
"Kamu yakin mau lamar ustadzah Nafis? " Pertanyaan mami Lena sejenak menghentikan percakapan di antara dua anak nya.Kini, tatapan Fikhar beralih pada wanita yang di cintai nya dengan tatapan yakin.
"Kata hati Fikhar, Fikhar yakin mam !"Jawab nya bersamaan dengan helaan napas pelan dari mulutnya. Tak di sangka ,beban di benak nya sedikit berkurang setelah ia mengutarakan niat nya hendak melamar Nafisah.Meski reaksinya seperti yang ia duga,tetapi ia begitu lega karena mereka selalu mendukung apapun keputusan dirinya.
"Ustadzah Nafis itu putra nya kyai lho,Fikh! "Jelas mami Lena dengan nada santai mencoba memberi pengertian. "Sepuluh tahun dia tinggal di Jombang untuk menuntut ilmu,sekarang kabaranya,dia aktif mengajar dan mengelola santri putri milik ayah nya!,meski satu bulan ini dia absen memenuhi panggilan tapi mengingat ceramah nya yang tersebar di media sosial kiranya cukup untuk menyimpulkan seperti apa latar belakang nya!"Mami Lena melanjutkan ucapan nya yang sempat terjeda.
Sementara yang lain nya tampak serius menanggapi.
"Fikhar juga tau !"Ucap nya dalam.Pikiran nya terbang ,menghayati kata-kata maminya barusan.
"Sementara anak mami ? Dia memang tampan ,mapan ,bahkan sesuatu yang di inginkan nya sejak kecil akan tampak di depan mata. Maaf ya .tapi menurut mami ,putranya mami pasti akan sangat jauh dari kriteria calon suami Ustadzah Nafis .Kamu tau sendiri kan gimana kamu,yang sholat saja seperti nya tidak pernah!"Ucap mami Lena memberi perbandingan.Diam-diam,Fikhar menyutujui apa yang baru saja mami nya katakan.
Ia juga begitu sadar bahwa calon idaman suami seorang Nafisah itu pasti terlalu jauh berbanding dengan dirinya.
"Boleh saja suka ,umi juga nanti mau bicara sama Ustadzah May untuk menyampaikan niat mu ,tapi ingat..Anak mami tidak boleh kecewa ,anak mami tidak boleh patah hati .Mami bingung ,karena semua ini di luar kendali mami sama papi!"Tutur nya sambil menatap putranya dengan tatapan lembut.
__ADS_1
"Fikhar paham mam ,Fikhar sudah memikirkan semua konsekuensi nya ketika Fikhar di tolak .Tapi Fikhar mohon , Fikhar mesti ketemu dia untuk menyampaikan niat baik Fikhar!"Jawab Fikhar masih dengan suara dalam.Pria berusia dua puluh tujuh tahun itu tampak menatap mami dan papi nya dengan kilat permohonan.
Sementara,mereka semua tampak menghela napas pelan.
"Kamu kenapa tegang begini ,Fikh? Mbak sama mami senang lho kamu mengutarana niat baik kamu melamar Ustadzah Nafis. Ustazah Nafis emang dari dulu calon mantu dan adek ipar idaman mbak sama mami!"Sela Vena mencoba mencairkan suasana.
"Jadi, ustadzah Nafis toh yang bikin adik mbak dilema ,wajar sih !"Tambah Vena sambil kembali meraih keripik kentang nya yang tadi sempat membuat nya tersedak.Wanita yang wajah nya hampir mirip dengan Fikhar itu tersenyum simpul ,saat melihat sang adik bergerak salah tingkah.
"Apaan si mbak ,kebiasaan deh !"Ujar Fikhar dengan tatapan sebal.
"Jadi ,kapan mam kita pergi ke Bogor buat ngelamar ustadzah Nafis?"Pertanyaan Vena kembali membuat Fikhar tegang.Sementara tangan Vena menggenggam sang suami sambil tersenyum manis.Kakak satu-satunya milik Fikhar itu seperti sedang sengaja membuat adik nya malu.
"Besok ? Apa tidak kecepatan pih? Kita belum siap-siap lho!"Panik Mami Lena seperti tak setuju dengan usulan suaminya barusan.
"Lebih cepat lebih baik kan mam.Persiapan mah gampang ,biar nanti papi yang urus!"Kata Pak Roman bersemangat,yang di balas dengan helaan napas lega oleh putranya.
__ADS_1
"Mas Randi,Anter Fikhar keluar ya malam ini !"Fikhar tampak melirik arloji ,baru menunjukan pukul delapan.
"Kemana? " Vena menatap curiga adiknya.
"Kesalon ya ?"Tebak Vena yang di balas dengan cengingar tanpa dosa dari adiknya.
"Ya udah ayu.. sama mbak aja .Mas Rendi males tau nungguin lama.Kita sekalian belanja !"Tawar sang kakak sambil mengedipkan sebelah matanya yang di balas dengan gelengan kepala oleh suaminya .
Fikhar tampak mend*sah mengiyakan .Tidak ada salahnya menurut dia ,apalagi nanti kakak nya bisa di manfaatkan untuk memilih baju yang akan di belinya.Masalah fashion wanita memang jagonya.
"Mas Randi gak ikut emang?"
"Gak usah yah mas ,mending kamu di rumah aja deh istirahat.kamu kan cape!" Ucap Vena menanggapi pertanyaan adiknya. Soalnya ia tahu ,akses dirinya terbatas jika suami nya ikut ke salon atau menemani nya belanja.
"Enggak .. mas mau ikut.Mas sudah lama tidak mengelilingi Jakarta !"Ucapnya santai yang langsung mendapat desah*an pasrah dari mulut istrinya.
__ADS_1
***
Hai kak,jangan lupa ya ,like comen smaa vote biar makin semangat lagi nulis nya.