Suci yang Ternoda

Suci yang Ternoda
Bersama mami


__ADS_3

Aku tak tahu sedikit pun bagaimana keadaan gadis itu dan aku sama sekali tak pernah berharap penuh akan up to date terbaru darinya . Gelap ...Bahkan kabar dari kyai Hasyim,Abah dari Nafisah sedikit pun tak pernah sampai ke pendengaran ku. Seperti tak ada jawaban dari permasalah ini sekalipun mami sama papi kerap kali mengunjungi Nafisah ke kediaman nya,di Bogor .


Aku menghela napas, mengusir rasa sesak setelah mencoba menebak jawaban kyai Hasyim .Antara menikah kan kami atau memilih melupakan semua yang telah terjadi.Sejujurnya ,aku berharap penuh kabar kehamilan Nafisah akan menjadi benang merah yang menghubungkan di antara kami berdua. Tapi lupakan ,Jangan harap ini semua bisa terjadi karena semua orang tau pasti bahwa aku bukan pria yang cocok untuk bersanding dengan nya.


Lagi-lagi helaan napas keluar dari mulut ku.Demi apapun aku tak begitu kuat untuk menahan beban yang amat menyiksa lagi menyakitkan yang saat ini mengacau hatiku .Jika bisa,aku ingin menjadikan Nafisah istri,kemudian membuat dia jatuh cinta setengah mati,namun lagi-lagi aku menyadari kenyataan bahwa aku tak berkuasa atas semua ini.


Kemudian ,pada akhirnya aku memilih bangkit begitu usaha ku menatap langit-langit kamar untuk memecahkan permasalahan ini sedari tadi gagal .kepalaku mendongak ,mendapati jarum jam sudah menunjukan pukul satu malam .Sudah malam bukan ?


Tetapi aku memang sudah terbiasa begadang di club atau kafe milik Aryo ,hanya saja akhir-akhir ini tubuh ku terasa lemah .Mungkin juga penyebab nya karena selera makan ku yang terjun ke titik nol,apalagi satu bulan ini aku juga absen mengunjungi gym ,alesan nya semua orang juga tahu bahwa gadis itu telah mengambil sebagain hidup ku kemudian menghancurkan kewarasan ku seperti ini..


Belakangan ini aku memang suka tak begitu sadar dengan apa yang sudah aku lakukan . Seperti saat ini,entah sejak kapan aku sudah berada di ujung tangga yang menyatu dengan ruangan keluarga ,mendapati ruangan yang gelap gulita.


Aku mematung untuk sesaat ,memperhatikan mami yang saat ini telah duduk di sana ,di ujung sofa panjang,dalam kegelapan . Hati ku meringis ketika telinga ini beberapa kali mendengar isakan nya yang di tahan .Dia menangis ,ya tentu saja karena anak yang di rawatnya sepenuh hati telah mengecewakan nya,membunuh semua harapan-harapan nya yang selama ini bergantung kepada diri ku . Aku hendak mengulang ,tetapi terlanjur ...Tidak ada yang bisa diperbaiki untuk kesalahan di masa lalu.


Aku duduk ,mengambil jarak kira-kira satu meter dengan beliau. Mami hanya terkejut sambil berusaha menghapus kedua pipinya .Beliau bangkit ,hendak meninggalkan ku sendirian.Aku tau,beliau masih belum cukup kuat untuk berhadapan dengan putranya ini.


"Mami,plis..!" Aku menahan tangan nya ,memohon dengan penuh harap pada beliau agar kembali pada tempat duduk nya semula . Dan untuk beberapa saat kami terdiam dalam hening nya malam ,sebelum pada akhirnya beliau memilih duduk kembali dan mengambil bantal yang ia letakan di atas pangkuan nya.


"Terimakasih .. !" Ucap ku sambil menghela napas lega.

__ADS_1


Pandangan mami lurus ,terkesan datar.Eskspresi nya sama sekali tak terbaca .Aku tahu ,ia masih menaruh kekecewaan yang teramat besar ,sangat besar mengingat ia tak Sudi lagi menatap wajah ku karena mungkin hanya rasa sakit yang nanti akan beliau temukan di sepasang netranya.


"Mam ,bagaimana keadaan nya ?" Aku merebahkan diri di pangkuan mami ,mencoba memberanikan diri untuk bertanya tentang gadis itu.Demi apapun hati ku mendesak dan menuntut kebebasan .Dan mengetahui kabar baik dari gadis itulah yang akan membebaskan nya.


Hening ... Untuk sementara ,aku menatap lantai yang mengkilat dalam kegelapan,terasa begitu lama menunggu sebuah jawaban . Aku tahu ,mami sekuat tenaga menahan tangisnya .Dan aku sepenuhnya berharap tidak akan ada kabar buruk yang masuk ke dalam pendengaran ku nantinya .


"Kemarin ada flek , nyaris keguguran! mami gak tau Janin dalam kandungan nya bisa bertahan lama atau tidak !" Aku terhenyak ,merasa ada sesuatu yang tiba-tiba merenggut paksa di sana ,dihatiku.Hatiku begitu nyeri mendengar kenyataan ini. Mataku basah, anak itu adalah satu-satunya harapan untuk aku bisa bersama hidup dengan Nafisah ,namun harapan itu harus aku pupus jika sampai Nafisah benar-benar mengalami keguguran.


"Sejak kapan ? kenapa ?" Tanyaku ditengah keheningan yang sempat tercipta , Air di biarkan menyentuh sudut mata ini .Aku pria ,menangis .Biarkan saja !


Helaan napas terdengar dari mulut wanita yang aku cintai.Beliau mengangkat tangan kemudian membelai kepala ku pelan. Menyalurkan sebuah kekuatan namun secara bersamaan juga menghancurkan semua sisi pertahanan .Aku terisak ,ketika mendapati perasaan itu rubuh. Aku tak tau sejak kapan aku bisa selemah ini.


"Tiga hari yang lalu menurut umi nya Nafisah .Depresi ,itu pemicu utamanya !" Rasanya seperti tertimpa batu besar .Aku menahan napas ku yang terasa mencekik dan menuntut kebebasan .


"Apa yang seharusnya Fikhar lakukan mam ,Fikhar gak mau seperti ini .Ini begitu menyiksa !" Rintih ku pelan . Aku tak peduli dengan anggapan beliau tentang ini ,karena sedari dulu pun Fikhar tetap si anak mami .


"Entah ... Tapi mami kecewa sama kamu Fikhar .Mengapa kamu tega menyakiti seorang wanita ,apalagi yang kamu rusak itu seorang ustadzah "Akhirnya kekecewaan itu keluar ,bersamaan dengan air mata diriing dengan suara tangis yang tertahan. Tangan nya berhenti mengusap kepala ku dan beralih untut mengusap pipinya yang basah .


Aku terdiam ,karena tidak ada sesuatu yang bisa aku katakan sebagai pembelaan.Aku sepenuhnya sadar bahwa kesalahan ku begitu Fatal.

__ADS_1


"Fikhar menyesal mam !"


"Apa penyesalan mu membantu? sedari kecil mami selalu menasihati mu .Pikir akibat sebelum melakukan sesuatu Fikhar !"


Ucapnya Sarkas .


"Fikhar hilap ..."


"Mami tidak butuh alasan apapun !"Sela mami , di tengah pembelaan ku. "Mami sedih karena telah gagal mendidikmu ! Mbak mu benar,bahwa mami terlalu sibuk dengan urusan mami sehingga melupakan pengawasan terhadapmu ,maaf kan mami Fikhar !" Tutur nya bersamaan dengan air mata yang buru-buru di hapus nya .


Seperti ada belati yang menusuk hati ini .Aku sudah di siksa dengan rasa bersalah sedemikian besar ,lalu sekarang mami berbicara dan menambah luka.Bagaimana bisa mami meminta maaf atas kesalahan yang telah aku perbuat?


"Ini bukan salah mami ,Maafkan Fikhar mami.Fikhar janji ,Fikhar tidak akan kembali membuat mami menangis dan kecewa seperti ini lagi !" Aku bangkit kemudian meraih kedua tangan mami untuk menggenggam nya .Aku lekat menatap sepasang netra milik mami dalam gelap ,berharap beliau menerima ucapan maaf dari ku.


"Lupakan Fikhar ...!" Mami seperti tak mau mendengar .Ia menarik ke dua tangan nya dalam genggaman ku kemudian kembali mengusap pipi nya demi menghilangkan bekas tangis di sana.


"Kyai Hasyim memintamu untuk datang di pengajian rutinan nya hari Kamis ,ba'da Maghrib !" Tutup mami sambil beranjak ,kemudian pergi meninggalkan jutaan pertanyaan di benak ku


"Kyai Hasyim mengundang ku untuk di hakimi? atau " Jutaan pertanyaan yang tak dapat aku ungkapkan berburu masuk ke dalam kepala ."Di penjara ... Di rajam ? ..Ya Tuhan!" pikir ku begitu gelisah.

__ADS_1


***


Rate ,vote ,like ,komen pokok nya.


__ADS_2