Suci yang Ternoda

Suci yang Ternoda
Bebek Madura .


__ADS_3

Maaf ya ,kalau banyak typo .. Salma lagi gak enak badan ,kena pancaroba mungkin. Buat kakak-kakak jangan lupa jaga kesehatan dan selamat membaca.


***


Jujur ,bagaimanapun situasi seperti ini tidak pernah aku bayangkan dan sama sekali tak pernah aku catat dalam rencana masa depan ku dulu, sekalipun dalam mimpi.Aku begitu takjub ,bagaimana cara Tuhan berkerja dari sesuatu yang tak pernah aku dapatkan ,sekarang berbanding balik. Sekarang ,aku harus berusaha keras mendapatkan cinta dari seorang ustadzah tepatnya ,cinta dari istriku sendiri.Aku tak tau dari mana aku mesti mumulai untuk mengubah kebencian nya menjadi sebuah cinta ,karena itu bukan hal yang mudah bukan?


Aku di antar dengan motor nyaris serupa dengan rongsokan menurutku ,bahkan tadi ...Nizam ,sempat beberapa kali menyelah karena motor itu tak mau hidup . Zehra yang baru aku ketahui ternyata gadis remaja yang sempat menghajar ku itu adalah adik ipar ku .Tadi, dia sempat di mintai tolong oleh Nizam karena motor yang akan menjadi tunggangan ku itu tak mau hidup nyaris setengah jam .


Dia sempat marah-marah, dengan wajah nya yang ia tekuk .Tetapi ,ajaibnya motor itu kemudian bisa hidup setelah ia mengutak-ngatik salah satu kabel yang aku tak begitu Faham akan fungsinya . Nizam tersenyum kemudian mengucapkan terimakasih .


"Awas Lo ya ,kalo berani macem-macem sama kakak gue ! Gue gak bakal segan buat bunuh Lo ! Lo ,gak tau siapa teman-teman gue jadi sekali lagi gue ingatkan ,catat .. Jangan berani nyakitin kakak gue lagi !" Matanya menatapku tajam, mengibarkan bendera permusuhan dengan sangat jelas .Tangan nya terkepal ,seperti ingin menghajar ku.


"Sudah Ning Zehra ,terimakasih banyak ya ! kami mau pergi dulu !"Nizam memotong ,dan ia malah membalikan matanya culas ,setelah itu ia pergi meninggalkan kami begitu saja.


Nizam hanya tertawa melihat tingkah gadis itu sambil menatapku dan mengedikan ke dua bahunya . "Ning Zehra memang begitu mas ,jangan kaget !"Katanya seperti berusaha membuatku tenang ." ayo , Ustdzah Nafis sendiri dari tadi nungguin suaminya !" Tambah nya kemudian dengan suara menggoda.


Aku tersenyum ,lantas menaiki motor itu . Sebenarnya agak was-was ,tetapi bagaimana lagi ,aku tak mau mencari masalah hanya gara-gara sebuah kendaraan . Jadi ,aku tak memprotes apapun saat kedatangan Nizam tadi dengan motor butut nya .


"Zam ,ada supermarket kan di sini ? Mampir ya ,saya mau beli sesuatu !"Ucap ku keras ,berusaha mengalahkan suara motor yang berisik .

__ADS_1


"Kenapa mas gak ngomong dari tadi ?" Ucapnya ,dan aku tak begitu faham mengapa Nizam malah kembali membelokan motor nya .


"Ko balik lagi ,Zam ?" Tanyaku kemudian kebingungan ,mengingat sedari tadi mata ini mencari tempat yang mau kukunjingi tapi tak ada.


"Rumah mas Fikhar agak jauh dari jalan raya ,jadi kita tidak akan menemukan supermarket . Biar nanti pagi Nizam anterin satu motor buat mas kemana-mana !" Katanya .Ah ya ,aku melupakan bahwa yang akan menjadi tempat tinggal keluarga kecilku itu berupa gang sempit ,hal itu yang membuat aku meninggalkan mobil ku di sana.


Kami sampai .Dan susah payah aku menurunkan koper besar yang sedari aku tenteng di tengah-tengah kami . Di gym aku terbiasa mengangkat beban tetapi entah kenapa ,koper sialan ini terasa begitu menyiksa ku . Tangan kanan juga pahaku di buat pegal,dan itu yang membuat aku berharap rumah itu tak jauh dari sini .


Di supermarket,aku mencari beberapa makanan ,Rokok ,minuman apapun yang aku rasa aku membutuhkan nya .Langkah ku berhenti ,di deretan berbagai susu hamil dan entah dari mana asalnya ,janin di dalam perut Nafisah membayang .Aku tersenyum kecil ,merasakan kebahagiaan yang tiba-tiba menyapa .


"Eh mbak maaf ,yang paling bagus buat ibu hamil dengan usia kandungan satu bulan yang mana, ya ?" Aku bertanya pada seorang karyawan yang kini telah sibuk menata barang . Bukan nya apa , sedari dulu aku memang tidak pernah faham dengan hal beginian dan hal itu yang akhirnya membuat ku mencatat dalam hati untuk mencari tahu tentang seluk beluk wanita hamil dan bayinya.


Aku tersadar begitu satu dus kecil sudah berada dalam tangan ku .Ku rasa wanita tadi berbicara dan menjelaskan tentang kandungan dan manfaat nya tetapi aku tak begitu mendengar nya.


Aku keluar bersama dua kantong plastik besar yang berada dalam tangan ku . "Banyak amat belanja nya, mas!" Ucap Nizam dan aku baru tersadar ,dalam perjalanan tadi bahkan aku keropotan dengan koper ku itu .


"Iya ,sekalian Zam . Biar nanti gak repot lagi !"Jawab ku ngasal dan dia hanya mengangguk mengerti .


"Mau beli apa lagi ,biar sekalian ? Mas ,coba tlpon Ustdzah Nafis kali ada yang dia mau !"

__ADS_1


Ah ,kenapa aku melupakan nya .Tetapi ,bagaimana aku mesti menghubunginya sementara tak ada no telpon . Aku hendak meminta no telpon nya pada Nizam ,tetapi bukan kah nanti akan melahirkan pertanyaan dan rasa curiga dari pria yang usianya ku taksir dua puluh lima tahun itu.


"Mungkin dia sudah tidur !" Akhirnya aku menjawab sekenanya .Tetapi detik berikutnya aku mengutuk jawaban itu saat ku dapati wajah bingung dari Nizam .Bodoh saja ,di mana ada pengantin di jam sembilan tiga puluh sudah tidur .


"Kita nyari maka dulu aja ,aku lapar !" Ucapku buru-buru mengalihkan pembicaraan . "Mau makan apa ,mas?"


"Apa saja yang penting enak !" Kataku cepat-cepat .Lagi pula ,dalam posisi seperti ini aku tak lagi terpikirkan sebuah makanan. Aku hanya berharap makanan yang Nizam rekomendasi kan itu benar-benar enak .


"Ya sudah ,biar koper sama belanjaan mas di titipkan smaa tukang parkir dulu .Tempat makan nya tak jauh dari sini kok!" Aku mengangguk dan menuruti saran nya.


Kata enak yang sempat aku ucapkan ,sepertinya harus aku telan mentah-mentah begitu Nizam melangkahkan kaki nya pada penjual lesehan . Bukan nya apa ,tetapi aku memang terbiasa makan di sebuah restauran berbintang dan ini, aku sunggu meragukan kebersihan juga rasa nya .Akan tetapi ,aku menurut saja .Memesan dua porsi bebek Madura dan dua gelas teh tawar .


Tak lama pesanan kami datang .Komat-kamit,ku lihat Nizam membaca entah apa tetapi untuk sebuah do'a makan ku rasa bacaan nya tidak sepanjang itu.


"Hanya ini pedagang yang masih buka di sini ,jadi selamat makan mas!" Katanya dan aku mengangguk.


Aku melotot ,ketika satu suap makanan berhasil masuk ke dalam mulutku ."Ya Tuhan ,aku baru tau ada makanan seenak ini " Nizam hanya tersenyum kecil melihat reaksi dan mendengar ucapanku "Mas kan orang kaya ,harus nya banyak makanan yang lebih enak dari ini !" Tanggap nya .


***

__ADS_1


"Mas ,satu pondok dan satu kampung patah hati ,karena cewek idaman mereka sudah di nikahi mas !" Aku terbatuk ,begitu Nizam memulai pembicaraan .


__ADS_2