
Novel ini aku ganti judul nya akak, berharap banyak yang tertarik dengan judul yang baru untuk mengintip ceritanya. ,tetapi ceritanya tetap sama kok!
****
Aku kira semuanya akan mudah ,seperti saat malam pertama kami bersama .Tetapi nyaris dua Minggu ,semuanya masih tetap sama. Sedikitpun belum ada perubahan dalam hubungan kami .Dia hanya berbicara untuk sesuatu yang di ajarkan kepadaku ,selebihnya tidak ada.Meski dia tak pernah menolak dengan segala hal perlakuan ku kepadanya, tetapi tetap saja.Hatinya masih beku juga utuh tak tersentuh.
Tak apa-apa ,dengan dia mau menikah dengan aku pun ,merupakan hal yang aku syukuri .Jadi ,ku katakan aku baik-baik saja .Aku begitu menikmati peranku sebagai seorang suami dari Nafisah ,walau semuanya butuh perjuangan yang hebat ,tetapi sama sekali hatiku tak merasa berat .Aku begitu bersemangat ,mempelajari apa yang sebelum nya tak pernah aku pikir bisa melakukannya ,dari mulai mencuci ,bersih-bersih rumah ,belanja dan banyak hal yang tak bisa aku sebut satu-persatu. Hanya memasak ,ku rasa di Jakarta nanti aku perlu kursus terlebih dahulu ,untuk sekarang aku masih selalu membeli nya di luar.
Dua Minggu ini ,aku yang menghandle semua pekerjaan rumah .Aku membiarkan nya berdiam diri di kamar , berlama-lama dengan kitab nya walau kadang suara tangisan kerap kali aku dengar di sana. Aku tau dia masih sering menangis ,karena tak jarang mata nya yang bengkak aku temukan kala pagi menyapa .
Hatiku sering kali terasa nyeri , bahkan tak jarang aku selalu menemukan air mataku jatuh .Bukan karena semua perjuangan ku tak di hargai ,tetapi pandangan nya dengan luka yang dalam itulah yang selalu merenggut paksa .Jika bisa ,ingin ku kembali kan binar bahagia di matanya ,tetapi aku sama sekali tak kuasa atas semua ini . Aku menahan napas ,merasakan siksaan yang begitu menyakitkan. Aku hanya baru tahu ,bahwa mencintaimu rasanya bisa sesakit ini .
__ADS_1
Dia sedang mengganti pakaian begitu aku membuka pintu kamar kami . Tubuh ku membeku ,mataku terhipnotis oleh keindahan , Pembuluh darah ku bergerak lebih cepat ,menghantarkan siksaan yang begitu terasa menyakitkan ,dan aku sepenuhnya sadar bahwa otak mes*um ku tak sepenuhnya hilang. Bagaimana pun aku lelaki normal ,dan menahan diri seperti nya merupakan hal paling payah untuk aku kendalikan.
Aku mengatur detak jantung ku ,mataku beberapa kali mengerjap mencoba mengusir bayangan punggung putih milik nya yang tadi sempat terekspos saat dia berusaha menarik resleting bajunya di bagian belakang .Hal ini sungguh sangat menyiksa ,dengar ..Aku sangat tersiksa ! Sakit,tentu saja !
Sakit itu ketika kita mati-matian harus menahan diri dan mengendalikan otak kotor kita begitu ,aroma sampo di rambut nya menusuk hidung dan mengobrak-abrik setiap pertahanan dalam diriku .Sakit itu ,ketika melihat leher jenjang juga betis mulus yang kadang terekspos di depan mataku .Sakit itu seperti itu kawan ,serumah dengan wanita yang kita cintai dalam keadaan halal tetapi tak bisa melakukan apa-apa selain memandanginya .
Aku membuang napas secara perlahan ,saat ku dapati sorot mata datar masih terpancar dalam pandangan nya . Aku tau jiwa nya telah hilang separuh ,aku tau separuh Nafisah tidak ada dalam tempatnya karena sebagian telah tiada ,terkekang dalam rasa sakit dan semua itu aku yang melakukan nya.
"Besok mas mau tetep ke Jakarta untuk melihat mami . Kalo kamu gak mau ikut ,mas akan mengantarkan mu ke rumah umi !"Kataku ,entah kenapa suara ku terdengar dingin bahkan di pendengaran ku sendiri.Ah ..Aku lupa ,bahwa siksaan lain belum sepenuhnya menghilang dalam tubuh ku.
Dia hanya mengangguk sebagai jawaban nya ,kemudian menyodorkan gelas kosong itu ke arah ku ."Mas tidak tidur disini ,kalo misalkan kamu butuh sesuatu bisa panggil mas di kursi ,kalau tak ada di kamar sebelah !" Kataku memberitahu .Dia masih diam tak menjawab sampai aku menarik kepala nya kemudian mencium nya secara singkat .
__ADS_1
Aku menerima nya "Tidur yang nyenyak ya , selamat malam .Mas mencintai mu melebihi diri mas sendiri ,maka berjanjilah untuk tetap baik-baik saja !" Tutup ku ,dan seperti biasa .Air mata merambat pelan ,aku tidak tahu untuk hal apa dia menangis .
Apa kata-kata ku sangat buruk ? mengapa aku merasa aku telah menyakiti nya !!
Aku keluar dari kamar setelah mematikan lampu terlebih dahulu .Ku harap ,dia tak mimpi buruk lagi seperti malam-malam sebelumnya. Bukan aku tega ,habis nya bagaimana aku tidak mungkin membiarkan diriku dekat dengan nya jika aku tidak mau diri ini benar-benar lepas kendali .
****
maaf ya, kalau banyak typo .
selamat menunggu bab selanjutnya untuk kakak semua yang sampai saat ini mengikuti jalan ceritanya . semoga selalu suka .
__ADS_1
Jangan lupa ya like ,komen vote ,dan rate .