Suci yang Ternoda

Suci yang Ternoda
Aku membencimu !


__ADS_3

"Ngapain kamu di sini ,hah ?


Set*an ,bajing*an ...puas kau sudah menghancurkan ku,?"Tiba-tiba ,Nafisah berteriak tak terkendali .Ia menggeleng-gelengkan kepala nya sambil menutup kedua telinganya .


"Jangan tampakan wajah busuk mu di hadapan ku ,enyahlah...Aku membenci mu!" Entah berapa makian dan nama binatang terlontar dari mulut Nafisah. Wanita itu berteriak kesetanan ketika tadi ,sepasang netranya menyadari keberadaan ku.


Ia memberontak begitu sang ibu berusaha menahan dan memeluknya.Air mata nya berserakan ,dengan tatapan tajam berkilau sebagai pisau yang siap menghunus jantung ku .Aku meringis menahan nyeri ,bagaimana aku bisa membuatnya seperti ini ?


"Pergi setan Gila ! Enyahlah dari hidup ku!" Teriak nya masih tak terkendali.


"Sabar Naf,sabar dulu .Kita bisa bicara baik-baik,iya kan !" Umi Nafisah yang masih syok membenamkan kepala Nafisah ke pangkuan nya, seperti berusaha membuat putrinya merasa lebih tenang. "kenapa dia ada di sini mi ?Dia jahat ,dia udah hancurin hidup Nafis !"Katanya dengan suara pilu,kata-katanya tersendat oleh tangis.Sementara tubuh nya kini sudah jauh lebih tenang dari sebelumnya,hanya saja cengkraman kuat di bahu sang ibu telah memberi tanda bahwa kemarahan gadis itu belum sepenuhnya hilang .


"Tenang dulu sayang ,tenang !" Ucap ibu Nafisah masih sambil mengusap kepala putrinya yang saat ini memeluk nya ketakutan. "Semua akan baik-baik saja ,bicara baik-baik ,apa yang sebenarnya terjadi dengan kamu?"


Aku membeku di tempatku ,merasakan dunia ku tiba-tiba hancur. Sementara , ekspresi yang lain tak jauh berbeda dengan apa yang telah aku lakukan,menatap Nafisah yang saat ini ada dalam pelukan ibunya dengan tatapan tak percaya. Mereka masih syok dengan teriakan juga kelakuan Nafisah barusan .Hanya kyai Hasyim yang tampak lebih tenang di sini ,ia hanya menarik napas sambil mencerna dengan tingkah Nafisah yang di luar kendali.


Sesekali pandangan nya tertuju pada ku yang tertunduk dalam.Air mata ini sedari tadi juga menggenang , mengingat dan menghitung kadar kesalahan yang sudah aku perbuat.Pedih,tentu saja .Bagaimana aku bisa tega menghancurkan hidup gadis yang tak tahu apa-apa.Ironisnya ,waktu itu aku begitu menikmatinya seolah dunia milik diriku sepenuhnya.


Aku mengusap ujung mata ku yang sudah basah ,kemudian perlahan mengangkat wajah dan menatap kyai Hasyim dengan tatapan meminta maaf. "Pak Kyai,saya yang bersalah di sini ! Izinkan saya menikahi ustadzah Nafis! Saya berjanji akan bertanggung jawab sepenuhnya!"Kata ku mantap .Sementara, beberapa pasang mata kini menatap ku dengan ekspresi tak percaya.


Dalam kondisi Nafisah yang seperti ini? Tentu saja mereka akan memutar otak,berusaha mencerna kata-kata ku barusan."Semua ini salah saya ! " itu kata yang mampu menghasilkan ribuan pertanyaan , Harusnya tanpa di jelaskan pun mereka sudah mengerti dengan apa yang telah aku lakukan bukan?


"Saya tau pak kyai, saya bukan tipe ideal calon suami Ustadzah Nafis ,tapi saya berjanji saya akan memperbaiki diri saya _"


"Omong kosong apa yang kau katakan ,hah ? Aku tak Sudi menikah dengan setan busuk seperti mu.Enyahlah, sebelum aku membunuh mu! "Mata Nafisah berkilat marah .Wajah nya memerah ,seperti tak Sudi mendengar kata-kata ku barusan.


Hatiku di hantam nyeri yang tak berkesudahan ,Nafisah membenci diriku .Ah,tentu.Bodoh saja jika selama ini aku bermimpi dia akan menerima maaf dan tanggung jawab dari ku . Air mataku menusuk tajam ,aku menangis di atas kehancuran yang telah aku kacaukan.


"Pergi ... Pergi kamu dari sini !"Teriak nya tak sabar.

__ADS_1


"Naf ,sayang ,sabar ..Sabar ! Sebenarnya apa yang terjadi ? Kenapa kamu marah sama dia ,hah?"Itu suara umi Nafisah yang masih berusaha menenangkan nya.


Mataku datar ,melihat bagaimana uminya itu mencoba menatap wajah putrinya yang begitu kacau. Ia meringis ketika kesedihan ,kepedihan ,kehancuran semua nya menyatu dalam kilat mata nya yang menatap nya nanar.


"Umi tanyakan saja sama baji*Ngan mesum dengan apa yang sudah ia lakukan kepada ku ? Umi ,dia menghancurkan masa depan Nafis.Dia menodai Nafis saat Nafis nginep - nginep - di hotel . Umi inget -kan ? waktu Nafis mau ngisi ceramah di- di - kediaman Ustadzah May , waktu itu - dia ada di sana Umi,di hotel" Kata-kata Nafisah putus-putus, tersendat dengan suara tangis juga rasa sakit yang mungkin tiba-tiba menyerbu ke dalam ingatan.Sementara tubuh nya berguncang ,ia menangis keras dan meraung di pangkuan umi nya.


Aku menangis dalam penyesalan ku


ketika melihat Air mata ibunya menetes perlahan .Ia diam tak bergeming ,mendengar penjelasan putrinya yang pastinya amat menyakitkan.


Beliau masih diam tanpa ekspresi di tengah tangisan putrinya ,dan disini aku baru menyadari bahwa Nafisah memendam ini sendiri,selama ini dan aku sepenuhnya sadar ,bahwa aku nyaris membuat nya mati.


Tidak ada lagi yang aku lakukan selain menunduk pasrah ,ketika tatapan semua orang menuntut penjelasan kepadaku. Marah ,kekecewaan dan entah pandangan seperti apa lagi yang saat ini menuntut untuk sebuah pertanggung jawaban atas apa yang telah aku lakukan.


"Benar Fikhar ,dengan apa yang sudah kamu lakukan?" Tanya papi dengan suara dingin.


"Maafkan Fikhar pih !" Jawab ku sambil menunduk dalam ,tidak ada yang mau aku jelaskan di sini ,karena semuanya sudah jelas ! Tidak ada kata yang ingin aku ucapkan,tidak ada pembelaan ,aku benar-benar pasrah karena ini memang salah ku. "Ma-maafkan saya Nafis ,saat itu saya sedang hilap !"


"Awwww.."


"Fikhar !"


Hanya terlambat beberapa detik suara ringisan dariku juga teriakan terdengar beriringan.Gadis dengan stelan jeans sobek itu entah sejak kapan berada di sini kemudian menekan siku ,dan menekuk ku dari arah belakang . Aku meringis merasakan nyeri di area tulang belakang.


"Hilaf...lu pikir bisa balikin semua nya ,hah? "Hardik nya dengan mata berkilat marah..


"Lo punya otak gak ,nyampe ngancurin hidup kakak gue .Salah kakak Gue apa ,hah? "


Bughh..

__ADS_1


satu tendangan kembali mendarat di wajah ku. Aku sedikit terpelanting karena tak siap . Bau amis menyeruak ,cukup memberi tanda bahwa bibirku telah pecah.Hal semacam ini ,memang sudah aku perediksi sebelum nya meski pun rasa sakit ini terasa lebih dari apa yang aku bayangkan.


Dia baru saja hendak melayangkan kakinya lagi tetapi terhenti begitu mendengar ucapan dari kyai Hasyim.


"Cukup Zehra !" Kyai Hasyim memperingati gadis itu yang masih berapi-api, Napas gadis itu memburu,wajah nya merah menahan amarah .


Bughh..


"Cukup Zehra !"


"Abah ..Kenapa kita harus diam?Abah lihat kak Nafis sekarang ,ia hampir gila gara-gara seta*n sialan ini !"Protes nya masih dengan nada suara tinggi.


Ia menatap ,satu per satu keluarga ku yang hanya bisa diam ,kecewa dengan apa yang baru saja mereka ketahui. Dan aku mendapati rasa sakit itu kembali begitu melihat mami membekap mulutnya dengan suara tangis yang tertahan.


"Ngapain kalian masih diam di sini ,hah? sana pergi! ,sana ...! "Usir gadis itu dengan suara ber api-api.


"Pak kyai ...Sunggguh_"


"Cukup...saat ini saya sedang tidak mau mendengar penjelasan untuk saat ini !"Kyai Hasyim menghentikan ucapan papi .Ulu hatiku nyeri begitu ku dapati kecewa terlihat begitu jelas dari wajah papi.


"Maaf ,tapi sebaiknya untuk sekarang kalian mending pulang !" Mereka kembali terdiam , seperti bingung dengan apa yang hendak mereka lakukan sekarang.


"Nafis..Nafis..Sayang! "Suara panik dari ibu Nafisah telah mengalihkan pandangan kami .Wanita itu terlihat beberapa kali menepuk bahu putrinya yang tidak ada pergerakan.


"Nak..!" Ia tampak membalikan wajah putrinya yang sudah terkulai lemas.


"Abah ...Nafis pingsan!"


***

__ADS_1


Ini nih ,buat yang gak sabar nunggu part selanjutnya .Satu bab aja ya,yang lain besok-besok lagi. Selamat membaca ,buat yang suka tolong rate dong ,komen like ,dan vote jangan lupa biar tambah semangat .


__ADS_2