
Rasa syukur ku begitu besar . Kebahagiaan ini tak bisa di ukur dengan apapun yang ada di dunia ini .Aku bahagia ,teramat bahagia karena pada akhirnya Nafisah ,seorang wanita yang selama ini menyita habis pikiran ku kini telah sah menjadi istriku . Ah ,bahkan hanya dengan menyebut namanya saja aku ingin mennagis saking merasa haru.
Pikiran ku berkelana kemana-mana ,jantung ku berdetak kencang tak berirama .Aku tak bisa fokus ,bahkan kajian yang Abah Nafisah sampaikan tak begitu terdengar di telinga ku . Aku menyesalkan diri ,aku hendak berubah tetapi hal bahagia ini malah datang mengganggu dan membuyarkan semua konsentrasi ku .
Mataku terpejam ,berusaha mengusir bayangan Nafisha yang cantik di tempat tidur .Sial ,tak bisakah untuk tidak memikirkan ini dulu ?.Ada hal besar yang harus di selesaikan .Lagi pula ,kenapa aku tak berpikir perjuangan ku baru saja di mulai .
Aku nyaris serupa orang to*lol di sini .Entah sejak kapan pengajian ini sudah selesai ,tau tau semua orang datang menghampiri dan menyalami ku .Membacakan do'a yang aku tak faham apa artinya ,tetapi kata selamat dari mereka cukup membuat ku mengerti bahwa mereka telah mengucapkan selamat atas kebahagiaan ku ini .
Aku hanya tersenyum sekedar nya . Kemudian bapak-bapak tadi yang sempat mengajakku ngobrol begitu aku turun dari mobil memeluk ku "Maaf ustadz, aku tak tau bahwa kau akan menikah dengan Ustdzah Nafis !" Katanya terdengar begitu malu.
"Tidak apa-apa pak ,saya mengerti .Salah saya juga karena tidak memberitahu bapak !"Jawabku berbohong ."Sekali lagi maafkan saya ya ,Ustdaz !" Aku mengulas senyum kemudian mengangguk mengerti dan ustadz .Lelucon apa lagi ini ?
Aku bukan seorang ustadz ,siapapun tolong ,tidak tahukan aku ini seorang berandalan? . Mengapa hanya dengan berhasil menikahi Nafisah saja sudut pandang semua orang kepadaku berubah seratus delapan puluh derajat.
Masing-masing dari mereka memperkenalkan diri ,dan aku menanggapi nya hanya dengan senyuman dan anggukan kepala, Kemudian berkata 'Iya , inshaallah , Alhamdulillah ' hanya itu yang bisa aku ucapkan ,kadang salah satu dari mereka ada yang terlihat kebingungan .Hello,apa aku sudah salah menempatkan kata ,masa bodoh, lagi pula aku tak begitu mengerti !
__ADS_1
"Ustdznya ganteng mashaallah ,semoga putriku juga bisa bertemu dengan pria semacam ustadz !"
"Ustadz punya pondok di mana ? saya ingin menitipkan anak saya di pesantren nya ustdz?!"
"Lulusan pesantren mana ,jika berkenan .Mampir ya ke rumah saya , Ustdzah Nafisah juga teman putri saya dan saya sudah menganggap beliau anak. Mampir ya ,ustadz ke rumah !"
"Ustdaz tinggal di daerah mana ? sudah sering ke sini ? kok saya baru lihat ustadz!"
Lagi-lagi aku di buat tolo*ol oleh pertanyaan-pertanyaan yang tak masuk akal di pendengaran ku.
Apa mereka semua berpikir bahwa suami Ustdzah Nafisah itu sudah tentu ustadz .Mengapa mereka tidak menyelidikinya terlebih dahulu .Ya Tuhan ,saat ini aku bahkan takut jika tiba-tiba ada orang memanggilku untuk menjadi imam dan menyuruhku memberi kajian .
Akhirnya , bapak-bapak sialan yang tadi menyalamiku dengan ucapan nya yang tak aku fahami itu telah bubar .Aku menunduk begitu kyai Hasyim kini menatap ku dengan tersenyum
"Kesini ,Abah perlu berbicara dengan mu!" Penderitaan apa lagi ini ? Jangan bilang Kyai Hasyim mau mengetes ku dengan beberapa kitab. Kyai Hasyim tak mungkin lupa kan ,bahwa aku hanya seorang berandalan yang beruntung akibat kejadian satu malam di hotel Haris.
__ADS_1
"Nak ,Fikhar !"
"Ah ,i-iya pak kyai ?" Jawabku terbata ,aku menyesalkan diri mengapa tadi aku malah bengong dan tidak memenuhi panggilan nya. Aku lantas mendekat ke arah beliau ,dan papi entah sejak kapan beliau tak ada di sini. Mungkin ,ia ingin memberi kesempatan pada aku dan kyai Hasyim untuk berbicara berdua prihal Nafis.
"Jangan bilang pak kyai lagi .Saya ini Abah nya Nafis ,Nafis memanggil saya Abah dan kamu juga mesti nya menggapa saya orang tua kamu sendiri !" Katanya memulai ,sementara saat ini kami sedang berjalan beriringan keluar .
"Iya Abah ,maafkan Fikhar !"Kataku menyesal .
Kyai Hasyim hanya tersenyum mendengar permintaan maaf ku ."Kamu tidak salah ,masih kaku ,nanti juga akan terbiasa !" Ucapnya menenangkan sambil mengelus-elus bahuku .
Kami berjalan beriringan ,lalu berhenti di sebuah bale dengan atap daun jerami yang berdiri di atas kolam. Suara gemericik air mengalir entah dari mana ,namun di bawah tamaram aku melihat beberapa ekor ikan hias yang sedang asik berlari kesana-kemari .
Beliau duduk di ikuti aku yang duduk di samping nya . Pandangan nya kosong ,entah sedang melihat apa .Tetapi ,ku pastikan beliau sedang menyusun sebuah kata-kata sebelum memulai bicara .Tak lama kemudian ,helaan napas pelan keluar dari mulut nya .
"Semua orang mengatakan Nafis itu sempurna !"Beliau memulai ceritanya . Sementara, aku memilih diam tak menanggapi ,aku tau ada cerita lanjutan dari kata-kata beliau barusan .
__ADS_1
****
Jangan lupa ya ,like komen sama vote biar tambah semangat nulis nya .