Suci yang Ternoda

Suci yang Ternoda
Berdiri dalam rasa sakit


__ADS_3

Semua orang tidak salah dengan mengatakan aku pria yang paling beruntung di muka bumi ini .Beruntung ,bahkan sangat beruntung,hingga keberuntungan itu tanpa mereka ketahui telah menghancurkan idola mereka. Mataku memanas ketika mengingat kejadian semalam,saat menyaksikan wanita yang telah sah menjadi istriku itu begitu hancur .


Aku tahu ,dia telah berdiri dalam rasa sakitnya dan menahan diri untuk tidak berlari atas kebencian nya kepadaku . Sakit ,tentu saja.Tetapi aku bersyukur saat dia diam menerima semua perlakuan ku .Sepertu Menggendong ,mengobati luka dan pasrah tidur dalam pelukan ku ,meski tangisan nya kerap kali menyayat hati ,tetapi ku katakan bahwa aku bersyukur karena dia tak memberatkan ku atas kesalahan yang telah aku perbuat.


Aku tau trauma nya teramat dalam ,mengingat aku sering kali mendapati gigi dan bibirnya yang gemetar ,tangan kecil nya yang terkepal ,aku tau hal itu semata-mata ia lakukan antara menahan rasa sakit dan menghargai ku sebagai orang yang telah menjadi suaminya .


Pagi ini ,dadaku berdebar-debar,dan aku begitu menikmatinya . Di kamar ,ada seorang bidadari yang telah melantun kan ayat suci Al-Quran dengan sangat merdu .Aku iri ,ingin menggabungkan diri tetapi aku tak mau membuat nya tak nyaman. Apalagi ,saat tadi aku membuat kesalahan yang sebenarnya tak begitu aku ketahui kecuali saat tadi aku menyiapkan sejadah dan mukena nya dan aku salah arah ,ah malu nya ,Tetapi ...Mau bagaimana lagi ? aku memang seperti ini .


Aku tadi sempat keluar untuk membeli sarapan mengendari motor baruku ,beberapa tetangga menyapa dan mereka mungkin jama'ah Abah mengingat mereka kenal tanpa kita berkenalan terlebih dahulu .


"Sudah selesai ?" Aku tersenyum begitu mendapati wanita yang aku cintai itu telah berdiri di ambang pintu .Memakai baju kebesaran warna hitam juga jilbab yang ia belit-belit di kepalanya .Ada yang baru aku temui di bibirnya,lipstik merah bata di aplikasikan di sana dan dia tampak semakin cantik. Hatiku membumbung tinggi ,berharap penuh bahwa dia berusaha cantik untuk memanjakan mataku .Bodoh ,untuk apa pula aku berpikir demikian ,secepat itu aku meralat harapan ku tadi.


Dia melirik ku sekilas kemudian tertatih-tatih melangkah kan kakinya yang terluka hendak menuju ruang tamu .Dia memang seperti itu ,tak menjawab jika aku sedang berbicara kepadanya . Ah lupakan ,tidak seharusnya ini di permasalahkan karena aku tau kadar kesalahan ku tak akan bisa di maafkan dengan pertanyaan receh seperti itu .


Aku lantas menghampirinya kemudian menggendong dan mendudukan nya di kursi makan . "Kita sarapan dulu !"Kataku ,sambil menarik kursi dan duduk tepat di samping nya.Aku menatap nya sebentar "Kau sangat cantik!" Pujiku kemudian mencium keningnya sekilas.


Seperti yang aku duga dia hanya akan diam .Tak apa-apa ,sedari malam juga kami memang seperti ini . Seharusnya aku cukup tau diri ,dan dengan dia membuka mulut nya saja seharusnya aku sudah bersyukur .

__ADS_1


Aku baru saja hendak memasukan satu suap bubur yang aku beli ke arahnya ,tetapi di detik berikutnya dia berusaha melarikan diri .


Dia mual-mual kemudian memuntahkan isi perutnya mengotori celana dan kemeja ku . Untuk sesaat aku terdiam ,kemudian buru-buru aku mengambilkan nya air .Sukur nya air hangat tadi sempat aku persiapkan ,jadi tenggorokan dia bisa dengan lancar meminum nya .Setelah ku baca artikel seputar kehamilan ,ternyata ini hal biasa di alami wanita yang hamil muda.


"Mau mas belikan apa ?"Tanya ku sambil menatap nya memohon jawaban .Untuk yang satu ini,yang ini saja ku harap dia menjawab pertanyaan ku karena ini demi kebaikannya juga. Dia diam ,menatap muntahan di bajuku kemudian menatap mataku dengan tatapan yang sulit di jelaskan .


Matanya berkaca-kaca "Aku tak becus untuk menjadi seorang istri bukan ?" Katanya dengan bibir yang gemetar. Aku membuang napas kemudian menghapus air mata yang baru saja menetes di pipinya .


"Berjanjilah untuk tidak mengatakan itu lagi .Dengan kamu ada di samping mas dalam keadaan sehat saja, mas sudah bersyukur !"Ucap ku sambil menatap matanya dalam. Dia membuang muka ,menghindari tatapan ku barusan .Aku tau dia sedang menahan sakit di lukanya .


"Aku tak mau makan !"Katanya datar ,dan aku hanya bisa menghela napas pasrah ."Kalau begitu minumlah susu dan makanlah roti ini !" Aku meraih satu gelas susu dan meletakan dalam genggaman tangan nya. Dia menerima dengan tangan yang gemetar ,kemudian meminum nya sampai tandas.


Aku membantunya setelah itu menggendong nya dan mendudukan ia di kursi tamu . Ada banyak buku yang berserakan di sana ,leptopku juga masih dalam keadaan menyala, karena malam ,saat aku meminta pak Surya mengantarkan motor suru sekalian membawa semua kerjaan ku yang sempat tertunda kemarin. Meski aku di beri papi cuti satu bulan ,tetapi aku mau tetap mengerjakan nya demi mengalihkan pikiran ku yang kadang terasa kacau.


Aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian kembali setelah mengganti baju. Di sana ,aku masih mendapati dia yang sedang memeluk lutut nya dan menatap keluar jendela dengan tatapan datar . Aku membuang napas dulu sebelum pada akhirnya aku berjongkok dan meraih kakinya untuk di letakan di bawah .Aku hendak kembali memberi obat dan membungkus nya agar terhidur dari debu.


Dia menatapku ,kemudian membelai kepalaku lagi seperti yang di lakukan nya semalam .Dan itu adalah hal yang paling membuatku bahagia ,dada ku berdebar-debar bahkan karena nya .Aku ingin seperti ini dulu ,sebentar saja ..Aku ingin merasakan bagaimana dia menganggap ku sebagai suaminya dan aku sengaja melama-lama kan diri mengobati luka di kaki nya.

__ADS_1


"Sudah selesai !" Kataku sambil mendongak dan menatap matanya . Sebelum nya aku berharap mata itu menatapku dengan penuh damba ,tetapi bukan itu yang aku kemudian temukan di sana. Dia masih tetap sama ,dengan pancaran luka nya.


"Ini ..!" Dia membuang muka ,sambil memberikan ku sebuah lembaran di tangan nya .Kertas kosong milik ku itu kini berbekas ukiran indah yang berasal dari tangan nya .Aku menerima kemudian menatap lembaran bertuliskan arab itu dengan tatapan sedih .


"Mas tidak mengerti .Maafkan mas ,karena mas sudah lupa dengan tulisan ini !" Ucapku sambil menatap nya dengan mata berkaca-kaca.Sungguh ,demi apapun aku menyasalkan diri ini mengapa tertinggal begitu jauh.


Dia hanya membuang napas secara perlahan .


"Aku menulis tata cara berwudhu ,dari mulai pardu dan sunat-sunat nya,syarat sah beserta pembatalan nya .Mas tadi menyentuhku saat tadi aku baru saja menyelesaikan wudhu dan menurut madzhab imam Syafi'i hukum nya mutlak batal .Aku tidak bermaksud menyinggung mas ,tetapi ku rasa mas membutuhkan ini semua !" Katanya ,dan ia seperti punya cukup banyak napas untuk mengatakan ini semua tanpa jeda.


"Terimaksih ,tetapi mas tidak mengerti apa yang kamu tulis !"Jawab ku sedih


"Tidak apa ,nanti akak aku susun kembali dalam tulisan biasa !" Katanya datar ,setelah itu ia meraih balpoin dan kertas kemudian menulis sesuatu di sana . Sementara untuk menghilangkan kecanggungan,aku mencoba meraih leptopku meski semua orang jawaban nya tau .Aku tak akan fokus!


Apapun niatnya dia ,yang jelas aku begitu bersyukur karena akhirnya ia mau berbicara banyak dengan ku .


***

__ADS_1


Like ,komen ,vote ,rate ya akak jangan lupa.


__ADS_2