Suci yang Ternoda

Suci yang Ternoda
Suamiku adalah dia


__ADS_3

Dia masih berpura-pura sibuk dengan leptopnya begitu aku menulis apa yang ingin ku tulis dan ku beritahu. Sudah lama sekali rasanya ,aku absen mengisi kajian dan hal itu yang kembali mengingatkan siapa diriku dulu ,seorang yang mereka panggil ustadzah dan nyaris tak menemukan masalah dalam hidupnya.Mungkin aku terlalu nyaman ,sehingga begitu Allah membalikan keadaan aku tak siap untuk menerimanya .


Air mataku menetes di lembaran kertas ,memberi bekas pada goresan pena yang sempat ku mainkan.Aku menatap nya yang saat ini fokus pada layar leptop milik nya .Pria yang telah sah menjadi suamiku juga pria yang sama dengan yang telah menghancurkan semua masa depan ku ,sungguh. Demi apapun hatiku tak sampai untuk menerima keberadaan nya di sampingku dan memiliki hak penuh atas diri ini .


Aku membuang napas ,kemudian meletakan lembaran itu di atas meja .Dia tampak menghentikan kegiatan nya kemudian mengambil lembaran itu. "Syarat sah nya Fatihah !"Gumam nya pelan ,namun masih terdengar di pendengar ku.


Memang ,sudah sekitar dua minggu hari-hari kami seperti ini .Masih belum ada kemajuan dalam hubungan kami .Hatiku masih beku ,tatapan ku masih datar dan pembicaraan kami seperlunya .Hanya terkait hal agama ,selebihnya tidak ada.


Pertanyaan-pertanyaan konyol dan receh nya tak pernah aku jawab ,entah kenapa ...Semua nya terasa semakin buruk. Aku bersyukur dia begitu menghargai ku ,meski kadang semua perhatian yang di tunjukan kerap kali menggangu kenyamanan ku .Tetapi ...Aku bersyukur karena selama ini ,dia tidak pernah menuntut hak nya atas diriku.


Dia begitu perhatian ,dia menjadi suami yang baik ,dia tak pernah marah walau seharian ku habiskan waktuku di kamar dan semua pekerjaan dia yang handle tetapi entah kenapa ,semua nya masih terasa buruk di mataku .


Aku masih sering kali menangisi diri ,hatiku memberontak namun sayang ,egoku terlalu kuat untuk bisa aku redam dengan iman.


"Fatihah termasuk rukun dalam shalat ,dan membaca Fatihah dalam shalat juga mesti ada syarat-syarat nya .Kalo misalkan syarat-syarat nya tidak kita penuhi maka, tidak sah bacaan nya . Jika bacaan Fatihah nya tidak sah ,maka shalat kita tentu tidak bisa sempurna karena salah satu rukun nya cacat !" Aku menjelaskan ,apa yang seharusnya aku jelaskan .

__ADS_1


Ini tentang agama ,seharusnya dia tak usah berbesar hati ...Ah,kenapa jua harus ada pemikiran semacam ini ,dia suami ku bukan ?


Seperti biasa ,dia akan menatapku ,kemudian tampak mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti. Dia berada di bawah ku ,dan aku leluasa untuk memperhatikan nya yang kini telah kembali menatap lembaran itu . "Apa ada yang tidak di mengerti ?" Tanyaku mencoba mengakhiri .


Dia diam sejenak "Tidak ada ,nanti akan mas tanyakan bila ada hal yang mas tidak pahami !" Katanya kemudian meletakan kertas itu di atas meja. Dia tak pernah tersinggung ,dia sangat bersungguh-sungguh untuk bisa memahami nya .Seperti beberapa malam ini ,dia tak menemaniku tidur karena terlalu sibuk menghafal kajian apa yang aku berikan. Ku taksir bacaan Al-Qur'an nya akan lancar dalam dua Minggu lagi ,dan menurut ku itu sesuatu yang patut di apresiasi .


Aku baru saja hendak bangkit untuk pergi ke kamar dia menahan tangan ku .Aku menatap tanganku dalam genggaman nya ,tak tahukah bahwa trauma ku masih belum sepenuhnya hilang dan aku merasa sedih karena ini .Aku sedih ,karena belum bisa menjadi istri sesungguh nya bagi dia .Meski sekuat apa aku melawan trauma itu dan mencoba untuk kuat ,tak ayal...Reaksi tubuh ku masih gemetar padahal dia terhitung sering menyentuh ku.


"Temani Mas di sini sebentar lagi ,mas mau menuntaskan pekerjaan ini ,sebentar lagi !"Mohon nya dengan tatapan yang begitu berharap .Aku mengepalkan tangan dan dia melepaskan genggaman nya.


"Mami meminta mas untuk mengunjungi nya ,beliau mengatakan harus membawa mu datang .Katanya ,mami belum memperkenalkan menantu nya pada saudara dan teman-teman nya karena pernikahan kita yang begitu mendadak!"


Aku menangis lagi mendengar omong kosong ini .Apa menikah saja tak cukup bagi mereka ? kenapa mereka begitu egois dan tak menghargai perasaan ku saat ini ! "Tak usah jika kau masih belum siap !" Ucap nya sambil meremas telapak tangan ku .


Aku menatap matanya ,mencoba menyelami sesuatu di sana.Aku tau dia juga terluka ,tetapi aku ingat bahwa dialah penyebab dari semua luka. "Mas akan meminta pengertian nya pada mami !"Ucap nya meyakinkan ku .Aku tau dia begitu pengertian ,dan aku bersyukur karena nya .

__ADS_1


"Maafkan aku ! Aku masih belum pantas untuk menjadi seorang istri bukan ?" Kataku sambil menatap nya dengan tatapan meminta maaf .


Dia menggeleng pelan "Tidak ,kamu sangat pantas. Dan mas bahagia bisa menikah dengan kamu !"Ucap nya sambil menggeleng-geleng kan kepala ,tak menyutujui ucapan dariku.


Hatiku perih mendengar itu semua ,mataku memanas dan entah ke berapa juta kalinya air mata ini menetes .Aku tak melihat kebohongan dalam pandangan nya ,dan seharusnya aku sudah merasa bahagia ,jika saja yang mengatakan itu bukan dia.


"Maaf kan aku !" Hanya kata itu yang sering ku katakan ketika berbicara dengan suami ku .Tak ada lagi .Tak ada yang bisa ku katakan selain itu ,karena bagaimanapun rasa bersalah selalu merangsak,menutut di atas luka ku. Aku sepenuhnya sadar ,bukan seperti ini yang seharusnya di lakukan seorang istri kepada suaminya .Ralat ,jika saja bukan dia maka aku juga tak akan menjadi seorang yang seperti ini.


Aku akan menjadi bidadari bumi seperti apa yang selalu aku sampaikan ,aku akan ta'at ,aku akan menurut demi menggapai ridho dari Allah dan aku akan ...


Argh ,bagaimana aku bisa meraih surga ku jika aku menjadi wanita seperti ini !!


Aku tergugu ,kemudian seperti biasa mendapati kepala dia yang terbenam di atas pahaku. Hal semacam ini sudah sering sekali kami lakukan ,di atas sebuah luka ,sebuah kekuatan ,sebuah permintaan maaf entahlah .. Aku tak tau mengapa hal semacam ini terjadi kepadaku .


***

__ADS_1


Hai kak ,maaf ya kalo banyak typo .Salma absen buat kakak-kakak yang menunggu meski sudah tengah malam. Do'a in ya biar Salma sehat selalu dengan begitu bisa menulis tanpa hambatan.


__ADS_2