Suci yang Ternoda

Suci yang Ternoda
Untuk suamiku.


__ADS_3

Harusnya .. Ini tidak terjadi bukan? Harusnya begitu. Seharusnya aku tidak perlu menahan sakit atas hukuman yang tidak sama sekali tidak pernah aku perbuat.Mestinya ,saat ini aku masih di Jombang asik mendalami ilmu agama atau mengisi panggilan ceramah untuk mengamalkan ilmu yang telah aku dapat. Mestinya begitu .


Tetapi aku tersadar akan kenyataan ,Fakta hidup yang sepertinya sudah menjadi takdir.Aku ingin memprotes bagaimana aku bisa duduk di sini sebagai mempelai wanita dari pria yang sangat aku benci di dunia ini.Pria yang sudah meluluh lantakkan nasib juga menghancurkan rencana masa depan yang ku buat ,bagaimana takdir begini keras,memaksaku untuk tetap menerima pernikahan ini .


Aku tergugu,disini ,seorang diri , puas berteriak Setelah sebelum nya aku menahan ini semua mengingat kemarin-kemarin aku menghargai perasaan umi dan Abah. Aku menangis ,membanting dan menarik semua yang ada di kamar sialan ini .


Semua nya kacau ,semuanya berantakan ,hancur sebagai mana hancur nya perasaan ku dari bulan lalu hingga saat ini.


Aku menengadah ,merasa otak ku begitu pening memikirkan ini semua. Aku tak tau ,bagaimana aku bisa berhadapan nanti dengan seorang yang status nya menjadi suamiku ,dengan ke adaan aku seperti ini , bagaimana aku bisa meraih surgaku ?


Tuhan ...


Bagaimana aku bisa berjodoh dengan dia,Fikhar Romanika ,setan mes*um yang ingin aku bunuh jika membunuh di perbolehkan .


Fikhar ,nama pria yang sungguh ingin aku hapus dalam daftar ingatan ku selama ini tetapi gagal, karena pada kenyataan nya pikiranku dua bulan ini di sita habis oleh bayang-bayang nya. Aku benci ,tetapi aku gagal menyadari bahwa benci kepada seseorang mesti tetap memikirkan nya.


Derita ku tidak cukup sampai pada malam itu ,begitu orang yang amat sangat ku cintai dalam hidup ini juga ikut mengorek luka.Bagaimana beliau tega mengambil keputusan untuk menitipkan putrinya kepada orang yang sudah menghancurkan nya .Dengan alasan demi kebaikanku ,sungguh demi apapun otak ku tak pernah bisa menerima alasan beliau .


Tidak kah beliau tau aku jauh dari kata baik-baik saja saat ini .Tidak apa aku di cap sebagai Ustdzah bejat ,tidak apa aku di cap sebagai Ustdzah munafik, asal jangan dinikahkan dengan pria yang sudah menodai ku.

__ADS_1


"Abah menginginkan yang terbaik untuk hidupmu !"


Terbaik macam apa ? Terbaik yang bagaimana ketika di dalam nya ada seseorang yang mendzolimi dirinya sendiri,membenci seseorang yang semestinya menjadi surganya,yang seperti itu bukan kah sama saja dengan orang yang sengaja menawarkan diri menjadi kayu bakar neraka ?


Abah...Kenapa kau lakukan ini ?


Bagaimana putrimu bisa beribadah dengan sepenuh hati ?


"Sekarang ,kamu mungkin belum menerima nya .Tapi.. Tunggu,suatu saat kamu akan mengerti dengan keputusan Abah saat ini !"


Aku lemas mendengar penuturan nya.Abah,sebagai panutan di kampung ku ,sebagai teladan yang sudah di percaya orang lain untuk mendidik putra putri mereka ,bagaimana sedemikian keras,memutuskan sesuatu yang begitu berat di terima oleh putrinya ,oleh umi juga semua wanita yang bernasib sama dengan ku ?


Bukan kah Sedari dulu Abah selalu mengingatkan kepada kami ,anak perempuan nya untuk memilih laki-laki yang tinggi akan keimanan nya ?


Lalu ...sekarang ?


Aku tersungkur di atas kasur,menangis karena memikirkan ini semua terasa begitu menyakitkan..


Mataku terpejam sesaat , menyadari aku terlalu jauh jatuh dalam ratapan takdir .Aku tau ini tak baik ,tetapi mau bagaimana hatiku begitu sakit.

__ADS_1


Tidak ,bukan seperti ini yang aku rencanakan untuk malam pengantin ku . Bukan seperti ini .Iya ,aku akan mandi ,bersiap-siap menyambutnya pulang dari mushola dan kami akan melakukan shalat sunat bersama .Iya , seperti itu . Seperti itu !


Aku berucap berulang kali ,demi menguatkan hati ini.


Aku merasa linglung ,mungkin karena terlalu banyak hal yang telah aku pikirkan dalam otak ku ini. Aku bangkit ,kemudian berjalan perlahan dengan pandangan datar.Telapak kakiku perih ,tapi tak lagi ku rasakan sakit .Aku hanya ingin menghampiri cermin besar dan memperbaiki penampilan ku ,Iya ...Aku perlu cantik di hadapan suamiku .Tetapi ,aku hanya menemukan mata bengkak juga hidung yang memerah . Tuhan ...? Bagaimana aku bisa berhadapan dengan suamiku dalam keadaan seperti ini .


Air mataku menetes lagi ,ketika sesuatu mencengkeram kuat ulu hatiku . Dengar ...Aku sedang berusaha untuk menata hati dan menjadi istri yang berbakti .Tapi ,bagaimana caranya ?


Dengar Nafis.. Bukan seperti ini cara mu menyambut suami mu .Kamu harus..Harus....


Arghhhh ...


Aku kembali frustasi ,merasa pikiran tak sejalan dengan apa yang aku mau .Aku sudah mencoba semampuku ,aku sudah mencoba


Sekuat yang aku bisa ,aku mencoba melupakan ini semua.


Tetapi nyatanya,sekuat apa yang aku lakukan untuk mencoba menerima kedatangan suamiku nanti ,tetap tak ada yang bertambah selain kenyataan bahwa sekuat itu pula kebencian itu berdiam diri.


***

__ADS_1


Dikit dulu ya akak , jangan lupa kasih like ,komen sama vote . Rate juga kalo bisa..


__ADS_2