumumin Ustadzah menikah aja ..!" Kali ini kak Jamil yang memprotes .Di bibir ranjang ini mereka mengapit dan memegang tanganku satu persatu .


Aku mengerti kekesalan mereka , dan aku berharap mereka tak curiga dengan ketiadaan satu bulan ini .


"Nafis juga gak tau kak Jamil ,Rukaya . Lelaki itu memang Abah yang pilih dan Nafis hanya menurut keinginan beliau saja !" Jawab ku masih dengan senyum hambar .Demi apapun ulu hatiku terasa di remas-remas ketika menjelaskan ini semua.


"O ya ,ya Tuhan... Dari mana Abah menemukan lelaki jelemaan dewa itu . Sungguh ,Ustdzah gak akan pernah menyesal dengan pilihan Abah .Dia Ganteng ...sangat tampan dan lima belas karat ,Ya Tuhan ,sisakan laki-laki seperti itu untuk ku ,satu saja !" Ucap kak Jamil antusias sambil melemaskan dirinya ke lantai .Aku tersenyum ,sungguh ingin tertawa mendengar lelucon itu . Ganteng ? kaya ...? omong kosong apa yang kak Jamil katakan tentang set*an mesum itu . Bahkan ,aku tidak melihat kesempurnaan sedikit pun pada dirinya.


"Aku tak menyangka pria itu akan menikah dengan Ustdzah . Tadi aku sempat melihat dan diam-diam memfoto nya ,ya Tuhan ..Aku sungguh baru melihat ada pria setampan itu ,dan tadi aku sempat menyangka bahwa yang ku lihat tidak lah nyata ,kalau pun nyata mungkin lelaki itu berasal dari negri jin!" Tutur Rukaya juga menanggapi . Aku tertawa kemudian menangis ketika mendengar cerita mereka .Ya Tuhan ,sebegitu mereka mengagumi manusia titisan setan itu, tanpa mereka tahu seperti apa wujud aslinya .


"Oh tidak ,ustadzah.. Jangan menangis !"


Panik mereka begitu aku tergugu ,aku tak kuat mendengar ini semua. Aku benci nama dia di sebut-sebut dan di puji-puji seperti itu ,aku benci apapun yang berhubungan dengan nya .


"Aku hanya tidak tahu kenapa aku mesti menangis !" Kataku berusaha menutupi kebohongan.


"Menangis lah ,dan selamat berbahagia Ustdzah .Terimakasih untuk semua hal yang Ustdzah kasih kepada kami .Ilmu ,akhlak ,apapun .Aku mencintai Ustdzah !" Aku tak tau lagi siapa yang berbicara seperti itu dalam pelukan ku .


Tidak tahukan mereka bahwa aku ini sedang hancur ,sangat hancur sehancur-hancurnya.

__ADS_1


__ADS_2