
"Mas ,satu pondok dan satu kampung patah hati ,karena cewek idaman mereka sudah di nikahi mas .Kata mereka ,ini adalah patah hati nasional !" Aku terbatuk ,begitu Nizam memulai pembicaraan yang secara tiba-tiba. Ku raih teh tawar itu kemudian buru-buru meminum nya .
"Kenapa begitu ?" Dadaku membumbung tinggi ,padahal aku sudah tahu jawaban dari semua ini .Aku lantas meletakan gelas yang tadi sempat ada dalam genggaman ku .
"Mas tau sendiri kan Ustdzah Nafis banyak penggemar nya.Kata mereka ,mas adalah orang yang paling beruntung karena telah di pilih Abah untuk menjadi suaminya !" Jawab nya ,seperti yang telah aku duga .
"Memang , Ustdzah Nafis tak pernah dekat dengan seorang pria ? Lagi pula ,saya tidak begitu mengerti mengapa Abah malah memilih saya untuk menjadi suaminya ,sementara yang jauh lebih baik di luar sana ,banyak sekali !"
"Sepengetahuan ku tidak ada pria yang pernah dekat dengan beliau .Tetapi aku juga tak tau pasti sih ."Ralat nya kemudian ."Tetapi pria yang sudah di pilih Abah pasti bukan orang sembarangan menurut mereka ,dan hal itu yang membuat semua orang penasaran dengan mas,Fikhar !"Tambah nya ,dan aku hanya menanggapi nya dengan tawa kecil .
Bukan orang sembarangan ? Tentu saja .Aku seorang berandalan yang telah menodai putri kesayangan nya itu.
"Dan apa salah satu dari mereka juga adalah kamu ,Nizam? " Bidik ku kemudian .
Dan dia hanya tersenyum menganggapi ucapan ku barusan ,aku tau ...Dia sepenuhnya menyadari bahwa ada nada cemburu juga sirat ingin membunuh jika saja pria yang ada di hadapan ku itu berkata 'Iya'.
"Aku sudah punya kekasih di kampung ku ,mas!"
"Syukur lah "Ucapku lega.
"katakan pada mereka jangan bersedih hati .Abah mempunyai satu lagi putri nya yang juga cantik !" Kataku ,tetapi masih asik melahap makanan yang ada di piring ku.
Dia tertawa mendengar ucapan ku barusan ,ia sampai mengusap ujung matanya yang basah ,aku tak tau perkataan ku barusan bisa selucu itu.
"Ning Zehra maksud mas ?Yang ada juga ,semua pria kabur kalo melihat nya !"Ucap nya ,dan tingkah gadis itu baru saja mampir membayang di pelupuk mataku .
Aku bergidik ,ketika teringat ancaman nya tadi juga pukulan nya di hari kami pertama bertemu.
__ADS_1
"Yang ini sama yang itu beda mas,bedanya bisa sampai seratus delapan puluh derajat .Hanya cantik nya aja yang sama !"Jelas nya dengan sisa tawa . Entah kenapa ,aku merasa Nizam sering kali tertawa ketika menceritakan sosok nya .
Sudah selesai ,kataku pada akhirnya .Aku tak menyangka ,bahkan aku menghabiskan dua porsi saat satu porsi yang pertama terasa kurang. Ini enak ,dan aku mencatat dalam hati untuk mengunjungi nya lagi lain kali .
***
Kata Nizam ,hanya tiga kilo meter perjalanan yang kami tempuh .Tetapi tangan dan pahaku terasa sakit karena menahan koper sialan itu. Nizam sudah pergi saat tadi aku telah mengucapkan terimakasih kepadanya.Dia berkata besok setelah sholat subuh dia akan mengantarkan motor kesini untuk keperluan ku,sebelum aku mempunyai motor sendiri.
Dan itu yang membuat ku akan menghubungimu pak Surya untuk membelikan ku sebuah motor dan mengantarkan nya subuh nanti ke alamat ini.Aku tak tahan dan tak bisa membayangkan diriku yang setiap hari mengendari motor berisik entah milik siapa itu.
Aku masih mematung di luar ,masih mencoba menguasai diriku untuk memberanikan diri masuk dan menampakan wajah ku di hadapan istri ku.
Sungguh ,demi apapun aku takut dia lepas kendali dah aku tidak tahu bagaimana cara meredam nya.
Tangan ku terkepal sebelum pada akhirnya aku meraih knop pintu ,mengucapkan salam dan mebukanya .
Tidak di kunci ?
Ada meja makan di satu ruangan yang juga merupakan ruang tamu . Kamar nya ada dua ,dengan ukuran yang menurut ku tidak seberapa .
Satu kamar mandi juga dapur yang sudah lengkap dengan perabotan seadanya .Ku pikir ,Abah membeli rumah ini beserta isinya .
Aku menyeret koper ku menuju kamar dengan kasur kapuk sebelah tanpa ranjang . Tidak ada lemari dan semcam nya ,mungkin semua barang-barang itu terletak di kamar yang masih belum berani aku periksa.
Aku menatap daun pintu yang tertutup dengan napas berat .Aku sepenuhnya tau ada orang di dalam ,istriku .Entah sedang ngapain dia di sana .Sedang bersiap-siap ,ralat...Ku peringati jangan memimpikan hal semacam itu sekarang.
Setelah mandi dan selesai mengganti baju ,aku membereskan semua barang yang tadi sempat aku beli .
__ADS_1
Lagi-lagi ,aku menatap susu hamil itu dan diam-diam berharap Nafisah masih belum tidur .Dia perlu minum susu terlebih dahulu agar bayi kami sehat .
Aku membuang napas kemudian berdiri .Lama,menatap pintu yang membuatku di liputi perasaan tak menentu .
Tangan ku terkepal sebelum pada akhirnya aku memberanikan diri mengetuk nya.
Tok ..Tok..
"Masuk !"
Deg...
Jantung ku berdebar ,begitu suara dingin menyapa pendengaran ku . Aku membuka pintu lalu di buat membeku .Pandangan ku mengedar keseluruh penjuru ruangan yang tampak berantakan. Seprai putih dan juga taburan kelopak mawar berserakan. Pecahan bingkai pajangan juga kecantikan berserakan dimana-mana.
Sementara ,penghuninya masih dengan mata sembab sedang duduk di tepi ranjang dengan pandangan datar .Aku meringis ,merasa untuk kesekian kalinya kehancuran itu terasa sangat nyata .Sungguh ,demi apapun bukan rencana ini yang ku buat untuk orang yang aku cintai .Bukan rasa sakit yang seperti ini !
Lalu pandangan ku menyita sebuah warna yang tak asing lagi bagiku .Darah ? Tidak ,Nafis tidak akan melakukan hal buruk kan pada dirinya sendiri ?
Rasa panik menyerbu ,dan aku menyadari pecahan kaca itu telah menyakiti telapak kakinya .Dalam kepanikan ku,aku berlari kemudian meraih tubuh dan menggendong nya.
Dia diam ,saat tubuh nya berada dalam pangkuan ku .Dia hanya pasrah dengan tatapan nya yang datar namun ,aku mendapati satu hal pada dirinya .Air mata ,wanita ku menangis saat baru saja aku mendudukan tubuh nya di atas kursi .
Ia menangis tertahan ,dan aku hanya meringis merasa benturan rasa sakit telah mengundang jiwaku sedemikian hebat.
Tidak ,bukan seperti ini. Sungguh ,aku tidak berniat menyakitinya !
***
__ADS_1
maaf ya kalo banyak typo ..
jangan lupa akak untuk like ,komen sama vote nya !