
Cairan infusan mengalir perlahan tapi pasti.Berpindah dari sebuah botol kedalam tubuh nya yang saat ini terbaring lemah tak berdaya. Tidak ada yang mengkhawatirkan tentang gadis itu ,dokter mengatakan dia hanya terkena dehidrasi ,akan pulih kembali setelah menghabiskan beberapa botol cairan infusan.
Kelopak Nafisah bergerak perlahan.Mata nya mengerjap ,mencoba menyesuaikan bias cahaya yang memaksa masuk ke dalam penglihatan nya di ikuti dengan rasa pening yang menyergap tiba-tiba di kepalanya.
"Bu Nafis sudah siuman? Alhamdulillah!"Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan serba putih ,kemudian lekat memandangi seorang dokter yang saat ini mengulas senyum,sementara tangannya sibuk menyuntikan vitamin ke dalam cairan merah itu.
"Jangan banyak pikiran dulu ya buk,rehat dulu.Beruntung kandungan ibu saat ini tergolong kuat!"Jelas nya kemudian sambil tersenyum ramah.
Nafisah membeku,otak nya berputar berusaha mencerna apa yang baru saja dokter katakan Kepadanya. "Kandungan...Maksud dokter saya_" Ucapan Nafisah terputus,tak berani melanjutkan kesimpulan dengan apa yang baru saja dokter wanita itu katakan.
"Ia benar" Dokter itu seperti mengetahui isi pikiran Nafisah " selamat ya, kandungan ibu sudah memasuki empat minggu ,maka di sarankan jangan terlalu cape, banyak istirahat,banyak mengkonsumsi vitamin untuk menutrisi_"Entah apa lagi yang ia dengar setelah nya karena otak nya terlalu syok,belum siap mendengar kabar buruk ,namun terlanjur masuk kedalam Indra pendengaran nya.
"Hamil?" Sejenis pertanyaan itu terlontar ,ia tampak meraba perut nya yang masih rata."Tidak mungkin.Ini hanya lelucon, kan? Dokter itu pasti bohong dan berniat bercanda dengan ku !"Katanya dalam hati, mati-matian ia masih berusaha menyangkal ucapan dokter barusan .
"Ibu pasti baik-baik saja ,tidak usah di pikirkan .Saya permisi dulu ya buk,semoga lekas pulih!" Nafisah terdiam merasakan lengan nya di usap pelan ,namun tak berniat menanggapi ucapan wanita yang kini telah berlalu meninggalkan nya. Ia hanya menatap nanar langit-langit ruangan itu ,dengan air mata yang perlahan mengalir di sudut matanya.
Hamil ?
__ADS_1
Ia nyaris gila ,ketika dokter baru saja mengatakan bahwa dia sedang mengandung . Ia tertawa ,rasanya seperti sebuah lelucon . Apa katanya tadi ? Bagaimana ada calon makhluk mungil di perut nya dengan usia empat minggu sementara ia belum menikah ? Bagaimana ia bisa melahirkan makhluk kecil itu sementara ia tidak punya seorang suami? .Semua rasa sakit menyerbu masuk ke dalam pikiran nya .
Haha...
Tanpa sadar dia kembali tertawa,merasa kenyataan ini begitu lucu.Kemudian pandangan nya jatuh pada sang umi yang baru saja datang ,di iringi wanita cantik yang tidak ia kenali berjalan di belakangnya. Mereka memandang nya dengan tatapan pilu.
Kenapa ? Bukan nya sang umi harusnya bahagia ? Dia akan memiliki cucu , Bukan begitu? Tapi.. Kenapa tatapan nya begitu terluka!
"Aku hamil _ Hamil " Ia terkekeh geli ,meraba perut nya yang masih rata demi menunjukan pada mereka bahwa kini ada kehidupan di sana.Di dalam perut nya.
Umi Dian memalingkan wajah nya ,Ia rasa,wanita yang sangat ia cintai itu telah menyembunyikan sesuatu.Menangis ? Tapi kenapa ?
"Baik-baik saja ? " Sejenis pertanyaan ,ia katakan tanpa sadar .Sepasang netra Nafisah memandang wanita yang baru saja menguatkan nya itu dengan tatapan nanar.
"Iya sayang,kamu pasti baik-baik saja !"Katanya sambil menganggukkan kepala nya dan memadang nya dengan tatapan meyakinkan.
"Baik-baik saja ?"Ulang Nafisah masih tak yakin.Lagi-lagi wanita itu mengangguk ,di susul dengan pelukan sang umi yang begitu erat.Ia terisak dengan tatapan serupa nyanyian "Aku baik-baik saja ,katanya aku akan baik-baik saja!"
__ADS_1
Kini ia hanya diam tanpa ekspresi,mata nya nanar ketika bayangan dengan perut buncit hadir di pelupuk mata ."Baik-baik saja ! iya ... Baik-baik saja..!"Gumam nya setengah tak yakin bahwa ia yang bersuara.
Yang benar ? Setelah seseorang merenggut kesucian nya dengan paksa.Menjelajahi setiap inchi bagian dari tubuh nya dengan seringaian iblis tanpa ikatan pernikahan ,nyaris tak tidur di setiap malam karena terbangun oleh mimpi buruk yang selalu menghantui nya lalu sekarang...Dokter mengatakan ,ia hamil...
Hamil...??
Ha ha ha..Dia kembali tertawa ,mendengar ucapan wanita tadi yang menurut nya serupa lelucon . Mengolok-olok nya dengan mengatakan bahwa ia akan baik-baik saja.
Baik-baik saja bagaimana,jika..Anak yang ia kandung adalah anak set*an mesum yang waktu itu merenggut kesucian nya ? Baik-baik saja bagaimana jika saat ini ia telah mengandung anak baji*Ngan yang sudah meluluh lantakkan harga diri nya sampai hancur ,menoreh luka yang begitu dalam kemudian membuat nya nyaris gila atau entah mungkin benar-benar gila !
Baik-baik saja bagaimana,hah? Sedang ,dunia pun tahu bahwa saat ini ia tidak baik-baik saja. Dunia tau bahwa batin nya penuh luka,hati nya begitu nyeri dan perasaan nya begitu hancur.Dari air mata yang selalu menusuk tajam , membuat Indra penglihatan nya itu luka karena banyak nya air mata yang keluar , seharusnya orang itu cukup bisa menilai bahwa ia tidak baik-baik saja ,tidak akan pernah merasa baik-baik saja.
Lalu.... Sekarang...
Arghh...
"Nafis, sayang ,istighfar nak, istighfar!" Suara umi Dian begitu panik menyadarkan lamunan Nafisah untuk beberapa saat.Sambil membenamkan kepala Nafisah ke dalam pelukan nya.
__ADS_1
***
Semoga selalu semangat untuk membaca dan menunggu ..Jangan lupa kasih rate, like ,komen dan vote ya .. Biar tambah semangat up nya ,he he h